Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Bapak Kembali ke Luar Kota


__ADS_3

Pagi yang cerah,suasana pagi di kampung memang asri dan sejuk walau kampung tetapi ditempatku sudah ada berbagai macam tempat wisata yah sudah dibilang maju mengikuti jaman.


"Loh kalian dari mana,ibu kira belum bangun,"Ibu menyapaku dan bapak ,pagi ini aku berjalan santai dengan bapak sebelum bapak balik lagi.


"Ini bu tadi jalan jalan sama bapak kedepan aja,"Jawabku.


"Memang kondisi kamu dah benar benar membaik nak?"Ibu memegang tanganku.


"Sudah bu aku dah sehat ne,"Aku menjawab dengan berputar badan.


"Ya bu percaya,ya sudah sana kamu bersih bersih dulu terus kita sarapan bareng,"


"Baik bu,pak aku kekamar dulu ya,"Pamitku.


Semua sudah berkumpul dimeja makan untuk saraapan pagi dan rencananya pagi ini bapak akan berangkat ke terminal diantar paman.


"Bapak jadi pulang?"Tanyaku lesu.


"Ya sayang jadi,jangan sedih dong kan kamu bisa menyusul bapak kalau kangen Ra,"Bapak mengelus ngelus kepalaku.


"Iya,tapi aku masih kangen pak,"Jawabku sambil bersandar dipundak bapak.


"Ra biarkan bapakmu sarapan dulu,kaya anak kecil saja kamu itu,"Ibu menegurku sambil gelen geleng kepala.


"Dasar manja weekkk "Ledek paman.


"Bodo biarin iri bilang booooosssss,"Jawabku ketus.


"Idih sapa yang iri,gak bakall,"Paman


mencebikkan bibir.


"Pak itu kan paman yang mulai,"Mengadu ke bapak.


"Jiaaahhh sekarang tukang ngadu juga ne,"Paman meledek lagi.


"Pamaaaaannnnnn,"Aku melotot sambil melempar kerupuk ke muka paman.


"Ting ting ibu memukul sendok ke piring,sudah sudah ini tempat makan bukan buat berantem haadduuhh pusing ibu lihat kalian,ayo sarapan dulu nanti bapakmu keburu siang,"Ibu marah.


"Udah sayang yuk sarapan dulu,"Ajak bapak.


"Suappiinnnn,"Jawabku manja ke bapak.


"Ara kamu sudah besar sudah kenal pacar masak minta disuapin bapakmu gimana kalau pacarmu lihat,"Tegur ibu sambil melotot jangan ditanya lagi paman sudah tertawa mslihat kelakuanku.


"Udah gak apa apa biarkan saja,"Jawab bapak.

__ADS_1


"Tu kan bapak aja gak keberatan memangnya ibu marah marah terus," gerutuku.


Saat saat seperti ini yang selalu aku rindukan di dalam rumah ini,tapi mau bagaimaana lagi keadaan tidak berpihak bisa berkumpul begini walau jarang aku sudah bersyukur.Paling tidak orang tuaku masih peduli dan sayang kepadaku walau berbeda tempat.


Tiba saatnya bapakku akan berangkat,aku yang sedari tadi menahan aer mata akhirnya menetes juga,aku menangis dipelukan bapak.


"Sudah sayang jangan menangis dong kita masih bisa bertemu Ra,bapak akan sering sering tlf kamu dan kalau libur akan maen kesini,"Bapak menenangkanku.


"Bener ya pak?"Aku masih menangis.


"Ya sayang sudah jangan nangis lagi dong masak anak gadis cengeng seh,"Bapak mencubit hidungku.


"Memang anakmu itu cengeng hahaha,"Gurau pamanku.


"Sudah sudah Her kamu itu suka sekali menggoda ponakanmu sana panasin motor nanti keburu siang gaak dapat bis,"Usir ibuku.


"Hati hati Hen,"(Nama bapaku Hendra)ibuku menjabat tangan bapak.


"Ya,"bapak tersenyum.


"Bapak berangakat ya sayang kamu jaga diri baek baek jaga kesehatan juga,hati hati jika berkendara kalau ijazahmu keluar kamu ikut bapak saja aku carikan kerja disana"Bapak menasehatiku.


