Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Kecelakaan


__ADS_3

Aku terus berlari tak tentu arah tak memperhatikan jalan lari dan terus berlari sampai akhirnya ada sebuah mobil melaju kencang dengan membunyikan klakson tetapi aku tak menghiraukan dan tiba tiba.


bbrraaaaaakkkkk


Aku sepertinya tertabrak mobil,setengah sadar aku masih melihat banyak kerumunan orang,setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi,ditempat laen kak Tristan terus melajukan sepeda motornya sambil melihat lihat keberadaanku,kak Tristan melihat banyak kerumunan orang kak Tristan berhenti untuk bertanya kepada warga yang berlari lari.


"Pak maaf didepan ada apa ya? kenapa berkerumun,"Kak Tristan bertanya pada warga yang lewat.


"Itu nak didepan ada seorang gadis tertabraak mobil mau menghubungi keluarganya tidak ada identitas,"Bapak bapak itu menunjuk kedepan.


"Deg,jangan jangan batin kak Tristan panik,lalu kak Tristan berlari menuju kerumunan itu untuk melihat siapa yang tertabrak,setelah melewati kerumunan dan melihat yang tertabrak mobil kak Tristan berlari ke arah seorang gadis itu.


"Misi pak bu,,,,Ara,,Araaaaaaaaa,"Kak Tristan berlari memeluk gadis itu,yang ternyata aku pacarnya(Aku tergeletak bersimbah darah).


"Pak bu tolong panggilkan ambulan,"kak Tristan panik sambil menangis.


"Kamu kenal gadis ini mas?"Tanya seorang warga.


"Ya saya kenal pak dia pacar saya tolong panggilkan ambulan,"


Kak Tristan membawaku kerumah sakit terdekat,lalu aku masuk UGD kak Tristan sangat bersalah kepadaku dia tak sedetikpun meninggalkan aku sampai aku diperiksa dokter,dokterpun keluar dari ruangan.


"Keluarga pasien?"Dokter keluar.


"Ya saya dok,"Kak Tristan mendekat ke dokter itu.


"Maaf mas apa anda keluarga korban?ada yang mau saya sampaikan ini darurat,"Dokter terlihat kawatir,dari arah belakang ibu dan pamanku datang bersama Erna juga ya,sebelumya kak Tristan mengabari Erna untuk menyampaikan kepada keluargaku kalau aku kecelakaan.


"Mari pak ibu ikut saya keruangan saya sebentar,"Dokter sambil berjalan keruanganya.


"Mari dok,"Jawab paman lalu mengikuti langkah dokter itu.


"Kak apa yang terjadi kenapa bisa sampai kayak gini?"Erna bertanya ke kak Tristan.


"Semua salahku dek,salahk,!"Kak Tristan lesu merasa bersalah sambil menangis.


"Jangan menyalahkan diri sendiri kak,ini musibah,"Erna menenangkan kak Tristan.


"Kalau aku tidak marah marah dan egois semua gak akan terjadi laki laki itu benar, Ara benar benar tulus cinta sama aku,dia sudah punya tunangan dek,dia sudah punya tunangaan,kita sudah salah paham sama Ara kita udah salah dek salah,"Kak Tristan menggunjang tubuh Erna yang diam seribu bahasa.


"Puas kalian,puass!!!"Tiba tiba Elisa dan Tika datang.


"Ngapain kalian penghianat disini pergi kalian!seneng kan lihat Ara kaya gini,terutama kamu Er sahabat macam apa yang tega menusuk temannya dari belakang,"Tika melotot kearah Elisa.


"Cukup ini bukan salahku,aku gak bermaksud menyakiti Ara rasa ini tumbuh begitu saja aku sudah berusaha melupakan kak Tristan,tapi aku gak bisa dimana salahku? bukan aku yang memberi rasa ini,"Jawab Erna membela diri dengan tergugu.


"Cowok diluar sana banya Er gak cuma kak Tristan kalau kamu gak kegatelan gak mungkin kak Tristan mau sama kamu,"Jawab Elisa gak kalah emosi.


"Sudah sudah cukup aku yang salah disini,"Salahkan aku pukul aku kak Tristan melerai.

__ADS_1


"Tante paman gimana Ara?"Tika menghampiri ibu dan paman yang baru keluar dari ruang dokter.


"Ara banyak mengeluarkan darah,dia butuh donor darah secepatnya masalahnya stok darah disini habis yang cocok sama golongan darah Ara cuma bapaknya tapi dia dluar kota,"Jawab paman heru dengan lesu.


"Ara Her gimana sama Ara hiks hiks hiks,"Ibu menangis dipelukan paman.


"Maaf tante paman kalau boleh taahu golongan darah Ara apa?"Tanya kak Tristan.


"Maaf apa tante punya alamat bapaknya Ara biar saya jemput untuk kesini tante yang penting tante kabarin dulu tentang kondisi Ara,"Usul kak Tristan.


"Gak perlu saya bisa mendonorkan darah saya tante kebetulan golongan darah aku sama,"Mas Aldo tiba tiba muncul.


"Alhamdulilah,"Jawab kami serempak.


"Benar nak Aldo mau mendonorkan darahnya untuk anak tante?"Tanya ibuku memastikan.


"Iya tante,seharusnya saya yang mengantar Ara tadi,kalau saya mengantarkanya dia tidak jadi begini,"Mas Aldo menunduk sedih.


"Ini musibah Al gak ada yang tahu,"Jawab paman.


Paman lalu mengajak mas Aldo menemui dokter untuk segera melakukan tranfusi darah karena mengingat kondisi aku semakin kritis.


