
Sesampainya dirumah aku dikejutkan dengan kedatangan paman Heru,pamanku memang kerja dikota,dan ada yang membuatku lebih terkejut lagi adalah ada Elisa dirumahku.
"Mas makasih ya udah anterin aku pulang?"(Aku turun dari motor mas Aldo).
"Ya Ra sama sama,aku langsung pulang ya,"(Pamit mas Aldo).
"Loh gak mampir dulu mas,itu pamanku pulang,"
"Laen kali saja Ra,"(Mas Aldo lalu menjalankan sepeda motornya).
"Pamaaaaaannnn,"(Aku berlari masuk sambil memeluk pamanku,karena aku memang kangen dengan paman,paman adalah pengganti sosok seorang ayah untukku).
"Aduh yang habis kencan,"(Ledek pamanku).
"Paman apaan seh itu bukan pacar tauk,"(Aku cemberut).
"Yang beneeerrrr,"Paman melepas pelukanku sambil mecubit pipiku.
"Ya paman,eiiitttt tunggu tunggu paman kok bisa sama Elisa?"(Aku sampai melupakan jika ada Elisa dsini).
"Hai Ra,"(Elisa menyapaku dengan malu malu).
"Hai juga El,kamu pacaran ya sama paman?"(tebakku).
"Doain ya biar temen kamu mau,"Bisik pamanku.
"Cie cie pdkt ne,"Ledekku.
"Ara apaan seh kan aku malu,"Elisa menjawab dengan malu malu.
"Hahaha gak apa apa kali El aku dukung kok sama paman,"Jawabku.
"Tu kan El Ara mendukung kita,"Pamanku berkomentar.
"Ya sudah kalian ngobrol gih aaku mau mandi dulu,"Aku berlalu kekamar mau mandi karena sudah sangat gerah,aku membiarkan Elisa mengobrol dengan paman biar paman gak jomblo lagi.
...----------------...
Malam itu kami makan bersama lagi aku paman dan ibu meja makan terasa ramai ada paman lagi,saat selesai makan kamipun ngobrol diruang tamu sambil menonton tv tentunya dengaan aku bermanja manja dengan paman.
"Paman denger dari ibu,kamu mau kerja memang bener Ra?"(Paman memulai obrolan).
"Ya paman,boleh kan?"Tanyaku.
__ADS_1
"Memang kerja dimana kerja apa?"
"Ditoko pakaian paman,tokonya gede banget udah kaya swalayan gitu dan aku diterima paman,aku bosen dirumah gak ada kerjaan,sambil nunggu ijazah paman,"Aku menjelaskan.
"Ada shif malamnya Ra,paman gak setuju,"Jawab pamanku tegas.
"Biarkan saja Her dia cari pengalaman biar gak manja terus,"Ibuku menimpali berbicara.
"Tapi mbak siapa yang mau antar jemput dia kalau pulang malam,bahaya mbak anak gadis dibiarin sendiri,"Paman mendengus kesal.
"Aku ambil shif siang terus paman,aku sudah bilang sama bosnya,paman gak usah kawatir,"Aku menjelaskan.
"Tu ponakan kamu sudah mulai dewasa Her jangan apa apa gak boleh biarkan cari pengalaman diluar,nanti kalau kita terlalu memanjakanya malah jadi ngelunjak,"(Jawab ibuku).
"Ya sudah terserah mbak dan Ara aja baeknya,tapi paman pesaan kamu harus hati hati sama orang yang gak kamu kenal,pulang kerja trus pulang jangan mampir kemana mana,inget pesen paman Ra,"Paman sambil mencubit pipiku.
"Aduh duh paman sakiitt,,,,,ya paman ganteng,"Jawabku sambil kedip kedip mata,akhirya aku pamit tidur duluan karena sudah malam.
Sampai dikamar aku membuka ponselku dan ternyata banyak panggilan masuk juga chat dari kak Tristan,seharian ini aku memang gak membuka ponsel,tumben tumben kak Tristan tlf sebanyak ini,akhirnya aku kembali menelfon kak Tristan sebelum tidur.
Tut,tut,tut(Suara panggilan belum diangkat)idih kemana seh baru saja tlf ehh dtlf balik gak diangkat angkat gerutuku.
"Halo,masih ingat kakak,"Panggilan dijawab dengan suara yang maraah.
"Halo kak,maaf kak tadi ngobrol sama paman Heru gak denger tlf kakak,"Jawabku merasa bersalah.
"Maksud kakak apa?"(Aaku binngung kenapa kak Tristan marah marah,apa jangan jangan kak Tristan tahu ya aku pergi sama Aldo tadi batinku.
