
Sore itu Reno benar benar menjemput aku ditoko,aku tak bisa menolak lagi,aku masuk kedalam mobil Reno sedangkan mang Udin sudah melaju membawa sepeda motorku.
"Sayang mata kamu kok sembab,kamu habis nangis ya?"
"Enggak kok,cuma kelilipan aja,emang kelihatan ya?"Aku beeusaha menutupi dari Reno tetapi sepertinya dia tidak percaya sama aku.
"Kamu bohong,gak mungkin kelilipan bengkak gitu,kenapa,apa ada yang jahatin kamu,cerita sama aku,kita kan pasangan kalau ada apa apa cerita sama aku,jangan kamu pendam sendiri?"
"Iya Ren,maaf,"Akhirnya aku menceritakan semuanya ke Reno,,dia kelihatan sangat marah,tetapi berusaha menutupi juga dari aku.
"Biarkan saja orang seperti itu,hidupnya gak bakal tenang Ra,apa lagi dia memgambil apa yang bukan milik dia pasti gak akan bahagia,"
Sepanjang perjalanan kami asik berbincang bincang sampai tak terasa sudah didepan rumah.
""Gak terasa ya Ren kita udah sampai aja,"Aku melepas seat belt dan keluar dari mobil begitupun reno.
"Ya kan kita sambil ngobrol jadi gak kerasa,"
"Ayok masuk dulu,sekalian kita makan malam yuk,"
"Baiklah,"Renopun menuurut dan masuk kedalam rumah,disana sudah disambut paman Heru dan Ibu.
"Kalian makin lengkeet aja,cepetan halalin Ren keburu di duluin orang lo,"
"Paman apaan seh datang datang nyamber aja,"
"Hust kamu diam aja Ra,ini urusan laki laki,"
"Urusin aja tuh Elisa yang lagi ngidam gak usah repot repot ngurusin aku,"
"Dia udah aman lihat drakor suaminya dicuekin,"
"Haha kasihan banget seh,"Ara tertawa terpingkal pingkal,Reno menatap aku tanpa berkedip.
"Baru hari ini aku melihat kamu tertawa selepas itu Ra,"Batin Reno.
"Sudah sudah kalain ini kalau bersama selalu saja berantem lihat tuh Reno sampai bengong lihat kalian,"Lerai Ibu.
"Ahh Reno biasa aja kali Ren lihatnya,Ara jika sudah sama aku kumat tuh stresnya,"Sambung paman.
"Enak aja,paman yang mulai,"
"Gak apa apa paman,saya saja gak bisa membuat Ara tertawa selepas tadi,"
"Halah gampang Ren,nanti aku kasih tahu caranya,"Paman berbisik kepada Reno.
"Paman gak sah mulai deh,gak sah didengerin Ren,"
"Ra kamu mandi sana dulu biarkan Reno ngobrol sama Pamn kamu,habis mandi bantu ibu masak ya?".
"Iya bu siap,"
Aku lalu berpamitan sama Reno,dan berjalan ke kamar,setelah itu aku akan membantu ibu memasak.
Sekitar satu jam masakan sudah tersaji rapi dimeja makan saatnya memanggil paman juga Reno,malam ini kita makan berempat karena Elisa dirumah ibunya kata dia kangen pengen tidur sama ibunya,dan mau gak mau paman mengijinkan untung ada Reno disini kalau enggak sudah galau paman.
__ADS_1
Saat tengah asik makan malam,ada suara ketukan pintu,dan aku yang pergi membukakan pintu ternyata Tika yang datang aku langsung mengajak Tika makan malam bersama.
"Malam tante,paman,"Tika beralih menatap Reno dan nampak terkejut.
"Malam juga Tika,sini nak makan bersama,"Ibu mengajak Tika makan malam bersama.
"I iya bu silahkan saya sudah makan tadi,saya menunggu di depan saja bu,"
"Ayolah Tik,gak apa apa,katanya dia bos kamu kenapa gak kamu sapa,"Bisikku pada Tika dan dia melotot kearahku.
"Malam pak Reno,"Tika nampak malu menyapa Reno secara kan dia bosnya.
"Malam juga Tika,silahkan gak usah malu kita makan bersama saya juga tamu disini,".
"Loh kalian saling kenal?"Tanya ibu.
"Iya bu,pak Reno ini bos saya dikantor,"Jawab Tika.
"Waahh nak Reno ternyata seorang bos,"
"Emangnya ibu gak tahu?".
"Gak Tik,ibu gak tahu,"
"Ah ibu,biasa saja bu,Tika saja yang melebih lebihkan,"
"Kita makan dulu aja nanti dilanjut ngobrol lagi"Sambung paman.