Setelah 2jam kondisiku belum membaek,dokter semakin dibuat tegang dengan keadaan aku lalu dokter keluar dari ruang rawatku.


"Maaf apa disini ada yang bernama Tristan?"Tanya dokter.


"Sa,,saya dok,"Kak Tristan berdiri,Tika dan Elisa menatap dengan benci.


"Mari ikut saya pasien tadi sebelum koma sempat menyebut nama Tristan"Kak Tristan terduduk lemas apa lagi ibu dan teman temanku.


"Ara kamu kuaat naakkk,"Ibu selalu menangis.


"Ra kita disini kamu yang kuat Ra kita kan mau merid bareng,aku udah jadian sama paman Heru Ra ayo bangun,"Elisa dan Tika menangis sambil berpelukan.


"Nak Tristan ikutlah dengan dokter,siapa tahu dengaan kehadiran kamu Ara akan bangun nak,"Ibu memegaang tangaan kak Tristan.


"Mbak aku gak setuju,Ara terbaring disini semua gara gara dia,"Tunjuk paman Heru.


"Sudah sudah Her apa kamu mau ponakanmu menderita,biarkan itu menjadi urusan nanti yang penting sekarang kesembuhan Ara,"Ibuku memohon kepada paman.


Akhirnya kak Tristan diijinkan masuk menemui aku diruang ICU,perlahan kak Tristan berjalan mendekat kearah ranjangku,semua alat alat medis menempel dtubuhku.


"Dek bangun,apa kamu gak kangen kakak,maafin kakak dek gara gara kakak kamu menjadi seperti ini,kakak yang salah tidak percaya sama kamu,ayo dek bangun,bangun,"Kak Tristan memegang tangannku lalu menciumnya.


Aku dinyatakan koma oleh dokter semua keluarga dan teman teman sedih mendengar kata dokter terutama kak Tristan dia yang paling merasa bersalah,kak Tristan tak pernah keluar dari rumah sakit dia selalu menungguku.


Sudah 5hari aku koma tapi aku lum menunjukkan tanda tanda mau sadar sampai bapakku pun pulang untuk menjengukku.


"Tristan sebaeknya kamu pulang dulu biar om yang gantian jaga Ara,"Bapakku menyuruh kak Tristan istirahat.

__ADS_1


"Ya om nanti saja,aku menunggu Ara siuman,"Jawab kak Tristan lesu.


"Om boleh bertanya Tris?"


"Ya om silahkan,"


"Kamu ada hubungan apa sama Ara?sejauh mana hubungan kalian?"Bapak ku mengintrogasi kak Tristan.


"Sebenarnya sa saya pa pacarnya om sudah 2tahun kami pacaran,"Jawab kak Tristan takut takut.


"Ara anaknya mudah bergaul tetapi dengan perempuan,jika dengan laki laki Ara hampir tidak pernah dekat kecuali pamanya Heru,Ara selalu membenci laki laki karena ulah saya,saya meninggalkan ibunya Ara saat usia Ara 3bulan,tapi saya punya alasan yang kuat untuk itu,kamipun berpisah juga baek baek tidak saling memusuhi,Ara bisa jatuh cinta sama kamu berarti kamu bisa menggantikan sosok seorang ayah buat Ara,om cuma berpesan kalian masih muda masih jauh berumah tangga jika memang ada masalah diaantara kalian selesaikan dengan kepala dingin,jangan hanya karena omongan orang lalu kamu langsung percaya begitu saja,,"Bapakku memberi nasehat untuk kak Tristan.


"Ya om terima kasih nasehatnya maafkaan saya! om gara gara saya ara jadi begini,"Kak Tristan menunduk.


"Sudah sudah ini musibah bukan salah kamu,"bapak menepuk pundak kak Tristan.


"Om keluar cari kopi ddulu ya,"Pamit bapak.


"Ya om silahkan saya mau kedalam,"Kak Tristan menuju ranjangku.


"Dek udah hampir seminggu kamu tidur,apa gak capek dek?,ayo bangun dek kita bercanda bareng lagi,berpelukan bareng,makan bareng kakak kangen kamu dek,"Sambil memegang tanganku.


"Maafin kakak dek! kakak janji gak akan menduakan kamu lagi ,gak aakan marah marah lagi sama kamu,bangun dek,"


Perlahan lahaan aku membuka mata,hanya ada putih,aaku melihat sekelilingku ada ibu ,bapak ,paman dan teman teman,tapi ada satu laki laki yang teridur disamping ranjangku dengan memegang tanganku.


"Ib u,"lirihku.


Mereka semua melihat kearahku.


"Dek kamu sudah sadar,kamu bangun dek,"Kak Tristan memelukku.


"Ha us,"


"Ini nak minum sayang,"Ibuku memberiku minum.


"A k u dimana bu?"Aku masih bingung belum bisa mengingat apapun.


"Kamu dirumah sakit sayang kamu koma selama hampir seminggu,"Jelas bapak.


"Kak Tristan,"Aku menatap kak Tristan yang berdiri dibelakang ibu.


"I ya dek,"Kak Tristan tersenyum.


"El,Tika kalian disini?"Tanyaku.


"Ya Ra kami semua disini menemani kamu kami seneng kamu sudah sadar,"Elisa Tika menghampiriku.


Semua berkumpul senang karena aku sudah siuman dokter juga mengatakan keadaanku baek dan stabil hanya saja sebagiaan ingatanku sebelum kecelakaan hilang.

__ADS_1


__ADS_2