
Kami sudah berada dijalan hari ini kami memutuskan ke makam mas Aldo bertiga.Perjalanan sekitar tiga puluh menit karena masih mengantuk aku tertidur dimobil.
"Kalian sudah lama kenal,"Tanya Rendi pada Reno.
"Kurang lebih setahun lah kami kenal,pertemuan yang gak sengaja,awalnya dia benci banget sama aku,gak mau kenal sama aku sampai akhirnya aku gigih untuk mendekatinya,"
"Jadi kamu sudah tahu kalau wanita itu adalah Ara,pasti Aldo sudah memberitahu kamu kan?".
"Belum,aku awalnya gak tahu aku sudah gak memperdulikan amanah Aldo waktu itu karena aku tertarik sama Ara,aku bisa tahu karena Ara bercerita jika aku mirip seseorang yang dia kenal,baru saat itu aku teringat tentang perkataan Aldo,aku bertemu dia bukan dikota ini,"
"Benarkah?"
"Yah,aku bertemu Ara dikota S,aku gak nyangka kita dipertemukan gak sengaja,mungkin memang sudah jodohku,"
"Semoga kalian bahagia sampai menikah dan menua bersama ya,"
"Amiinnn,,doakan yang terbaek,"
Mereka ngobrol bersama,sedangkan aku terlelap tidur,aku gak tahu mereka ngobrol apa.Aku dibangunkan Reno kalau sudah sampai.
"Hoaammm udah sampai ya,"Aku membuka mata dan masih menguap.
"Udah sayang,kamu tidur melulu,kamu gak apa apa kan?".
"Gak apa apa ko Ren,semalam tidurnya sudah malam,jaadi ya ngantuk hehe,"
"Udah yuk masuk,kayaknya mau hujan juga,""
__ADS_1
Aku lalu keluar dan mengekor dibelakang Reno juga Rendi kami masuk kemakam bersama,aku melangkakahkan kaki dengan perasaan campur aduk,aku menghela nafas berat Reno yang tahu dengan perubahan sikapku lalu menggandenng dan memelukku.
"Kamu baek baek aja kan?".
"Iya Ren,aku baik,udah yuk kasihan itu Rendi nunggu,"
Kami melanjutkan berjalan karena makam Reno terletak diujung,tiba disana aku melihat ada mbak Hana.Aku terkejut bukannya mbak Hana ada diluar negeri ya?
"Mbak Hana,"Panggilku dia pun menoleh dan tampak terkejut.
"Ara,Rendi,pak Reno??kalian kok disini,"
"Hae Han gimana kabar kamu gak nyangka ya kita ketemu disini,"
"Baek Ren,iya kamu sendiri gimana,"
"Yah seperti yang kamu lihat,"Kami berdoa bersama dimakam mas Aldo setelah itu ngobrol sebentar,aku juga menceritakan tentang Reno kepada mbak Hana,mbak Hana malah sudah tahu tetapi tidak tahu jika Reno yang mendapat donor mata juga jantung.
Diperjalan Reno masih diam,aku akan mencoba bertanya kenapa dia sampaai semarah itu.
"Ren kamu marah ya sama aku,"
"Enggak,"
"Kok jutek banget seh,iya iya aku minta maaf udah nyuekin kamu,lama kan gak ketemu sama mbak Hana jadi kangen,"
"Heemm".
__ADS_1
"Iihhhhh Reno,,jangan marah dong,"
Reno masih tetap diam,sebel rasanya dicuekin gitu,setelah sampai dirumah aku langsung turun tanpa berpamitan sama Reno aku langsung masuk rumah.
"Ya Allah aku ini kenapa,kenapa aku melihat Hana sama Rendi dekat merasa gak rela,,perasaan apa ini,"Reno masih memegangi dadanyaa.
" Ara maafkan aku,aku gak marah sama kamu,"
"Aku harus mencari tahu dulu ada hubungan apa antaraa Aldo dan Hana dimasa lalu aku gak mau membuat Ara sakit hati dan kecewa,"
Reno pergi dari rumah Ara tanpa meminta maaf terlebih dahulu,sedangkan Ara yang masih mengintip Reno dari jendela marah marah,dia kesal karena Reno gak menghampirinya.
"Sayang kamu kenapa kok marah marah gitu,"Tanya bapak.
"Reno pak nyebeliinn marah gak jelas,"Gerutuku.
"Gak jelas gimana memangnya kamu berbuat salah,"
" Enggak pak,tadi itu dimakam kami bertemu mbak Hana,kami ngobrol bersama,yah memang aku rada nyuekin dia karena keasikan ngobrol tapi kan dia juga ngobrol sama Rendi,"
"Jangan salah paham dulu,mungkin Reno lagi capek atau memang ada pekerjaan yang membuat dia jadi kepikiran nak,"
"Gak tahu pak aku udah minta maaf udaah nanya kenapa tapi dia diem aja,aku turun dari mobil sendiri aja dia gak ngejar aku,"
"Ya sudah sayang,kasih waktu Reno sendiri dulu mungkin memang ada masalah atau apa gitu yang gak ingin kamu tau,"
"Iya pak,"
__ADS_1
"Ya sudah sana kamu bersih bersih dulu habis dari makam gak boleh marah marah oke,"
Aku meninggalkan bapak dan menuju kamar mandi,setelah berganti baju aku membuka ponselku dan Reno sama sekali tidak menghubungiku.