Dan kamipun makan malam bersama,setelah selesai kami ngobrol diruang tamu,Reno juga mengutarakan niatnya akan mempercepat tanggal pertunangan kita,dan ibu juga setuju.
"Iya pak,dan Ara ini yang paling bawel diantara kami pak,"
"Jangan panggil pak,ini kan diluar panggil Reno saja,"
"Tapi kan gak enak pak,"
"Udah seh Tik biasa aja,kita semua kan sama,ya gak Ren,"
"Iya sayang,"Reno mencubit pipiku tanpa malu ada Tika.
"Ihh Reno kebiasaan deh maen cubit cubit aja,kan sakit!!"Aku pura pura cemberut sambil memegangi pipiku.
"Gitu aja ngambek,gak pantes tauk kamu cemberut gitu,"
"Bodo,"
Setelah drama panjang antara aku dan Reno,sampai aku melupakan ada Tika disampingku diapun hanya senyum senyum dan terus meledekku.
"Tik besak kamu gak usah masuk kerja,ajak Ara ke butik yang biasa saya datangi,kamu tahu kan?".
"Iya pak,eh Ren,yang didekat kantor itu kan?".
"Iya disana,bilang saya yang akan bayar kamu pesan saja gaun yang terbagus disana sekalian sama jas saya,"
"Baik Ren,"
__ADS_1
"Reen gak usah berlebihan deh,biasa aja dong,"
"Gak apa apa lah Ra kamu itu akan menjadi tunanganya bos besar lo,masak biasa aja,"
"Y kan yang bos dia bukan aku,"
"Udah sayang kamu nurut aja sama Tika ya,aku mau kamu tampil istimewa buat aku,gak boleh nolak,"
"Iya,"Mau gak mau tetap harus nurut jika begini,belum apa apa udah deg degkan aja ne aku.
Acara pertunangan kami akan diselenggarakan dua minggu lagi,semua keluarga sudah setuju terutama bapak,dia yang paling senang karena dengan begini bapak akan kembali ke kota T.
Pagi menyambut,aku sudah bangun dan menuju dapur membantu ibu memasak,hari ini aku ijin sama mbak Hana jika gak masuk kerja karena akan membeli gaun bersama Tika.
"Buk aku nanti sarapan diluar aja ya,gak keburu soalnya takut rame butiknyaa bu kalau siang siang,".
"Iya nak terserah kamu saja,"
"Kalau gitu aku siap siap ya bu,masaknya kan udah selesai,"
"Iya sayang,sudah sana kamu mandi dulu,"
Aku menuju kamar dan mandi,selesai mandi aku berangkat kerumah Tika,sampai disana ternyata Tika sudah stanbay di teras tetapi ada yang membuat aku terkejut karena ada mobil Reno disana,ngapain dia pagi pagi kesini batinku.
"Udah lama nunggu Tik?"
"Belum baru aja kok,pasti kamu kaget ya ada mobil Pak Reno?"
"Hehe kok kamu tahu seh,"
"Ekspresi muka kamu itu gak bisa bohong tauk,tenang aja Reno gak ada disini kok,hanya mobilnnya saja dia minta aku anter kamu pake mobil dia gak naek motor karena jauh".
"Loh kok dia gak bilang sama aku,terus siapa yang nyetir,apa ada mang Udin didalam,"
"Enggak ada,ya aku yang nyetir Araaa,"
"Ha,,,kamu!!!emang kamu bisa nyetir Tik?"Tanyaku kaget karena setahuku Tika tidak bisa nyetir mobil.
"Hadeehh Ara,Ara,kamu itu kemana saja gak tahu aku bisa nyetir Elisa aja tahu,"
"Beneran Tik aku gak tahu Elisa juga gak ngomong,"
"Owwh pantes,udah yuk berangkat nanti aku ceritain dimobil aja gimana aku bisa nyetir,"
Aku masuk kedalam mobil Reno dengan Tika yang menyetir,diapun menceritakan awal mula bisa nyetir mobil,sekitar duapuluh lima menit kami sampai disalah satu butik ternama dikota ku.
"Waah butiknya bsnar benar bagus ya Tik,"
"Iya lah Ra,namanya juga Butik besar para artis juga bos,bos seperti Reno,ayok masuk,"Tika mengajak aku masuk kami disambut baek oleh pegawai butik.
Ternyata sampai disana kami langsung dibawa menemui manager butik dan dia memberiku sebuah gaun yang sangat bagus untuk aku pakai,apa pas atau pantes gak buat aku.
Aku keluar dengan memggunakan gaun tersebut,Tika dan manger tersebut gak berkedip memandangku kata mereka aku sangat pas,dan pantas memakai gaun ini.
..
__ADS_1