
Sesampainya dirumah aku masih ngedumel gak jelas hingga tante Rina heran melihatku dan meenegurku.
"Ra kamu baek baek aja kan?"
"Heemm ya tan aku baek memangnya kenapa?"
"Habisnya kamu datang datang ngomel ngomel gak jelas,kamu habis darimana kok baru sampai?".
"Tadi mampir taman dulu tan,,sebenarnya aku udah pulang dari tadi siaang,tapi memang pengen nenangin fikiran,"
"Ohhh,ya sudah kamu bersih bersih sana,sudah ngabarin bapak kamu?"
"Udah tan,ya sudah aku mandi dulu ya tan?"
Aku berjalan ke kamar untuk mandi.Aku merebahkan diri dikasur sambil bermain ponsel,aku curhat ke Elisa jika aku bertemu cowok yang menyebalkan semua aku ceritain ke dia,hingga aku lupa untuk makan malam dan bapak memanggilku.
"Sayang kamu baik baik saja kan,ayo keluar makan nak,kok dikamar saja?"
"I iya pak,sebentar ini lagi tlfnan sama Elisa,"
"Ya sudah aku tunggu dimeja makan ya Ra?"
"Iya pak,"
Aku menyudahi tlfku dengan Elisa dan bergegas menuju meja makan,gak lucu kan kalau sampai mereka kelaparan karena munungguku.
Kami makan bersama tanpa suara,selesai makan bapak mengajak kami ngobrol di ruang keluarga.
"Sayang sini bapak mau bicara,"Bapak menyuruhku duduk disampingnya.
"Ya pak,ada aapa kayaknya serius banget,"
"Sebelumya maafin bapak Ra,,jika omongaan bapak bakal menyakiti kamu atau buat kamu kecewa,"
"Bapak dipindah tugaskan ke Kota B Ra,,dengan waktu yang belum jelas kapan,mau gak mau bapak sama tantemu harus pindah,maafin bapak jika tidak bisa mengajak kamu,,apa lebih baek kamu ikut ibumu saja kembali ke kota A Ra,"
Sejenak aku terdiam antara sedih juga bersyukur bapak mendapat kerjaan yang lbh baek lagi,tetapi sedih harus jauh dari bapak.
"Batalin aja lah pa,kasihaan Ara jika disini sendiri kerjaan laen kan ada,"Saran tante Rina.
"Jangan tan,ini kesempatan bapak juga mendapat kerjaan yang lebih baek,aku gak apa apa pak,aku akan kembali bersama ibu,lagian disini juga terlalu banyak kenanganku bersama mas Beni,mungkin ini jawaban atas doa doaku pak,aku harus pergi dari kota ini,"
"Tapi Ra,kerjaan kamu gimana?"
"Aku akan mengundurkan diri tan,sudah cukup juga pengalaman aku disini,"
__ADS_1
"Apa kamu yakin sayang,maffin bapak ya?"Bapak memelukku dengan meneteskan aer mata.
"Bapak gak usah minta maaf,aku gak apa apa pak,tapi jangan lupa sering tlf aku ya pak,"
"Pasti sayang,bapak bakal kangen banget sama kamu nak,"
"Sama aku juga pak,kapan bapak berangkat,"
"Seminggu lagi nak,"
"Baiklah pak aku akan membuat surat pengunduran diri ,karena sebelum pulang aku akan jalan jalan dulu,boleh kan pak?"
"Tentu sayang boleh banget malah,"
"Ya sudah pak aku ke kamar dulu ya pak,tan,"
"Ya sayang selamat istirahat"Jawab mereka serempak.
Sampai dikamar aku menangis tanpa suara aku gak mau mereka tahu jika aku sedih,Lelah menangis aku tertidur dan bangun bangun sudah pagi,lalu mamdi dan siap siap berangkat kerja.
"Selamat pagi kak Ros,"
"Hai pagi Ra,tumben ne udah ceria aja,"
"Ya dong masak sedih melulu,"
Tiba ditaman aku duduk termenung dibangku taman,,tiba tiba aer mata jatuh tak terbendung mengingat kisah cintaku yang tak pernah beruntung.
"Cewek galak,judes kayak kamu bisa menangis juga ternyata,"
Aku menoleh dan ternyata Reno sudah berdiri disampingku,aku tak menghiraukan dia dan tetap menangis.
"Yang sudah terjadi jangan ditangisi,jadikan itu semua kenagan yang indah dan membuat kita lebih hati hati lagi dalam bertindak dan memilih,"
"Kenapa seh selalu aja ada kamu,jangan jangan kamu ngikutin aku ya,"
"Gak sah ke ge eran,sapa juga yang ngikutin situ,noh rumahku didepan sana,dan merusak pemandangan aku saja untuk ngopi?"
"Emang itu rumah kamu salah sendiri lihatin aku,"
"Bukan,rumah orang tuaku hehe gimana gak lihat kamu karena kamu pas tuh didepan rumah aku,"
"Dasar nyebeliinnnn,"
"Loh kok nyebelin seh,kan benar memang rumah orang tuaku,aku belum bisa membangun rumah,"
__ADS_1
"Emang kamu mau membangun rumah sendiri,lalu orang tuamu gimana jika kamu tinggal sendiri, "
"Ya aku akan membangun rumah tangga bersamamu nanti,,eeeaaaaaa,"
Aku melotot ke arahnya"Apaan gak jelas,aku nanya serius kamu jawabnya gombal,"
"La aku juga jawab seerius loh,"
"Gak lucu,"Aku beranjak berdiri dan menghampiri tukang es krim.
"Choco vanila dua pak,"Belum aku berbicara sudah disambar sama Reno dan benar lagi kalau aku mau pesen itu.
"Kok kamu tahu kalau aku mau memesan itu,"
"Tahu lah,makanan kesukaan kamu aja aku tahu hehe,"
"Issshh lebay,gak percayaaaa,"
"Nasi goreng pedas,gado gado super pedas tanpa lontong,"Aku melongo benar itu semua makanan favorit aku.
"Kamu dukun ya kok bisa tahu semuanya kita kan baru kenal,"
"Aku jugaa gak tahu,semenjak aku habis kecelakaan dan koma aku jadi kayak gini serasa deket ma orang padahal aku gak kenal orang itu,dan salah satunya kamu,"
"Aneh,"
"Kok aneh seh,istimewa dong,"
"Idih istimewa darimananya,"
"Dari hatinya untukmu lah hahah,"
"Gak jelas,oh ya makasih ya udah ditraktir kalau gitu aku mau pulang dulu,"
" Eh tunggu jangan maen tinggal aja,"
"Lah mau ngapain lagi,kan rumah kamu disini,"
"Ya tahu tapi itu,eemm apa boleh aku minta no kamu,"
"Buat apaan aku gak punya no,emang aku bandar togel hahaha,"Aku tertawa sengaja meledek dia.
"Hahaha bisa aja kamu,aku serius,"
"Laen waktu saja,aku buru buru,byeee,"Aku meninggalkan Reno lagi tanpa memberi tahu dia no ponselku.
__ADS_1
Aku mengendarai motorku pulang,aku senyum senyum sendiri mengingat obrolan singkat ku tadi bersama Reno.
Malam ini aku akan membuat surat pengunduran diriku,sedih harus berpisah sama kak Ros dan teman teman yang laen,tetapi ini sudah menjadi keputusan aku,semoga ditempatku nanti aku cepat mendapat pekerjaan lagi.