
Ibu dengan mamanya mas Aldo tengah asik mengobrol sedangkan aku masih menyuapi bubur mas Aldo.
"Aaahhhhh kenyang Ra,masakan kamu ternyata enak Ra,mkasih ya Ra,"Ucap mas Aldo tulus
"Ya sama sama mas,eeemm mas aku mau ngomong tapi sebelumnya minta maaf ya,"
"Kamu mu ngomong apa Ra sampai minta maaf duluan segala,"Mas Aldo memegang tangaanku,
Aduh kok aku gak tega ya mau ngomong,kenapa jadii gak karuan gini ya hatiku,aku kenapa seh,baattinku
"Hei kok malah bengong,"Mas Aldo mengelus pipiku
"Eh gak mas,"Aku kikuk sendiri
"Katanya mau ngomong,"
"Mas a aku gak bisa nemenin kamu terapi,ijazahku sudah keluar dan sudah aku ambil,aku berencana akan bekerja dluar kota tempat bapak seperti apa yang dulu aku pernah bilang sama kamu mas,aku harus secepatnya berangkat karena kata bapak ada lowongan disana,"Aku menunduk
Kami hanya saling diam beberapa menit entah apa yang difikirin mas Aldo.akupun tak berani menatap dia.tapi tiba tiba tangan mas Aldo menangkup kedua pipiku.
"Wujudkan impian dan cita cita kamu Ra,aku hanya bisa mendukung kamu dari jauh,maafkan aku jika aku udah membebani kamu selama ini dengan merawat aku,,aku sangat sangat berterima kasih sama kamu Ra,"Mas Aldo menatapku(Duh kok aku jadi deg deg kann gini seh,ya ammpuunn gak mungkin kan aku jatuh cinta sama dia)
"Aku merawat kamu karena kemauan aku sendiri ko mas,kamu udah nyelametin nyawaku waktu itu,ini gak sebanding dengan apa yang kamu lakuin buat aku,tiba tiba aer mataku jatuh,"
"Kok malah nangis seh,dasar cengeng,"Mas Aldo menoel hidungku
"Maasss kebiasaan deh,"Mendengus kesal
"Haha lagian kamu nggemesin,"Mas Aldo tersenyum padaku
"Ihh apaan seh mas,"Aku tersenyum
"Nah gitu dong tersenyum kan cantik,jangan nangis,Ra aku juga mau berobat ke Singapura untuk terapi kakiku jadi kamu tidak perlu merawatku lagi oke,"
"Benarkah mas,jadi rencana tante beneran mau bawa kamu keluar mas?"
"Ya Ra,biar kamu juga bisa mewujudkan impian kamu,"
"Makasih ya mas,"Aku langsung memeluk ms Aldo
"Ehm ehm ehm,"Ibu dan mamanya mas Aldo berdehem,kami gelagapan dan malu sendiri,ibu mengajak aku pulang dan akhirny kamipun pulang,diperjalanan pulang lagi lagi aku melihat Erna dari ruangan dokter kandungan dan sepertiny ibuku melihatnya.
"Ra Ra itu bukanya Erna ya,kok ada disini bukannya dia dirumah neneknya ya,"Tanya ibuku
"Gak tahu bu aku udah dua kali ini memergoki dia kedokter kandungan,ibu inget gak pas aku nanya nanya soal mamanya Erna waktu itu?"
"Ya nak ibu ingat,"
"Nah aku itu lihat dia daari sini bu makanya aku tanya tanya ke ibu,"
"Ya sudah nak biarkan saja,kita jangan ikut campur,"
"Apa jangan jangan dia hamil ya bu,"
"Huss jangan ngomong sembarangan Erna kan belum menikah nak dan setahu ibu Erna gak pernah dekat dengan laki laki kecuali Tristan,"
"Deg,"ya juga yang dibilang ibu apa jangan jangan mereka melakukan itu,aahh aku mikir apa seh,batinku
"Udah yuk pulang keburu siang nak,"
Kami akhirnya pulang kerumah dengan rasa penasaranku,sesampainya dirumah aku sudah disambut dengan kedatangan Elisa.
