
"Tiba dikamar aku lalu mandi dan berganti pakaian santai dan rebahan dikasur sambil bermain ponsel,aku teringat belum selesai membaca buku diari mas Aldo,aku kembali mencari buku itu dan membacanya lagi,,ada kisah kami yang lucu yang tak luput dari tulisan dia.Dilembaran berikutnya ada sebuah puisi atau memang curahan hati dia aku kembali meneteskn aer mata membaca tulisan tersebut.
Aku akan selalu mencintaimu walaupun saat ini mustahil aku memilikimu.
Aku akan selalu menyayangimu walau aku tahu ragamu tak bisa ku miliki.
Kamu akan tetap menjadi penyemangat aku walau semesta berkata cinta kita terlarang.
Jangan pernah tinggalkan aku karena bersamamu aku merasakan kenyamanan.
Aku mencintai seseorang yang saat ini gak bisa aku miliki.
"Hiks hiks ternyata cinta kamu sama aku sedalam itu mas,,seandainya aku tahu aku gak akan berharap sama penghianat itu,,maafkan aku mas Aldo,"Gumamku sambil menangis.
Aku kembali menutup buku tersebut rasanya gak sanggup untuk membaca lagi,aku memutuskan untuk mencuci muka dan menemui ibu membantu membuat kue.
"Bu dapat pesanan banyak lagi ya?"
"Lumayann nak,,tapi ini tinggal sedikit semalam ibu sudah membuatnya setengah,"
"Jangan difrosir bu tenaganya kalau emang banya pesanan mending cari bantuan bu,"
"Ya nak,ibu masih sanggup ko,kamu selalu doain ibu ya selalu sehat,"
"Pasti bu,,aku bantu bu?"
__ADS_1
"Gak usah ini ibu sudah mau selesai,kamu masak ikan sana aja Ra,nanti malam pamanmu sampai lo,"
"Ya bu"Aku berjalan menuju dapur dan mulai membersihkan ikan setelah itu membuat bumbu dan memasaknya,dari SD aku memang sudah diajari ibu memasak jadi aku tidak akan sulit buat memasak sendiri.
Sekitar setengah jam aku sudah selesai memasak dan menatanya di meja makan,setelah semua beres aku bergegas mandi dan siap siap makan malam bersama tinggal menunggu paman.
"Araaaaaaaaaa,,where are youuuuu,"Elisa teriak teriak memanggilku.
"Yaaa ampun itu anak suara cempreng gitu ngapain seh teriak teriak,"Gerutuku dan beranjak membuka pintu kamarku.
"Hae Ra,,aku kangen ne,"
"Biasa aja kali,aku gak tuh,"Pura pura sewot.
"Iihhh kok gitu seh Ara,,aku kan calon bibimu lo,"
"Lama ya kita gak kayak gini,"
"Sini duduk El,ya udah lama kita gak bisa ngrumpi ya El,"
"Ya Ra kangen ngumpul kayak dulu lagi,"
"Kayaknya gak bakalan bisa deh El,kamu bentar lagi merid sama paman,sedangkan Tika gak tahu gimana kabarnya sekarang,"
"Tika juga mau merid lo sama Heri,,tapi kayaknya duluan aku seh,"
__ADS_1
"Wooww benarkah,,heemm tinggal aku ne yang bakal jadi jomblo,"
"Makanya move on dong cari yang laen gitu jangan pilih pilih kenapa,"
"Yang pilih pilih siapa El,belum ketemu jodohnya aja kali".
"Kan yang naksir kamu banyak Ra,tinggaal comot satu hehe,"
"Dasar oon,emangnya makanan maen comot aja,"
"Hehe habisnya kamu lama seh,"
"Yang namaya cari pasangan itu harus jelas,,apa lagi kan aku punya pengalaman gak enak El,,rasanya sulit untuk cinta lagi,sekalinya mulai cinta ehh ditinggal pergi,"
"Jadi kamu sudah mulai cinta sama si Beni Beni itu Ra?"
"Ya El,tapi sayang dia menderita kanker dan saat ne dia berobat ke luar negeri,dia gak mau melanjutkan hubungannya denganku karena gak mau bikin aku sedih dan repott,"
"Duuhh so sweet banget seehhh,tapi kasihan ya Ra,,sedang sayang sayangnya malah sakit,"
"Ya El,padahal perjuangan dia selama ini sangat berarti banget buat aku,aku belum sempat membalas semuanya tapi Tuhan malah memberi cobaan seberat itu,"
"Yang sabar ya Ra doain aja buat dia,,Suatu saat pasti ada kok cinta yang tulus sama kamu,"
"Amiinn ya El,doain ya,"Aku kembali berpelukan sama Elisa.
__ADS_1
Malam itu kami saling curhat satu sama laen,,setelah selesai makan malam Elisa pamit pulang diantar paman tentunya.
Aku termenung sendiri dikamar merataapi nasib percintaanku yang tak semulus orang orang diluar sana.Entah kapan aku menemukan cinta sejati itu.