Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Dijemput kak Tristan


__ADS_3

"Huufff akhirnya pulang juga,"Sambil meregangkan otot tangan.


"Ra kami duluan ya,kamu nunggu jemputan ya?"tanya salah satu rekan kerjaku.


"Ya kak,hati hati djalan kak,"Aku melambaikan tangan.


"Duuhh kak Tristan mana seh kok belum jemput ya,mungkin masih dijalan kali ya,"Gumamku.


Sekitar 15menit Ara menunggu kak Tristan baru muncul dan tentunya sebelumya sudah mengabari paman biar tidak jemput.


"Dek udah lama ya nunggunya?maaf ya kakak telat,"Kak Tristan meminta maaf.


"Udah dari lima belas menit yang lalu kak,"Cemberut.


"Maafin kakak ya,jangan cemberut gitu nanti aku ciium,"goda kak Tristan dan akupun melotot menanggapi ucapanya kak Tristan,aku lalu naik kesepeda kak Tristan dan kita berangkat pulang disepanjang perjalanan tidak ada obrolan,sampai kami tiba dirumah aku turun dari sepeda motor,ternyata ada Erna sedang bersama ibu kak Tristaan terlihat kaget melihat Erna.


"Ayo kak turun dulu mampir,"Aku menawarkan kak Tristan.


"Eeemmm kapan kapan saja dek,"Jawab kak Tristan gelisah.


"Kenapa gak mau karena ada Erna?"Tebakku.


Aku langsung meninggalkan kak Tristan sebelum menjawab pertanyaanku,ternyata kak Tristan menyusulku.


"Bu,aku mencium tangan ibu,"


"Baru pulaang sayang,kok sama Tristan,"


"Ya bu kak Tristan yang jemput tadi,"


Kak Tristan pun menghampiri ibu dan menjabat tangan ibu.


"Mari masuk Tris,Erna dari tadi nungguin kamu,ya sudah kalian ngobrol dulu ya tante mau masak.


"Baek tante silahkan,"Tristan menjawab.


"Hae Er tumben mau kerumahku?"

__ADS_1


"Ya Ra aku mau jenguk kamu malah tante bilang kamu sudah kerja,"


"Ya Er aku sudah sehat ko,oh ya kenapa kalian diem dieman,duduk ayo ngobrol,"


"Gak usah Ra aku pulang saja,"Erna berbelok mau pulang.


"Tunggu, "Aku menghentikan Erna.


"Kak Tristan katanya kamu mau ada yang diomgin ke Erna, mumpung ketemu silahkan ngobrol aku mau ganti baaju dulu,"Jawabku lalu meninggalkan mereka jujur aku cemburu tetapi aku ingin semua permasalahan ini selesai.


"Duduk dek aku mau bicara,"Tristan memulai obrolan.


"Ada apa?kamu mau pamer kalau sudah balikan,"Tebak Erna Tristan pun nampak terkejut.


"Gak usah kaget aku sudah tahu,,lebih baek sekarang kita sendiri sendiri lupaain semua yang sudah terjadi aku minta maaf semua memang kecerobohanku,aggap kita gak pernah ketemu,"Tegas Erna.


"Tapi dek,gimana sama kamu?"Kak Tristan merasa bersalah.


"Aku gak apa apa toh aku gak hamil kan,jangan maruk kamu mau dua duanya aku sudah kehilangan mereka,l,aku gak mau Ara semakin membenciku,"


"Jujur dek aku mulai nyaman sama kamu,tap,"cukup gak usah diteruskan,ya sudah saya permisi dulu salam buat Ara,


"Loh kak,Erna mana?"Ara keluar dari kamar dan duduk disamping Tristan.


"Pulang dek,"


"Kalian sudah bicara,kamu kenapa kak?"


"Gak apa apa kok dek,,kamu udah wangi aja tadi mandi sekalian ya?"Tristan mengalihkan pembicaraaan.


"Ya kak sudah habis gerah baanget,"Kak Tristan kenapa jadi murung gitu dan kelihatan sedih ya,apa iya kak Tristan sudah gak cinta sama aku?apa kak Tristaan sedih melihat penghianat itu,batinku bergemuruh.


"DDoorrr,"Kak Tristan mengagetkanku.


"Allahhuakbar,,lkakak,,,,,,,,,,kaget tauk,"aku memukul kak Tristan.


"Lagian kamu ngapain dek ngelamun,diajak ngomong gak nyahut,"

__ADS_1


"Gak ngalamun kak lagi mikir aja,"


"Mikir apaaan seh sayang?"


"Aaahh gak kak gak penting,"


"Dek,,,,kak Tristan memanggilku,"


"Ya kak, cup,kak Tristan mengecup bibirku,semakin lama semakin liar kami saling ******* dan mengigit,sampai akhirnya aku yang sadar menyudahi ciuman kami.


"Eemm kak,mau makan malam bareng?"Tawarku mengalihkan gairah kak Tristan yang sudah membara.


"Gak usah dek kakak langsung pulang saja,"Kak Tristan berdiri.


"Apa kakak marah?"


"Gak kok dek,ya sudah kakak pulang duluan ya keburu malam,"Pamit kak Tristan.


"Ya kak,haati hati ya kak?"Aku memeluk kak Tristan dan kak Tristan pun mengecup keningku.


Setelah keluar dari rumah Ara,Tristan tidak langsung pulang,Tristan mencari pelampiasan kerumah Erna karena hasratnya tidak tersalurkan.


"tok tok,"


Siapa seh mau magrib gini ada tamu gak tahu apa orang lagi sibuk,gerutu Erna.


"Ya ya sebentar,"Erna membuka pintu dan terkejut melihat Tristan sudah didepan pintu dengan wajah dipenuhi hasrat.


"Ka kamu ngapain kesini?kalau mencari mama gak ada dia ke masjid ,"Jawab Erna gugup.


Erna akan menutup pintu tetapi pintu dihalangi Tristan.


"Dek,,/cup,"(langsung mencium Erna).


Plaakk Erna menampar Tristan tetapi Tristan tak peduli karena sudah dikuasai nafsu,lama kelamaan Erna pun pasrah dengan perlakuan Tristan,,lagi dan lagi mereka melakukan hubungan terlarang itu yang akan menghancurkan keduanya.


"Kenapa kamu masih lakuin ini,kenapa?selesai berhubungan Erna memukuli Tristan.

__ADS_1


"Apa karena Ara gak mau kamu ajak hubungan terus kamu lampiaskan aku hah,"


"Maaffin aku dek,"


__ADS_2