"Tante,Ra pada darimana ini,"Elisa berdiri mengahmpiriku dan ibu
__ADS_1
"Ini nak dari menjenguk Aldo,sudah lama nak ?loh Heru mana?"
"Ada tante lagi mandi didalam,"
"Ya sudah kamu ngobrol sama Ara saja ya tante mau beres beres,"
"Baik tante,"
"El kekamar aku yuk ada yang mau aku ceritain,"
"Cerita apa Ra serius amat,"
"Udah ayok ikut aku,"
Sampai dikamar akupun mandi dulu dan setelah itu baru aku cerita ke Elisa.
"Cerita apa Ra,"
"Kamu tahu kabar Erna gak,"
"Ngapain kamu nanyain penghianat itu,"
"Jangan marah dulu El,aku itu udah dua kali memergoki Erna itu ke dokter kandungan tauk tapi aku gak sempat ngikutin dan ne tadi aku pulang juga lihat dia dari dokter kandungan lagi,ibu juga lihat,padahal ne ya setahu aku Erna kan dirumah neneknya semenjak aku dan kak Tristaan balikan,"
"What what yang bener Ra,jangan jangan itu orang Hamidun kali yaa,ihh amit amit, "Elisa terkejut dan hanya menebak nebak seperti aku.saat aku asik mengobrol ponselku berdering ternyata dari kak Tristan.
"Halo kak,"
"Halo dek,kamu lagi apa?"
"Ini lagi ngobrol sama Elisa kak,kenapa kak,"
"Nanti malam kita keluar yuk ada yang mau kakak omongin,"
"Ngomong apa kak,"Penasarn
"Oh oke kak,"
"Jam tujuh kakak jemput ya,"
"Ya kak,"Lalu kak Tristan mematikan sambungan tlf.
Cie cie yang mau diajak diner senyum senyum sendiri,goda Elisa
"Ah kamu El,,biasa aja kali,"
"Kami asik ngobrol berdua sampai ada yang mengetuk pintu kamarku,"
"Ra diluar ada tamu yang nyariiin kami tuh,
"Teriak ibu
"Siapa bu?"
"Ibu gak tahu cepetan kamu samperin ibu mau arisan,"
"Ya bu,"Sapa ya El tumben ada yang nyariin aku tapi ibu gak kenal.
"Ya udah seh samperin sana,"Elisa mendorongku keluar
Lalu aku keluar dan menuju ruang tamu tapi tamu itu gak ada,kemudian aku berjalan keluar untuk mencari orang itu,diluar berdiri seorang perempuan yah mungkin seusiaku juga,tapi siapa yaa?
"Ada yang bisa aku bantu,"Aku menyapa orang itu dan berbalik badan menatapku
__ADS_1
"Loh Karin,kamu sepupu Erna kan ayok masuk,"
"Kamu masih inget aku Ra,terimakasih disini saja ra aku cuma bentar,"
"Ada apa Rin,tumben kamu cari aku,oh ya gimana kabar Erna katanya dia tinggal sama kamu,"
"Erna baek ko sehat,hanya,ada masalah dan aku kesini mau nanya sama kamu,kan kamu temenan sama dia sejak SMP,"
"Emm mau tanya apa ya Rin?"
Lalu Karin mengambil ponsel dan membukanya,dia menunjukkan foto sama aku,akupun terkejut karena foto itu fotonya kak Tristan.
"Ra apa kamu kenal laki laki ini?"Dia laki laki brengsek yang sudah merusak masa depan Erna aku akan mencari dia untuk tanggung jawab dari perbuatannya.
Deg,seketika rasanya jantungku berhenti berdetak,apa jangan jangan apa yang aku fikirkan kemaren benar,aku sekuat hati menahan agar aer mataku tidak turun.