"Ya pak,bapak hati hati ya,"Aku mencium bapak begitupun bapak mencium pipi juga keningku


Bapakpun berangkat diantar oleh pamanku,aku masuk kedalam rumah dan duduk diruang tamu masih dalam keadaan sedih lalu ibu menghampiriku,aku memang dari kecil sudah berpisaah dengan bapak,jadi sekalinya bertemu ya seperti sekarang ini susah untuk berpisah.


"Sudah Ra jangan sedih terus,kayak ditinggal kemana saja kamu itu sana mending kamu masuk kamar istirahat,"


"Ibu mau kepasar sebentar Ra kamu nitip sesuatu gak?" tawar ibuku.


"Gak bu makasih,"


Aku menuju kamarku,aku membuka ponsel ku tidak ada pesan dari kak Tristan maupun Erna,apa mereka benar bahagia tanpa mempedulikan perasaan aku,mereka jahat banget(Aku bergumam sendiri).


Saat asik membuka grrup chat dari temen temen tiba tiba pintu ada yang mengetuk sepertinya ada tamu aku berjalan keluar untuk melihat sapa yang datang.


"Assalamualaikum tok tok,"


"Walaikumsalam,ya sebentar,"Aku berjalan dan membuka pintu.


"Mas Aldo mbak Hana,mari masuk,"Ternyata mereka yang datang.


" Sudah sehat Ra?"Tanya mbak Hana.


"Alhamdulilah sudah mbak,silahkan duduk dulu mbak saya buatkan minum,"


"Gak usah repot repot Ra,"Mas Aldo menjawab.

__ADS_1


"Gak repot ko mas,"Aku berlalu ke dapur untuk membuaat teh.


"Silahkan mas mbak diminum ada teh manis saja,"Aku menyuguhkan teh manis didedpan mereka..


"Terima kasih Ra,ini sudah cukup ko,"Jawab mbak Hana.


"Mbak maafin aku ya baru kerja udah gak masuk aja,"Aku meminta maaf ke mbak Hana.


"Kamu ngomong apaan seh Ra namanya musibah gak ada yang tahu,"


"Semua karena kecerobohanku mbak,"Aku menunduk sediih.


"Gak usah difikirin Ra Hana gak marah dan gak akan mecat kamu,ya kan Han?"Mas Aldo menjawab sambil menyenggol lengan mbak Hana.


"Ya Ra gak usah kamu fikirin kapanpun kamu mau masuk kerja kamu boleh ko datang ke toko,"Jawab mbak Hana tulus.


"Ya mbak secepatnya aku akan kerja lagi bosen dirumaah terus hehe,"


"Nah gitu dong tersenyum kan cantik,"Goda mas Aldo.


"Eh ya kapan kalian akan menikah,"Tanyaku karena mereka kan sudah bertunangan.


"Hah menikah?"Mbak Hana terkejut.


"I iya kan waktu itu mas Aldo bilang,"


"Jahahahahaaha,"Mereka tertawa dan aku bingung sendiri.


"Kok kalian tertawa seh,"


"Ara,Ara kamu polos banget seeehhhh kita itu cuma pura pura tunangan,karena waktu itu mau bantu kamu,"Jawab mas Aldo.


"Hah kok bisa?"Aku kebingungan.


"Jadi gini ya Ra Aldo tu meminta ijin kepadaku kalau mau mengantar kamu ke taman, lalu aku tanya kan mau ngapain terus Aldo menceritakan semuanya kepada aku,saat itu aku gak kepikiran ikutan bantu pas lewat dan lihat Aldo terpojok aku memberi kode Aldo untuk mengajak aku akhirnya timbullah ide itu,begitu ceritanya"Mbak Hana menjelaskan.


"Ja jadi kalian hanya pura pura,"Masih tak percaya.


"Iya Ra,lalu gimana hubungan kamu dengan Tristan?"Tanya mas Aldo.


"Gak tahu mas,mereka yang selingkuh ternyata,"aku menunduk sedih.


"Gak usah kamu fikirin laki laki gak hanya dia saja Ra,banyak yang suka sama kamu,"Tiba tiba mas Aldo memegang tanganku.


"Ehm ehm,"Mbak Hana berdehem.


"Terus aku dijadikan obat nyamuk ne,"

__ADS_1


"Eehh apaan seh mbak,itu mas Aldo ngaco ngomongya,"Aku menjadi grogi dan melepaskan tangan mas Aldo..


Kami asik mengobrol bertiga sampai ibu pulang dari pasar.


__ADS_2