
Selesai beres beres kami makan bersama,makanan sudah disiapkan sama mang Asep dan istrinya jadi kita tinggal makan deh.
Aku sangat menikmati liburanku,,mendapat pacar baru dan juga diajak jalan jalan kemanapun aku minta,rasanya seperti Ratu saja.Selama lima hari disini kami sangat menikmati jalan jalan,shoping,ketempat aksesoris pokonya gak ada yang terlewatkan.
Reno sangat memanjakan aku,apapun yang aku minta dia membeli kanya,aku sangat beruntung memiliki kekasih seperti Reno,berbanding terbalik dengan kak Tristan dulu.
Hari ini adalah hari terakhir kami berlibur kita semua telah selesai beres beres dan menata semua yang kami beli disini dan tak lupa juga oleh oleh buat keluarga.
"Ra udah selesai semua barang bawaan kamu,"Tanya Reno.
"Udah Ren,semua udah aku masukin gak ada yang ketinggalan kok,"Jawabku sambil menunjukkan koperku yang sudah penuh.
"Ok baguslah,ikut aku sebentar yuk kesana,"Reno menunjuk kebun teh.
"Mau ngapain?"
"Udah ikut aja bentar,"Reno menarik tanganku dan akupun pasrah hanya mengikuti dia.
Sampai dikebun teh ternyata Reno sudah menyiapkan tempaat yang romantis,aku sangat terharu sekaligus terkejut,kapan dia menyiapkan semua ini.
"Masyaalah ini semua kamu yang nyiapin Ren?".
"Iya,emang siapa masak mang Asep hehe,,gimana kamu suka?".
"I iya suka banget,makasih ya Ren,"Aku memandang Reno dan memeluknya Reno juga membalas pelukan aku.
Kami masih berpelukan,Reno lalu melepaskan pelukan aku dan memandang aku,kedua tanganya menangkup pipiku.
__ADS_1
"Ara,,jadilah istriku untuk yang pertama dan terakhir,,aku gak bisa berkata romantis tetapi apa yang aku ucapkan itu tulus dari dalam hatiku,aku sangat mencintaimu semenjak pertama bertemu kamu tetapi aku takut untuk mengungkapkan perasaan ini,dan sampai hari ini aku berani menyatakan cintaku dan kamu mau menerima cintaku ini aku sangat sangat bahagia,aku akan menjadikan kamu Ratu dihatiku Ra,"Reno duduk dengan memberiku sebuket bunga.
"Reno,,hiks hik makasih kamu udah mau menerima aku apa adanya,aku juga mencintai kamu Ren,makasih udah sabar menghadapi aku selama ini,".
"Kok nangis,"
"Ini aer mata bahagia Ren,"Aku kembali memeluk Reno.Sore itu menjadi sore yang indah dan yang paling bersejarah dihidup aku,dikota B aku mendapatkan cintaku.
"Sekarang kamu tutup mata,"
"Mau ngapain,"
"Udah tutup aja dulu jangan dibuka jika aku belum menyuruh membuka,"
"Iya,"Aku memejamkan mata dan Reno sepertinya memberiku sesuatu,dia lalu memasangkanya dileher aku.
Akupun membuka mata ku dan betapa kagetnya,ternyata benar Reno memberiku sebuah kalung yang sangat indah.
"Ren ini,"Aku gak bisa berkata apa apa lagi.
"Iya itu buat kamu,kamu cantik jika memakai kalung itu,"
"Makasih ya Ren,"
"Gak usah makasih terus sayang,"
Cup,,Reno mencium bibirku sesaat kami hanya saling diam tapi lama lama ciuman itu berubah menjadi *******,kami menikmati ciuman ini kita saling bertukar saliva,,untuk sesaat kami hanyut dalam ciuman mesra sampai kami kehabisan nafas Reno melepaskan pagutan kami.
__ADS_1
"Hah,hah Renoooooo,"Aku mendorong Reno.
"Hehe maaf habis bibir kamu manis,"
"Issh apaan seh aku kan malu,"
"Gak sah malu Ara,udah yuk balik nanti kita dicariin Nala sama Lia,"
"Iya Ren,kita langsung pulang kan sore ini,"
"Pengenya seh nginep berdua sama kamu,"Reno berbisik ditelingaku.
"Reennnn,"Aku melotot kearahnya dan dia hanya tertawa.
Dan benar saja sampai di vila mereka sudah menunggu dan mengomel ngomel karena kelamaan nunggu kami.
"Kalian darimana seh?Jadi pulang gak ne kita?".
"Jadi dong,"
"Ya neh sampe jamuran nunggu kalian pacaran melulu,"Gerutu Lia.
"Hehe Iya maafkan kami,udah yuk berangkat nanti keburu malam,"Ajakku pada mereka.
Kami berpamitan kepada mang Asep juga istrinya setelah itu kita kembali pulang.Udah gak sabar pengen ketemu ibu juga paman dan Elisa.
Seperti biasa diperjalanan kami tertidur kecuali Reno,dia menyetir sendiri tanpa ada teman ngobrol.Tahu tahu kami sudah sampai dirumah.
__ADS_1