Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Balikan Lagi dengan Kak Tristan


__ADS_3

"Eh ada tamu,,lsudah lama nak Aldo,nak Hana,"Sapa ibuku.


"Sudah tante ini sudah mau pamit,tante dari pasar ya?"Tanya mas Aldo.


"Ya Al,jauh jauh kesini dianggurin,"


"Gak ko bu,ini Ara malah repot repot buat minum,"mbak Hana menimpali.


"Cuma aer saja nak,"


"Ini sudah cukup tante,yang penting Ara sudah sehat,"


"Tante kami pamit pulang dulu ya,"Pamit mbak Hana.


"Loh kok buru buru mbak ibu baru sampai,"Tanyaku.


"Ya Ra tadi toko rame Ra,takut yang laen kerepotan,"


"Kamu cepat pulih Ra biar bisa kumpul lagi ditoko,"Jawab mas Aldo.


"Iya mas,mbak secepatnya aku kerja lagi,"


"Jangan dipaksa kalau belum sehat bener Ra,"


"Ya mbak Hana terimakasih,"Aku memeluk mbak Hana.


"Mari tante Ra kami pamit,"Mereka berdua beranjak berdiri dan mencium tangan ibu.


"Ya nak hati hati terimakasih sudah menjenguk Ara,"


"Ya tante sama,"


Sepeninggal mereka aku membantu ibu didapur untuk memasak.


"Kamu gak istirahat sana Ra?"Tanya ibu.


"Bosen bu dikamar mulu,"

__ADS_1


"Ra apa masalah kamu dengan Tristan sudah selesai?"


"Belum bu,kak Tristan masih ingin bertemu dan menjelaskan sesuatu kepada aku bu,"


"Temui Tristan nak,dengarkan apa alasannya melakukan itu jangan hanya mendengarkan satu pihak terus kamu memutuskan hubungan,jangan sampai menyesal dikemudian hari,kamu sudah dewasa nak bisa melihat mana yang benar dan tidak,"Masehat ibuku.


"Iya bu aku akan menemui kak Tristan,"aku memang sudah menceritakan semuanya ke ibuku,awalnya ibuku marah tapi lama kelamaan ibuku mendukung apapun keputusanku asal aku bisa menjaga diri.


Saat asik mengobrol dengan ibu tiba tiba pintu diketuk,apa paman ya bu?tanyaku pada ibu.


"Gak mungkin pamanmu mengetuk pintu Ra biasanya nyelonong aja,"


Aku berjalan kedepan untuk membuka pintu,saat kubuka pintu aku terkejut ternyata yang datang kak Tristan.


"Assalamualaikum dek,"


"Walaikumsalam,masuk kak,"Tanpa melihat kak Tristan.


"Silahkan duduk,"Ibu menyusul keruang tamu.


"Eh Tristan,duduk Tris tante lagi masak didapur,"


"Eaah terimakasih Tris gak usah repot repot,"Ibu menerima keranjang buah itu.


"Gak repot tante,"


"Ra buatkan minum Tristan kamu kok diam saja,"Ibu memyenggolku.


"Gak apa apa tante gak usah repot repot saya kesini mau melihat keadaan Ara saja,"


"Gak repot nak aer saja,"


aku berlalu kedapur untuk membuatkan minum kak Tristaan.


"Ini kak diminum tehnya,"Aku menyodorkan teh dihadapan kak Tristan.


"Makasih dek,gimana dek kondisi kamu apa yang masih sakit,"

__ADS_1


"Seperti yang kamu lihat aku sehat,"


"Dek maafin kakak ya,kakak sudah menyakiti kamu,kakak sudah menghianati kamu kakak terpaksa dek melakukan semua ini,"


"Maksut kakak terpaksa gimana?selingkuh ko Kakak terpaksa,"


"Ada sesuatu hal yang gak bisa aku jelasin dek,tapi jujur dek aku masih mencintai kamu dari dulu sampai sekarang,rasa ini gak berubah dek,rasa ini tetap sama,tolong maafkan aku dek beri aku kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalhanku,"Mohon kak Tristan sambil berlutut dan memegang tanganku.


"Bangun kak jangan seperti ini nanti ibu lihaat,"


"Aku gak akan bangun sebelum kamu jawab,"


Aku melihat kemata kak Tristan memang tak ada kebohongan disana,aku melihat. kejujuran disana,akupun luluh dan memberi kesempatan untuk kak Tristan.


"Baeklah kak aku akan memberi kesempatan untuk kakak,jika kakak bohongi aku sekali lagi aku gak akan memberi kesempatan lagi ke kakak,"


"Benar dek yang aku denger ini,kamu memberi kesempatan kakak?"kak Tristan begitu senang.


"Ya kak,"aku mengangguk lalu kak Tristan memelukku,aku juga menangis,menangis bahagia.


"Dek kok kamu nangis?apa kakak kekencengan memeluk kamu,"


"Gak kak,aku bahagia kak,aku menataap mata kak Tristan begitupun sebaliknya.


ehm ehm


"Kami gelagapan,ternyata ibu yang berdehem,"


"Sudah baikan ini ceritanya,"Goda ibuku.


"Ah ibu,aku kann malu,"


"Ibu tidak akan melarang kamu pacaran lagi Ra tapi selalu ingat pesan ibu,"


"Iya bu,"


"Tristan jaga anak ibu jangan sekali sekali kamu menyakitinya jika kamu sudah tidak mencintainya lagi omogin baek baek kembalikan dia pada ibu,"Tegas ibu.

__ADS_1


"Iya baek tante saya akan menjaga Ara,terima kasih tante sudah memafkan saya dan memberi saya kesempatan,"Ucap kak Tristan tulus.


Kami mengobrol bersama ibu dan kak Tristan sampai sore tiba dan kak Tristan pamitan untuk pulang.


__ADS_2