Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Pulang Menjenguk ibu


__ADS_3

"Sayang sudah dong nangisnya,,sepanjang jalan lo nangis terus,ini udah dirumah,kita doakan Beni yang terbaek ya semoga mendapat kesembuhan,"Tante menenangkan aku.


"Iya sayang kita dukung Beni,kita doakan dia untuk kesembuhanya,buat apa kita tangisi,,dia butuh doa sayang bukan aer mata,"Nasehat bapak.


"Iya pak,aku harus semanngat dan selalu mendukung mas Beni,pasti Tuhan punya rencana laen dibalik semua ini,"


"Nah gitu,ini baru namanya anak bapak,"Sambil mencubit pipiku.


"Oh iya Ra hampir lupa,tadi ibu kamu tlf,nanyain kamu katanya kamu dtlf gak diangkat angkat,"


"Masyaallah tan iya aku lupa dari kemaren aku gak buka ponselku,"Sambil menepuk jidat.


"Ya sudah sana kamu hubungi ibu kamu jangan buat dia kawatir,"Saran bapak.


"Oke siap pak,aku masuk dulu ya tan,pak,"


Aku berjalan menuju kamar dan mencari ponselku yang dari kemaren aku tak menyentuh ponselku,dan benar saja panggilan juga chat dari ibu banyak banget,dari teman teman juga.


Aku kemudian menghubungi ibu untungnya belum tidur,ibu bilang kangen sama aku,dan menyuruhku pulang sehari atau dua hari,ya memang aku sudah setahun gak pulang pantas ibu kangen sama aku,maafkan anakmu ini bu batinku.


Aku memutuskan untuk ambil cuti kerja,aku akan pulang dulu,selain kangen sama ibu aku juga akan menenangkan fikiranku dari mas Beni,karena disini banyak banget kenangan kenangan aku bersamanya.


"Pak,tan aku mau pulang ke kota A ya,"Ijinku sama mereka saat sarapan bersama.


"Emangya ada apa sayang apa ibu kamu sakit?"Tanya bapak.


"Gak pak,,aku kangen sama ibu dan juga ingin menenangkan fikiran juga boleh ya pak,"


"Lalu kerjaan kamu gimanan Ra?"Tanya tante.


"Aku akan minta cuti tan,"


"Baeklah semua terserah kamu,biar bapak yang antar kamu jika kamu boleh cuti,"


"Ya pak,terima kasih pak,tan,"Aku lalu mencium mereka.


Hari ini aku akan memintaa cuti untuk pulang,semoga aku dapat ijin,karena bos aku sekarang sudah ganti bukan mas Beni lagi.

__ADS_1


"Ra,kamu minta cuti ya?"Tanya kak Ros.


"Iya kak,kok kakak tahu kan aku belum cerita?"


"Iya tadi pak bos minta aku carikan karyawan pengganti sementara gitu,aku kirain mau nambah karyawan ternyata kamu yang cuti,emang ada apa?Gara gara pak Beni ya?"


"Enggak kok kak,aku kangen ibu,kan udah setahun juga gak pulang,"


"Aku tahu kamu berbohong Ra,kita kenal udah lama aku cukup mengenal kamu,ceritalah jika kamu tak keberatan Ra agar beban kamu berkurang,"


"Haaaahh,"Aku menghela nafas


"Sebenarnya aku sedih kak,aku kepikiran mas Beni,tapi aku bisa apa,hanya bisa memberi doa dan semangat kan,aku ingin menenangkan fikiran dirumah ibu kak,"


"Ya aku ngerti Ra,pasti berat buat kamu kan?Aku yakin pak Beni juga begitu,dia sangat sangat mencintai kamu tapi karena penyakitnya harus rela jauh dari kamu,"


"Jika Tuhaan memang menakdirkan bersama pasti suatu hari nanti akan dipertemukan lagi kak,dimanapun aku berada,"


"Apa kamu gak akan balik kesini lagi?"


"Ntahlah kak,aku juga masih ingin bekerja disini,lihat nanti lah kak,aku pasti kangen banget sama kamu kak,"Aku memeluk kak Ros.


"Iya kak pasti,gimana kalau nanti sepulang kerja kita barengan aku traktir kakak makan buat tanda perpisahan kita,"


"Oke siip lah,gratis mah oke oke aja hahah,"


Kami tertawa bersama,lalu kami melanjutkan bekerja lagi sampai waktu pulang tiba,dan seperti janjiku tadi aku mengajak kak Ros jajan disalah satu kedai dikota S yang terkenal enak.


Kami makan dan saling bertukar cerita,hingga tak terasa sudah dua jam lebih kami mengobrol aku lalu berpamitan pulang sama kak Ros,berat juga berpisah dari kak Ros,dia sahabat baekku dikota ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhirnya aku sampai juga ditanah kelahiranku di kota A,aku pulang diantar bapak,beliau tidak tega menyuruhku naek bus sendiri.


"Aaaahhhhhh senangnya akhirnya aku sampai dikota ini juga,"Aku turun dari mobil dan menghirup udara segar.


"Senengnya yang mau bertemu ibu,"Goda bapak.

__ADS_1


"Iya dong pak,kangen berantem sama paman hihi,"


"Dasar kamu tu ya,ayo masuk pasti ibumu kaget melihat kedatangan kamu,"


Aku lalu berjalan masuk dan mengetuk pintu,aku tiba dirumah memang malam hari mungkin ibu juga sudah tidur,aku sengaja gak memberi tahu ibu karena akan memberinya kejutan.


""Ya Alaah anakku Ara ini benar kamu kan?Ibu gak mimpi kan Ra,"Ibu membuka pintu lalu terkejut melihatku.


"Iya ibu ini Ara,Ara pulang bu,kejutaaannn,"


"Ya Allah nakk,ibu kangen,"Ibu berhambur memelukku.


"Aku juga kangen bu,kangen banget,"


Ehm Ehm


Sebuah deheman dari bapak yang melepaskan pelukan kami.


"Cie bapak pengen dipeluk ibu juga ne,"Godaku.


"Kamu ini ya,bapak udah dingin dan ngantuk kenapa gak disuruh masuk,"


"Ya maaf Hen,silahkan masuk,"Jawab ibu.


"Heemm makasih Rum,"


"Gak peluk pelukan gitu bu,paak,"Godaku dan malah mendapat sentilan dari ibu.


"Dasar semprul,"Jawab ibu sambil menyentil telingaku.


"Aduh ibu sakit tauk,masuk yuk bu,,caapeekkk,"


"Ya ayo kamu bersih bersih dulu sana gih baru istirahat,"


"Oke siap,"


Aku berjalan menuju kamarku,yang ternyata masih selalu rapi dan wangi pasti ibu selalu membersihkan kamarku,aku bergegas mandi dan berganti baju.

__ADS_1


Malam ini aku akan tidur bersama ibu,ingin sekali tidur dengan ibu,lalu aku menuju kamar ibu dan ikut tidur denganya.


__ADS_2