Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Mengejutkan


__ADS_3

Sekitar lima belas menit aku dipanggil mbk Hana katanya rekan kerjanya sudah datang,aku heran kapan datangya ya,,dari tadi didepan gak ada yang kesini deh,aahh bodolah mending keruangan mbak Hana aja lah,gumamku.


tok tok Aku mengetuk pintu ruangan mbak Hana.


"Ya masuk,"


"Maaf bu saya terlambat ini dokumen yang ibu minta,"Aku meyerahkan sebuah map biru kepada mbak Hana.


"Terima kasih Ra,oh ya perkenalakan Ra,ini rekan bisnis kita yang baru datang dari kota S,".Mbak Hana memperkenalkan rekan bisnisnya akupun terkejut melihat siapa orang itu antara percaya dan gak.


"Loh kamu,"Aku terkejut ternyata Reno.


"Hae kita ketemu lagi,perkenalkan saya Reno"Reno mengulurkan tangan ke padaku dan mau gak mau aku menyambut uluran tangannya.


"Hem Ara,"


"Kalian sudah saling kenal ternyata,,silahkan duduk kembali,"Mbak Hana terkejut melihat kita saling kenal.


"Ya bu dia ini calon pacar saya,"Jawab Reno.


"Kamu apa apan seh Ren,,ngimpi ya,,bukan bu dia ngarang aja,nyebelin baget seh kamu,"Kesalku.


"Owhhh ya gak masalah,,mari pak Reno kita mulai rapatnya,dan untuk kamu Ra silahkan kamu persentasikan proposal itu,"


"Baik bu,mau gak mau aku harus menuruti kemauan bos aku,"


Aku mulai mempresentasikan proposal ini dengan lancar walau sebenarnya sangat deg degkan karena bukan hanya Reno tetapi ada juga rekan yang laenya.


"Prok prok,,Wah wah gak nyangka aku cewek sejudes kamu bisa juga bekerja sebagus ini,tepuk tangan dari Reno dan yang laen,"


"Terima kasih,aku terpaksa tersenyum,"Dasar Reno ya bisa bisanya bicara begitu awas nanti ya,Batinku kesal.


"Ya memang Ara ini karyawan teladan saya pak,,eemm bagaimana pak apakah kerjasama ini diterima,"Tanya mbak Hana.


"Gimana pak Reno,kalau saya sangat setuju,sekarang giliran bapak yang menentukan,"Jawab salah satu rekan kerja Reno.


"Baiklah saya juga setuju,,sangat menarik,,kita akan segera melaksanakan kerja sama ini,"


"Alhamdulilah terima kasih pak,terimakasih,mbak Hana sangat senang dan langsung berjabat tangan tanda setuju aku juga ikut senang dengan kerjasama ini,"


Kami makan siang bersama dengan ditraktir mbak Hana disalah satu restoran terkenal disini kami banyak ngobrol juga dengan Reno.


"Ra nanti kita ke taman dulu ya ada yang mau aku omongin,"Reno mengajak aku ke taman.


"Kenapa gak disini aja seh,sama aja kan,"Jawabku.


"Gak boleh nolak nanti kerjasama ini saya batalkan,"Bisik Reno ditelingaku.


Mau gak mau akupun menerima tawaran dia,dasar Reno bisa bisanya mengancam menyebalkan sekali seh.


"Kalian memgingatkanku sama seseorang,"Jawab mbak Hana sedih aku tahu siapa yang dimaksud mbak Hana pasti mas Aldo.


"Gak mbak,dia itu lebih menyebalkan dari mas Aldo,"


"Heloo kamu itu yang menyebalkan,jadi cewek gak ada lembut lembutnya,"

__ADS_1


"Terserah aku dong,mau lembut kek enggak kek,bukan urusan kamu,"


"Ya memang bukan urusan saya tetapi dalam berbisnis keramahan itu penting,ya kan Bu Hana?"


"Iya pak,"


"Dasar menyebalkan,aku diam gak mau membalas perkataan Reno yang ada aku malah semakin emosi saja,"


"Bu maaf saya duluan ya,,tadi ada berkas yang belum selesai,"Aku pamit kembali ke toko saja


"Oh baiklah Ra,silahkan,"


"Mari pak saya duluan,permisi,"Aku meninggalkan mereka dan menuju kantor daripada semakin kesal saja


"Jangan lupa nanti Ara,"Kata Reno.


Aku tak menggubris teriakan Reno aku meninggalkan restoran itu dan kembali bekerja.


Akhirnya selesai juga kerjaanku,aku meregangkan otot ototku,lebih baek aku keruangan mbak Hana dulu lah.


"Mbak,,masih didalam kah,"Sapaku.


"Masuk Ra gak dikunci kok,"


"Eemm mbak semua sudah selesai aku pamit pulang dulu ya?".


