Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Bahagia


__ADS_3

Aku sudah selesai mandi dan aku lupa membawa baju ganti,mau gak mau aku keluar dengan berbalut handuk saja.Aku membuka pintu sedikit dan mengintip Reno,ternyata dia sedang rebahan dikasur perlahan lahan aku keluar.


"Sayang kamu udah selesai mandi.?"Tanya Reno yang terus memperhatikan aku.


"Iya Ren,kamu gantian mandi ya,"Aku menunduk malu.


"Baiklah,"Reno beranjak bangun akan ke kamar mandi,tiba tiba dia berhenti didepanku dan menatapku.


"Kok lihat aku kayak gitu,cepetan mandi,aku kan malu,"Aku kikuk sendiri.


"Kenapa malu hem,kita kan udah sah sayang,"Reno memegang pipiku seketika aku menegang antara malu dan deg degkan.


"Hehe iya seh,"Reno terus menatapaku lama lama dia mendekatkan bibirnya ke bibirku,dia menciummku,awalnya hanya ciuman biasa lama laama ciuman itu menjadi pagutan tangan Reno turun kebawah dan melepas handukku awalnya aku menolak tapi aku sadar Reno suamiku,Reno meremas kedua bukit kembarku dia terus menciumiku dengan nafsu.


Kita sudah berada diatas kasur dengan sama sama sudah telanjang,Reno dengan rakusnya memainkan dan menyedot putingku,aku melenguh keenakan.


"Sayang apa kamu sudah siap?"Tanya Reno padaku.


"Iya yang,tapi pelan pelan ya,"Aku menutup wajahku karena malu.


Tanpa aba aba Reno lalu memasukkan rudalnya ke lubang ku,dan aku menjerit kesakitan ternyata benar sakit,aku menangis,Reno menghentikan gerakanya dan menenangkanku dia mulai menciumku kembali setelah aku sudah rilek,dia mulai menggoyang goyangkan pinggulnya dan ternyata rasanya enak tidak menakutkan seperti apa yang Elisa bilang.


Malam ini menjadi malam panjang bagi aku dan Reno,sudah beberapa kali kami terus melakukan hubungan suami istri sampai aku kelelahan dan tertidur dipelukan Reno.


Suara kokok ayam membangunkan aku,rasanya badanku pegal pegal semua,aku membuka mataku ternyata aku masih tidur dipelukan suamiku ku tatap wajahnya yang teduh,ternyata saat tidurpun dia sangat tampan.

__ADS_1


"Mau lagi ya,"Goda Reno tiba tiba membuka matanya.


"Ihh apaan seh,semalam aja udah berapa kali aja,lemes ne badan pegel pegel semua,"Pura pura cemberut.


"Terus kenapa ngelihatin aku begitu?"Sambil membelai rambutku.


"Aku seneng bangun tidur masih ada kamu Ren,makasih ya sudah mau menjadi suami buat aku yang urakan gini,"Bersandar pada dada bidang suamiku.


"Sama sama sayang terima kasih juga kamu sudah mau menjadi istri aku,mau menerima aku apa adanya,aku janji akan selalu membahagiakan kamu,"


""Makasih sayang,"Reno mencium keningku aku lalu menarik selimutku karena aku akan mandi.


"Sshhhh sakittt,"Rintihku.


"Sakit yang,aku mau turun mandi,"Jawabku manja.


"Kamu tunggu disini sebentar ya,"Reno lalu menuju kamar mandi sekitar lima menit dia kembali dan langsung membopongku menuju kamar mandi.


Reno menurunkanku di bathup kamar mandi ternyata dia menyiapkan aer hangat untukku.


"Makasih Ren,"Aku memeluknya.


"Iya sama sama sayang,kamu berendam dulu biar sakitnya reda baru mandi ya aku mau keluar dulu ini teman kerjaku datang kesini nanti kamu nyusul ya keluar,"Sambil menoel pipiku.


"Iya"Aku lalu berendam setelah rileks aku terus mandi dan memakai sabun untuk membersihkan seluruh tubuhku.

__ADS_1


Dua puluh menit aku selesai mandi dan terasa lebih segar dan rilek,tidak sesakit tadi aku lalu berganti pakaian dan merias wajahku sedikit lalu menuju ruang tamu aku penasaran siapa tamu dari Reno.


"Ehm ehm pengantin baru jam segini baru keluar kamar berapa ronde semalam Ra,"Ledek paman juga bapak.


"Isshh kalian apaan seh,diem,"Jawabku ketus.


"Hahaah biasa aja kali Ra,kamu kok bisa jalan seh Ra dulu aku sama mas Heru sampai gak bisa jalan,"Cerocos Elisa dengan polosnya ya ampun itu anak gak ada malu malunya apa ya?


Semua orang yang ada disitu tertawa dengan omongan Elisa.Ternyata yang datang teman kantor Reno,aku lalu menyiapkan minum untuk mereka.


...----------------...


Hari hari aku lalui sangat bahagia tak terasa sudah tiga bulan aku menjadi seorang istri,Reno selalu memanjakan aku apapun yang aku mau selalu dia turuti,aku dan Reno memilih tinggal sendiri karena Reno sudah memberikan aku sebuah rumah,awalnya ibu tidak setuju karena ibu hanya tinggal sendiri tetapi sekarang Elisa dan paman sudah tinggal bersama ibu karena paman mendapat pekerjaan diluar kota,dan ibu membantu merawat anak Elisa dan paman.


"Hoek hoek,"Aku muntah muntah pagi ini badan rasanya lemas dan pusing.


"Sayang kamu kenapa?"


"Enggak tahu yang,badanku lemes dan pusing mual terus,"Jawabku lesu.


"Kita berobat yuk kamu pucet banget sayang?"Ajak Reno.


Aku hanya menurut karena sudah tak kuat lagi,sampai dirumah sakit aku lalu diperiksa dan kata dokter aku hamil,betapa bahagianya aku dan Reno kami bersyukur mendapat kepercayaan secepat ini untuk menjadi seorang ayah dan ibu.


Kami lalu memberi kabar bahagia ini kepada seluruh amggota keluarga aku juga keluarga Reno,kami semua sangat bahagia Reno semakin posesif terhadapku semenjak tahu aku hamil aku sangat bersyukur memiliki suami seperti dia semoga kebahagiaan kami sampai tua nanti.Tika juga sudah menikah seminggu yang lalu,Erna juga sudah melahirkan kami semua sudah memaffkan Erna dan kak Tristan.Mereka sekarang tinggal dikota Y,sesekali juga pulang menjenguk ibunya disini.

__ADS_1


__ADS_2