Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Kisah Ibu


__ADS_3

"Alhamdulilah ibu senang mendengarnya El,jaga kandungan kamu baek baek ya?".


"Iya bu,makasih ya bu?"Elisa tetap memanggil ibuku dengan ibu padahal seharusnya mbak,tapi ya biarlah yang penting nyaman aja buat dia.


"Oh ya ada kabar gembira satu lagi ini,pasti kalian belum denger kan,"Kata ibu


"Hah,kabar apa lagi bu?"Tanyaku pada ibu.


"Kabar kalau sekarang Ara sudah jadian sama Reno,"Aku terkejut ternyata ibu memberi tahu paman juga Elisa.


"Apaaaa,kamu udah jadian sam si ganteng itu Ra,"


"Ehm ehm,"Paman berdehem mendengar Elisa memuji cowok laen.


"Hihi sadar lo El,lagi hamil,"Ledekku.


"Ihh ngeselin,Elisa lalu berdiri dan meninggalkan meja makan,"

__ADS_1


"Loh El tunggu gitu aja kok ngambek seh,".


"Sabar orang hamil emang modnya gampang berubah,dan kamu Her,ingat istrimu itu lagi hamil jangan apa apa cemburu atau protes iyain aja selama dia hamil,jangan sampai dia merasa terkekang dan dilarang nanti berakibat sama bayi yang dikandungnya,".


"Emang iya mbak?".


"Kamu ini dikasih tau orang tua,mbakmu ini udah pengalaman,gak inget kamu sama almarhum adeknya Ara dulu,".


"Apa???adek,maksud ibu apa?"Aku kaget dong ternyata aku punya seorang adek yang udah gak aada.


"Ya Ra,dulu ibumu pernah hamil saat tengah ada masalah sama bapak kamu,sampai akhirny berantem dan ibumu keguguran dan minta pisah sama bapak kamu,"


"Her samperin Elisa sana kamu minta maaf sama dia jangan sampai dia kepikiran soal tadi,".


"Baiklah mbak,"Paman pun pergi menyusul Elisa dan aku masih menunggu jawaban dari ibu.


"Ra,ibu sama bapak kamu memang gak berjodoh terlepas dari masalah apapun itu,ibu akan menceritakan semuanya sama kamu,".

__ADS_1


Waktu itu kamu berusia dua tahun,ibu awalnya gak tahu jika hamil,bapak kamu membuka usaha tanpa sepengetahuan ibu,dan uang yang dipakai bapakmu adalah hasil menjual cincin pernikahan kita,jelas ibu marah dong,menjual cincin nikah tanpa bilang sama ibu,tapi lama kelamaan ibu ikhlas dan memaafkan bapakmu sampai ibu tahu ibu hamil,ibu memberitahu bapakmu dan bapakmu marah marah gak setuju ibu hamil lagi karena saaat itu keadaan ekonomi kita lagi buruk,tapi mau bagaimana sudah terlanjur,yah sejak saat itu ibu menjadi kepikiran dan suka menangis tidak memperhatikan janin ibu dan ibu keguguran waktu itu,"Penjelasan ibu membuatku shock.


"Lalu ibu menyalahkan bapak?".


"Yah Awalnya iya,tapi lama lama ibu luluh juga,tetapi yang namanya luka itu akan membekas nak,gak akan bisa terobati,makanya ibu memilih berpisah dengan bapakmu dan memutuskn untuk sendiri sampai sekarang ini,"Ibu meneteskan aer mata mengingat kisah masa lalunya.


"Tapi ibu masih baek sama bapaak?".


"Yah semua itu demi kamu sayang agar kamu tidak kehilangan sosok seorang ayah meski kita tak tinggal satu rumah,tapi bapak memang sayang banget sama kamu Ra,sampai sekarang bapak gak mau memiliki anak lagi meski sudah menikah,".


"Jadi semua itu karena trauma bu?".


"Bukan trauma nak,tapi merasa berasalah sama ibu,padahal ibu gak melarang ayah kamu buat punya anak sama istrinya,".


"Kasihan bapak, aku akan bujuk bapak ahh agar punya anak,".


"Terserah kamu nak,ibu gak melarang itu semua kok,lagian kasihan juga bapak sama tante kamu kalau sampai gak punya keturunan,".

__ADS_1


Setelah selesai ngobrol sama ibu aku berpamitan untuk tidur karena besak sudah bekerja lagi,tidaak lupa aku melihat ponselku dulu dan ternyata ada banyak panggilan dan pesan dari Reno,aku membalas pesan Reno,setelah itu tidur.


__ADS_2