"Gak usah pura pura bodoh dek,kakak tahu kamu pergi dengan laki laki laen kakak kecewa sama kamu,"
"Kakak salah paham,itu gak seperti yang kakak fikir,kakak tahu darimna aku pergi dengan laki laki,aku bisa jelasin kak,"Aku mulai berkaca kaca ,baru kali ini kak Tristan semarah ini samaa aku.
"Kakak gak butuh penjelasan kamu,kakak benar benar kecewa sama kamu,kakak punya foto foto kamu dengan laki laki itu buka chat kakak,"Panggilan dimatikan,
lalu aku membuka chat kak Tristan,betapa kagetnya aku ternyata itu benar benar fotoku dengan mas Aldo saat mampir diwarung makan tadi siang,dan saat ngobrol nganterin pulang,aku terduduk lemas dan menangis.
"HIiks hiks hiks kak Tristan tega banget sama aku,gak mau dengerin penjelasan aku,aku kan gak ada hubungan apa apa sama mas Aldo,siapa yang tega fitnah aku y Allah,"
Lelah menangis akupun tetidur,bangun bangun sudah pagi,aku membuka chat lagi tidak ada chat dari kak Tristan,aku beranikan chat duluan,tetapi tidak dibalas,aku beranjak untuk mandi karena hari ini hari pertama kerja aku gak mau terlambat walau suasana hatiku kacau,aku tetap harus profesional.
"Pagi bu,pagi paman,"(Aku menuju meja makan)
.
__ADS_1
"Anak gadis jam segini baru bangun,"(Jawab pamanku).
"Udah dari tadi subuh paman cuma males keluar aja,"
"Kamu semalam nangis Ra?"Tanya ibuku sambil memperhatikan mataku,mungkin mataku kelihatan sembab.
"EEmm gak bu,"Aku menunduk.
"Ya Ra mata kamu sembab kamu ada masalah Ra siapa yang berani sakiti kamu,atau kamu berantem sama pacar kamu,"Cerocos pamanku dengan berbagai pertanyaan.
"Ihhh apaan seh paman gak kok,cuma nonton film drakor aja kebawa sedih tauk,"Jawabku berbohong,,maafin aku paman ibu,aku gak mau kalian tahu yang ada tambh runyam nanti masalahnya batinku!!
"Paman,ibu aku berangkat kerja dulu ya hari pertama gak mau telat,"(Lalu aku beranjak pamiit sama paman dan ibuku,dan juga untuk menghindari pertanyaan pertanyaan dari ibu).
"Ya hati hati Ra,"Jawab paman dan ibu kompak.
"Ok siap komandan,"Aku hormat kepada paman dan ibuku.
Pagi itu aku berangkat sendiri ke tempat kerja,aku berharap bisa konsentrasi kerja,tapi tiba tiba dijalan aku berpapasan dengan Erna,dia pura pura tidak melihatku akupun juga cuek sama dia,apa jangan jangan Erna ya yang mengadu sama kak Tristan,kan aku ketemunya cuma sama erna tapi foto foto itu dari siapa?aku bermonolog sendiri.
Satu jam berkendara aku tiba ditempat kerjaku,aku parkirkan sepedaku dan merapikan penampilanku,baru masuk kedalam toko.
"Selaamat pagi pak?"Sapaku kepada pak satpam yang didepaan toko.
"Pagi juga neng cantik,"Pak satpam menjawab sambil tersenyum.
"Hai Ra udah sampai aja rajin amat,"(Mas Aldo menyapaku).
"Loh mas Aldo kok disini?"Tanyaku kebingungan.
"Iya aku mau menyambut karyawan baru yang cantik tapi galak ini,"Jawab mas Aldo dengan menundukkan badan.
"Apaan seh mas malu tauk,"Aku memukul lengan mas Aldo.
"Hahahaha,,,,ayok keatas aku kasih tahu kamu dimana tempat kamu kerja.
"Ayok mas makasih ya mas udah banyak banget bantuin aku?"Sambil berjalan mengikuti mas Aldo.
"Ya sama sama Ra,,itu kamu disana kerjanya,"Mas Aldo menunjuk salah satu stand tempat tempat baju ,gaun gaun juga gamis.
"Oh ok mas aku kesana dulu y?"
"Ya semangat ya kerjanya,oh ya jangan galak galak nanti kalau menyambut pembeli ,"Mas Aldo meledekkku.
__ADS_1
"Ya bawel,"Jawabku sambil mendengus kesal.
Hari itu aku bekerja dengan lancar dan tidak mengalami kesulitan karena ada kakak kakak senior yang memberi penjelasan jika aku tak mengerti dan ternyaata tokonya ramai pembeli meski suasana hati gak baek aku tetap semangat kerja.