"Iya Ra,Ra terima kasih ya,"


"Buat apa mbak,"


"Maksudnya gimana ya mbak,semua ini kan berkat kerja keras kamu mbak,"


"Gak Ra,,pak Reno itu orangnya terkenal sangat pilih pilih dan super teliti,banyak disegani orang,,dia orangnya sangat cerdas dan perusahaanya dimana mana tetapi tidak memperlihatkannya dia itu seorang direktur lo Ra diperusahaan terbesar di kota S,"


"Haaa,,iya kah mbak,la aku saja gak tau mbak,,kenal dia juga gak sengaja ko,awalnya aku kaget karena dia mirip sama,"


"Aldo kan?"Tebak mbak Hana.


"Iya mbk,mata sama tingkah lakunya persis kaya mas Aldo,"


"Jelas Ra,Karena memang mata dia punya Aldo,"


"Ha maksud kamu apa mbak,"


"Eh gak Ra,maksudnya matanya sama persis dengan Aldo,iya sama,,iya kan Ra"Mbak Hana terlihat menyembunyikan sesuatu dari aku tapi ntahlah apa itu.


"Oh,,iya mbak mirip banget,,mbak aku duluan ya tadi kan dia ngajak ketemu kalau telat bisa bisa dapat ceramah,"


"Ya Ra silahkan salam buat pak Reno ya,"


"Oke siap mbak aku duluan ya,permisi".Aku meninggalkan ruangan mbak Hana.


Sepeninggal mbak Hana,dia menangis dan bergumam bahwa memang mata yang ada dalam diri Reno adalah mata Aldo.


"Karena mata yang ada dalam Reno adalah mata Aldo Ra,jantung dia juga jantung Aldo,,kalau aja kamu tahu Ra Aldo begitu sangat mencintaimu bahkan raganya sudah tidak ada jantung dan matanya tetap saja memilih kamu,"Mbak Hana menangis.

__ADS_1


Sore itu aku datang menemui Reno ditaman ntah apa yang mau diomongin dia.


Aku sudah sampai ditaman dan aku mencari cari keberadaan Reno tetapi beljm kelihatan.


"Ihh nyebelin banget seh ngajak ketemu,,eehh dia yang telat lagi,"Gerutuku.


Saat tengah menunggu Reno aku malah dikejutkan dengan kedatangan Tristan.


"Dek lagi apa kamu disini,"


"Kamu,,,ngapain kamu disini,"


"Kalau orang nanya dijawab dulu dek bukanya balik jawab,"


"Terserah aku,"


"Kamu kenapa seh dek,sekarang jadi menjauh dari aku,"


"Jelaslah aku menjauh kamu sudah menjadi suami orang,kalau deket terus nanti aku dkatain pelakor lagi,"


"Kitaa kan masih bisa berteman dek,aku kangen kamu yang dulu dek,"


"Ara yang dulu udah mati,"


"Dek,"Tristan memegang tangan ku.


"Lepasin kak,gak enak dilihat orang,"


"Dek gak bisakah kita kaya dulu lagi,aku masih sangat mencintaimu,"


"Jangan gila kamu,kamu itu sudah suami orang,,salah sendiri kenapa dulu kamu ngeduain aku,"


"Aku tahu aku salah dek,kalau kita menjalani berdua hanya berdua gak akan ada yang tahu,"


"Ihh gak waras ya kamu,maaf kak aku mau pulang,"Lama lama bisa gila aku didekat dia.


"Gak dek tolong beri aku kesempatan untuk mencintai kamu aku yakin kamu masih cinta sama aku buktinya kamu gak punya penggantiku,"Tristan berusaha memelukku dan aku berontak.


"Kakak lepassin jangan gila kamu,aku akan teriak sekarang ,lepassiiinn,"


"Teriak saja dek aku akan bilang ke orang orang jika kamu istri aku,"


"Hiks hiks kakak lepasss,,jangan kurang ajar kamu,"Aku berusaha melepaskan diri dari pelukan kak Tristan tetapi tetap saja tenagaku kalah dengan dia,saat tengah berusaha melepaskan pelukan dia tiba tiba datang seseorang langsung memukul kak Ttristan.


Buk buk (Reno ternyata yang datang dan langsung memukuli kak Tristan)


"Jangan berani beraninya kamu ganggu calon istri saya,kalau tidak kamu berurusan dengan saya,"Reno terlihat sangat marah.


"Halah siapa kamu,jangan ngaku ngaku kamu,Ara itu milik saya bukan kamu gak ada yang bisa miliki dia kecuali aku,"


"Sadar bos,lo sudah berisrtri dan punya anak,jangan salahkan saya jika saya melaporkan ini kepada keluarga anda,makanya jadi laki laki jangan rakus,pergi kamu atau mau saya hajar lagi hah,,pergiii!!!!"Bentak Reno dan kak Tristan pun pergi dengan keadaan babak belur.


"Kamu gak apa apa Ra,"


"Hiks hiks aku takut,"

__ADS_1


"Udah jangan takut lagi ya,ada aku disini maafin aku tadi telat datang kesini"Reno memeluku aku pun tak menolak yang ada malah merasa nyaman dipelukannya.


__ADS_2