"Ke kenapa sa sama laki laki itu Rin,"Tanyaku tergagap
"Dia sudah menghamili Erna Ra,makanya dia kabur dan tinggal dirumahku dia gak mau tante tahu masalah kehamilan Erna,Erna memang tidak bicara sama aku kenapa lakuin ini dan mengambil tindakan bodoh untuk merawat bayi itu sendiri,apa kata orang coba punya anak gak ada bapaknya,makanya aku berniat mencari tahu dan aku menemukan buku diari Erna ada foto laki laki ini,"Penjelasan Karin
"Jeeeddduuuuaaaarrrrrr seketika hatiku hancur berkeping keping dunia serasa berhenti berputar saat aku akan jatuh Elisa menangkapku,"
"Ra Ra,kamu kenapa,kamu siapa ya dan kenapa Ara kayak gini,"
"Aku hanya mencari tau orang yang sudah menghamili Erna dengan bertanya pada Ara,"
"Coba lihat fotonya,"
"Ini,Karin menunjukkan foto itu,"
"Sudah ku duga dasar bajingan keparat,"Seketika Elisa marah dan mengata ngatai kak Tristan aku sekuat tenaga menjaga aer mataku tidak jatuh aku akan menanyakan ini nanti malam,aku gak boleh percaya begitu saja batinku.
"Erna sama laki laki ini penghianat dia sudah menghianati persahabtan kami,laki laki ini adalah pacar Ara mereka menjalani hubungan dibelakang Ara,daan gara gara mereka Ara,,,,,cukup El,aku bangkit dan mengambil nafas untuk bicara
"Aku hanya mantan laki laki itu,aku akan jamin laki laki itu bertanggung jawab pada Erna,aku akan bantu bicara sama dia,"Jawab Elisa dengan bibir bergetar menahan tangis.
"Karin memeluk Ara,terima kasih ya Ra,maafin aku,aku gak tahu kalau Erna yang salah disini,aku jugaa minta maaf atas nama Erna,"
"Ra kamu gila apa,,kamu mau melepaskan Tristan buat Erna,"Elisa terkejut
"Hussttt sudah El nanti aku jelaskan,,eemm sudah rin gak apa apa mungkin emang dia jodohnya Erna,"
"Kamu sungguh sungguh mulia Ra,rela mengorbankan kebahagiaan kamu demi sahabat yang tidak memperdulikanmu,"
"Ya sudah aku mau balik dulu Ra nanti kabari aku ya selanjutnya gimana,"Pamit Karin
"Sama sama Rin,"
Karin pergi meninggalkan rumahku dan akupun jatuh luruh kelantai menangis sejadi jadinya,aku merasa hidupku gak ada semangat lagi,hatiku hancur benar benar hancur.
"Kenapa kalian tega sama aku,kenapa kalian jahat sama aku,apa salahku sampai kalian tega melakukan ini padaku aaaaaaaaaaaaaa,,,,,,
Aku berteriak dan menangis,paman yang mendengar tangisanku berlari keluar .
"Ya Allah Ara kamu kenapa apa yang terjadi?"panik paman
"Mas kita bawa Ara kekamar dulu nanti aku jelaskan,"Ajak Elisa
Paman dan Elisa memapahku masuk kekamar ,sampai dikamar Elisa menenangkan aku.
"Yang sabar dan kuat ya Ra,aku tahu ini sangat berat buat kamu,tapi jangan sampai gara gara ini kamu juga hancur tunjukkan ke mereka kalau kamu bukan wanita lemah,Elisa memeluk Ara,aku baru kali ini melihat Ara serapuh ini,"
Elisa memberi kode paman Heru untuk keluar dulu,karena aku masih ingin menemani Ara.
__ADS_1
"Menangislah Ra tapi sehabis ini kamu haruasbangkit yah,aku gak tega lihat kamu seperti ini,"Jangan buang sia sia aer matamu sangat berharga,orang seperti mereka gak pantas kamu tangisi
"Hiks hiks hiks,apa salahku El kenapa mereka jahat sama aku,aku gak pernah menyakiti mereka,"