Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Mentraktir Kak Ros


__ADS_3

Aku keluar ruangan dengan berjalan gontai menuju meja kasirku,aku duduk termenung masih memikirkan omongan pak Harno tadi,disatu sisi aku ingin sekali tau dan dengar suara mas Beni walau hanya sekali tapi mau bagiamana lagi jika dia tidak mau bicara denganku.


"Woi melamun saja,kenapa,kesambet kunti loh,"Tanya kak Ros.


"Kak Ros ngangetin aja,,gak kenapa napa kok,"Jawabku lesu.


"Kamu kenapa ngundurin diri Ra?"


"Nanti saja kak kita keluar ya aku traktir ntar kita kerja dulu,"


"Woke siaapplah,"


Aku pun mulai bekerja dengan semangat,meskipun fikiran kacau tetapi kerjaan no 1,lagian ini terakhir kali aku bekerja karena besak sudaah tidak bekerja lagi.


Sore hari aku pulang bersama kak Ros,aku mengajak kak Ros makan didestoran sekalian aku mau pamitan sama dia.


"Ra katanya mau cerita kenapa kamu ngundurin diri,kan sayang karir kamu lagi baagus bagusnya,"


"Aku juga berat kaak ngundurin diri,tapi mau gimana lagi disini aku hanyaa ikut bapak sama ibu tiriku,tapi bapak mendapat kerjaan dikota B dengan waktu yang tidak bisa ditentukan,mau gak mau bapak sama ibuku harus pindah,kan gak mungkin aku ikut karena aku juga punya ibu dikota A,"


"Kenapa kamu gak kost aja Ra,atau menempati rumah yang sekarang kamu tinggali?"


"Bapak gak mengijinkan aku Kak,"


"Susah seh kalau orang tua sudah gak mengijinkan,"


"Mungkin hanya sampai disini kak karirku dikota Ini,seandainya mas Beni disini mungkin aku maasih bertahan kak,"


"Kamu yang sabar ya,semoga kamu gak menyesali keputusanmu kelak,"


"Ya kak,insaalah gak,kak terimakasih ya selama aku disini kakak sudah mau sabar dan membantu aku dalam kesulitan,jangan lupain aku ya kak,selalu kasih kabar apapun yang terjadi kalau kakak nikah aku pasti datang,"


"Ya pasti Ra,seharusnya aku yang bicara gitu,aku pasti bakal kangen banget sama kamu,"

__ADS_1


Kami berpelukan dan menangis direstoran itu,kak Ros teman yang paling tulus saat aku dikota ini,aku paasti sangat kehilangan sosok seorang kakak seperti kak Ros.


"Makasih ya Ra udah ditraktir makan,"


"Ya kak sama sama,kita pulang yuk kak aku massih mau mampir tempat kakak,"


"Ya udah yuuk,"


Tiba dirumah kak Ros aku disambut baek oleh kedua orang tuannya aku juga berpamitan,,kepada orang tua kak Ros jika aku akan pulang,mereka pun terlihat sedih juga,tetapi mau gimana ini sudah menjadi keputusan aku.Orang tua kak Ros juga mendukung apapun keputusanku.


Aku berjalan keluar untuk menikmati pemandangan sore ditaman,saat tengah melamun aku dikagetkan lagi oleh kehadiran Reno.


"Woiii bengong aja udah sore nanti kesambet penunggu pohon tuh,"


"Ya kesambet karena penunggunya loh,"Ketusku.


"Enak saja ganteng ganteng gini disamain setan,"


"Idih najis,ganteng dilihat dari sedotan,"


"Hiiihhh gak akan,lagian ngapain seh kamu ganggu aja,"


"Siapa juga yang ganggu situ,"


"Neh buktinya kamu disini selalu saja ikutin aku,"


"Heelooo mbak rumah saya tu noh didepan,,ngapain juga ngikutin kamu,"


"Halah ngaku aja kenapa pakek ngeles,"


"Terserah,"


Kami saling diam dan lirik sampai suara kak Ros yang menghampiri kami.

__ADS_1


"Cie cie kencan ne,"Ledek kak Ros.


"Enggak,"Jawab aku dan Reno bersamaan.


"Hahaha itu ngomong sampe kompakan gitu,"


"Gak sah tertawa,"Lagi lagi kami barengan berbicara dan itu membuat kak Ros semakin terpingkal pingkal tertawanya.


"Haha kalian itu lucu,benci tapi bicara bisa barengan gitu haduhhh perutku sampai sakit ngetawain kalian,"


"Dia itu yang ngikutin aku,"Jawabku.


"Enak saja kamu itu yang selalu ngikutin aku,"Jawab Reno.


"Kamu,"


"Kamu,"Aku tetap gak mau kalah.


"Sudah sudah stoooppp kalian itu ya,hemm coba aja Ra kamu masih lama disini?"


"Emangnya kenapa kak?"


"Bisa stres aku mendengar kalian berantem heheh,"


"Ihhh sori ya,aku udah gak akan disini lagi,gak bakal ketemu cowok nyebelin kayak kamu,"


"Siapa juga yang mau ketemu cewek galak kayak situ,"


"Hadeeehhh mulai deh,udah dong,Ra udah hampir magrib lo pulang yuk kita shalat bareng dulu,nanti baru kamu pulang,"


"Ya kak ayo,disini juga udah panas hawanya,"


"Dikiranya aku setan apa dasar cewek galak,"Gerutu Reno aku tak menghiraukan dan berjalan menyusul kak Ros yang sudah lebih dulu didepan.

__ADS_1


Selesai shalat berjamaah aku langsung pamit pulang,tadinya ditawarin makan malam tetapi berhubung masih kenyang aku menolaknya.


__ADS_2