
Pagi harinya Reno sudah rapi dan siap berangkat menemuiku,dia berpamitan sama ibu dan juga ayahnya dia akan menjelaskan semuanya sama aku.
Sedangkan aku yang masih kesal tetap berada dikamar,sampai suara pintu diketuk oleh ibu.
Tok tok
"Nak kamu belum bangun ya,"Ibu mengetuk pintu.
"Sudah bu,lagi males keluar aja,"Jawabku.
"Cepetan mandi sayang itu Reno ada diluar mau bicara katanya?".
"Apa ?Reno udah disini sepagi ini bu,"Aku menghampiri ibu yang sedang berdiri didepan pintu".
"Iyaa sayang,,makanya cepetan maandi sana,"Perintah ibu.
"Iya bu,aku mau mandi dulu,"Pamitku pada ibu.
Ibu pergi meninggalkan aku dan menemui Reno jika aku sedang mandi terlebih dahulu dan Reno ngobrol dengan ibuku.
Sekitar limabelas menit aku sudah selesai mandi dan berganti pakaian lalu aku turun untuk menemui Reno meski kesal tetapi aku tetap harus mendengar penjelasannya.
__ADS_1
"Pagi Ra,,kita ke taman yuk ada yang mau aku bicarain biar nyaman,"Ajak Reno.
"Terserah kamu,"Jawabku.
"Jangan marah terus,aku minta maaf belum cerita masa laluku sama kamu,"Reno merasa bersalah.
"Heemm,jadi ke taman gak,"Tanyaku pada Reno.
"Iya,ayo berangkat,"Reno menarik tanganku.
Kami akhirnya pamit sama ibu dan berangkat ke taman sekitar limabelas menit kita sudah sampai di taman kota,karena hari masih pagi masih banya orang orang pada jogging disini.Aku mencari bangku kosong disana dan Reno masih memarkirkan kendaraannya.
"Mau jelasin apa?"Tanyaku masih dalam keadaan kesal.
"Terus kenapa dia bilang mencari kamu?".
"Jadi waktu itu aku nekat bertunangan padahal kondisiku sudah lemah,Intan yang waktu itu memaksa untuk segera bertunangan,akhirnya pertunangan pun terjadi,pas saat pertunangan selesai salah satu sahabat aku memberi tahu aku jika Intan hanya memperalat aku awalnya aku tak percaya tapi temanku memberi vidio rekaman Intan dan pacarnya sehari sebelum kita bertunangan,waktu itu aku langsung shock dan meninggalkan Intan begitu saja aku juga membatalkan acara pernikahanku secara sepihak dan saat itu kondisiku terus menurun dan semakin drop,sampai mama dan papaku membawaku pindah ke kota ini dan aku mendapat donor jantung,"Memegang tanganku.
"Hiks hiks,maafin aku Ren aku udah salah sangka sama kamu,"Aku menangis memeluk Reno.
"Kok nangis seh,maafin aku ya udah buat kamu kecewa,"Memelukku.
__ADS_1
"Gak kok,ternyata kisah masa lalu kamu lebih menyakitkan daripada aku?".
"Yaang penting kan sekarang sayang, masa depan aku sama kamu?"Reno mencium keningku.
"Makasih ya Ren?".
"Buat apa?"
"Buat semuanya,karena kamu sudah baek sama aku,udah sabar ngadepin aku,"Jawabku.
"Yang namanya pasangan itu harus saling melengkapi dong sayang,jangan mementingkan diri sendiri jadi jika kamu punya masalah apapun dan jika kamu tidak suka apa yang aku lakuin kamu ngomong sama aku ya,biar aku bisa perbaiki,"
"Iya sayang,hehe".
"Nah gitu senyum,jangan cemberut dan nangis aja,"
"Udah yuk pulang,aku masakin deh sebagai tanda maafku udah salah paham sama kamu?".
"Baiklah ayo," Ajak Reno semangat.
Kami pulang bersama,aku akan memasakkan Reno kami akan sarapan bersama,sampai dirumah ibu ternyata sudah didapur lalu aku menyuruh ibu untuk istirahat saja biar aku yang memasak sarapan pagi ini.
__ADS_1
Malam harinya aku mulai mendata nama nama siapa saja yang akan aku undang nanti saaat aku menikah,aku ditemani Tika,Elisa sudah hamil besar mungkin sebentar lagi dia akan melahirkan,jadi dia anteng dirumah.