
Hari ini aku kembali beraktifitas seperti biasa setelah liburan usai.
"Ara kamu liburan kemana?".
"Ke kota B mbak,kamu sendiri kemana gak ada kabar?".
"Aku dirumah aja Ra,tadinya mau liburan sama tunangan aku tetapi malah kena musibah,"
"Musibah apa mbak?".
"Dia terjatuh dari motornya Ra,tapi gak apa apa seh gak parah cuma lecet lecet aja,".
"Ya ampun emang jatuh dimana seh mbak kok bisa!".
"Katanya seh pulang kerja gitu disrempet orang,".
"Semoga cepet sembuh ya mbak?"
"Ya makasih Ra,kita balik yuk sebentar lagi jam makan siang usai,"
Kami selesai makan siang bersama dan kembali bekerja sampai jam kerja selesai.
Aku pulang kerja naek ojek karena Reno gak bisa jemput katanya ada proyek yang harus diurus,sampai dirumah aku terkejut melihat ada sebuah mobil sepertinya mobil Reno,tapi masak iya dirumah ku seh,katanya lagi keluar kota batinku.
__ADS_1
Aku turun dari ojek dan masuk kedalam rumah dan ternyata benar Reno yang berada dirumah,dan yang lebih membuat aku kaget lagi disana ada bapak,tante,ibu,paman,Elisa dan ada dua orang lagi bersama Reno aku gak tahu siapa mereka.
"Ini dia yang kita tunggu tunggu sudah datang,"Ibu menghampiriku dan aku masih bengong gak tahu mau apa.
"Bu ini sebenarnya ada apa ya,"Aku berbisik sama ibu.
"Sini nak kita duduk dulu,"Ibu menarik tanganku dan membawaku duduk bersama yang laen.
"Baru pulang Ra?"Tanya Reno aku hanya mengangguk dan tersenyum karena masih shock.
"Maaf ya aku udah bohong sama kamu,sebenarnya aku gak keluar kota,aku menjemput ayah sama ibuku,"
Apa jadi mereka orang tua Reno,batinku.
"Eh iya Ren,kenapa?Aku tergagap sendiri.
"Sayang gak usah tegang gitu,"Bapak menepuk pundak ku.
"Maaf,tapi saya benar benar gak ngerti dengan maksud semua ini,kenapa semua pada berkumpul disini?"Aku memberanikan bertanya terlebih dahulu.
"Haha,ya saya paham nak pasti kamu bingung ini semua ide Reno untuk memberi kejutan untuk kamu,perkenalakan saya Yuli mamanya Reno,dan ini ayahnya Reno Ahmad namanya,".
Aku menyambut uluran tangan ibu dan ayahnya Reno"Saya Ara tante,om,"Jawabku ssmbil mengulurkan tangan ke mereka.
__ADS_1
"Begini nak,maksud kedatangan saya kesini bersama istri juga anak saya Reno,karena ingin melamar kamu Ara menjadi istri untuk Reno anak saya,".
"Uhuk uhuk,"Aku terbatuk.
"Ma maksud om tante?".
"Maksud ayah dan ibuku adalah pengen melamarkan kamu untuku Ara,apa kamu mau menjadi istriku,"Reno bersimpuh dikakiku dan memberiku sebuah cincin yang indah,semua sudah bersorak sorai,tetapi aku masih kaget,shock gak tahu mau jawab apa.
"Araaa so sweett banget Reno,ayo dong Ra terima,,,romantis banget,dulu mas Heru gak kaya gini,"Elisa nyerocos dan malah membuat semua orang yang ada disitu tertawa.
"Bagaimana sayang?bapak sama ibu merestui kalian sekarang pilihan di tangan kamu kami hanya mengikuti nak,"
Aku bingung mau jawab apa jika aku menolak aku takut membuat keluarga Reno kecewa dan selama ini Reno selalu baek sama aku.
"Bismillaah om tante,Reno, maaf jika jawaban aku nanti kurang membuat kalian bahagia,tetapi bolehkah kita bertunangan dulu dan sambil mengenal satu sama laen lebih jauh,sejujurnya saya belum siap menikah,tetapi bukan berarti saya tidak mencintai Reno,masih banyak kekurangan saya yang Reno dan juga om,tante yang belum tahu begitupun sebaliknya,".
"Bagaimana Ren?".
"Ya yah,gak apa apa,saya setuju saja,,yang penting saya tidak ditolak kan?"
"Hahaha,gak ditolak nak,kan tadi bilang Ara mencintai kamu,"Sambung ibunya Reno.
Kami semua tertawa dengan pertanyaan Reno,aku meminta ijin untuk bicara berdua dengan Reno dulu,aku mengajak Reno mengobrol diteras.
__ADS_1