Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Kemana Mas Beni


__ADS_3

Setelah acara pertunangan Tika aaku memutuskan untuk kembali ke kota S,masa cutiku juga sudah hampir habis,,kemungkinan jika kontrak kerjaku habis aku akan pulang ke kota ini lagi dan tinggal bersama ibu.


Dua bulan telah berlalu tetapi aku belum mendaapatkan kabar apapun dari mas Beni juga keluarganya,jujur saja aku merindukanya ,aku berkali kali menghubunginya tetapi tidak ada respon dari nya.


"Bagimana keadaan kamu mas,kenapa kamu tak memberi kabar apapun sama aku,"Gumamku,siang itu aku duduk termenung ditaman samping rumah.


"Ra kamu sedang apa?"Tanya tante.


"Eh tan,,gak ngapa ngapain lagi lihat lihat bunga aja,"


"Lagi galau ya,"


"Aahh tante,galau kenapa pacar saja gak punya,"


"Kamu masih mengharapkan Beni kembali Ra?apa beelum ada kabar dari dia,"


"Haaaahhh menghela nafas,belum tan aku coba hubungi gak bisa gak aktif,"


"Jangan sedih mungkin dia fokus berobat disana,"


"Ya aku ngerti tapi setidaknya kasih kabar kan bisa tan,"


"Yah namanya manusia juga kadang ada lupanya,"


"Entah lah tan,mungkin udaah dapat pacar mungkin,"


"Hussttt berobat kok dapat pacar to Ra?"


"Ya siapa tahu suka suster atau dokternya malah,"


"Sudahlah gak usah kamu fikirkan,kita jalan jalan yuk,,tante pengen shoping ne,"


"Bener tan,"


"Iya ayo kamu siap siap kita berangkat,"

__ADS_1


"Ok siaappp,"


"Dasaar giliran diajak shoping aja,sedihnya hilang,"


Aku tertawa mendengar ocehan tante,aku bergegas ganti baju dan sedikit memoles wajahku dengan meke up.Sekitar sepuluh menit aku dah bersiap siap dan menghampiri tante kemudian kita berangkat bersama dengan mengendarai sepeda motor.


Sekitar satu jam kami berkendara,kami telah sampai disalah satu mall terbesar dikota S,baru kali ini aku diajak tante kesini kemaren kemaren hanya mall kecil yang aku tempatin kerja disana.


"Waahhh megah banget ya tan bangunanya,"


"Iya Ra,ini memang terbesar disini,cabangnya ya di tempat kamu kerja itu,"


"Ohh,,kaya restoran aja punya cabang,"


"Udah yuk masuk,"


Aku bergandengan tangan dengan tante berjalan masuk untuk memilih milih baju,dan benar saja sampai didalam aku terkejut karena benar benar megah dan banya sekali barang barang yang dijual disini dan serba komplit disini.


Kami asik memilih milih baju,ada yang harga murah sampai yang termahalpun ada,aku berpamitan sama tante akan mencari sepatu.


"Kamu yakin sendiri Ra gak mau tante temenin,"


"Oke baiklah nanti tante tungu di resto sana ya,"Sambil menunjuk tempat makan seperti kedai eskrim gitu.


"Oke siap tan,"Aku berjalan meninggalkan tante dan menuju ke toko sepatu,,disana ternyata lebih luas lagi banyak sekali pilihan sepatu dari anak anak dan orang tua.


Aku memasuki toko tersebut dan memilih milih sepatu mengitari rak rak sepatu tersebut,mataku menangkap kearah rak sepatu paling ujung disana ada sepasang sepatu berwarna pink,yang dipadukan dengan tosca sangan cantik menurutku.


Aku menghampiri sepatu tersebut,dan akan mengambilnya tetapi ternyata ada tangan laen juga yang akan mengambilnya,dari arah belakangku seperti ya seh seorang laki laki.


"Aku menoleh,dan terpesona sesaat,laki laki dengan perawakan tinggi,putih,ganteng,uhh pokoknya kereennn,"


"Kamu mau sepatu ini?"Orang itu bertanya padaku yang masih bengong menatapnya.


"Haloo,mbak,"Dia mengibas ngibaskan tanganya didepan mataku.

__ADS_1


"Eh iya mas ,maaff,aku memang pengen banget sepatu itu,"Jawabku gugup.


"Aku akan membelikan adikku coba saya tanya penjualnya dulu masih ada stok gak,"Dia lalu memanggil mbak penjaganya dan menanyakan perihal sepatu itu dan ternyata memang tinggal satu.


"Mas buaat aku aja yaa,aku gak mungkin balik kesini lagi,ya ya plisssss,"


"Kenapa kamu gak balik kesini lagi kamu bukan asli orang sini?"


"Bukan mas,"Dia menatap aku dan deeg mata itu,tatapan mata itu mengingatkan aku pada seseorang,,yaahh mas Aldo,mata itu seperti mas Aldo,aku terpaku dan tiba tiba aer mataku menetes.


"Loh loh mbk jangan nangis,ya ini sepatunya buat kamu aja,aku cari yang laen saja,"


"Aku menggelengkan kepala,gak mungkin,gak mungkin mas Aldo udah meninggal,batinku,"


"Mbak gak apa apa,apa aku salah bicara ya mbak?"Tetapi aku masih menatapnya dan menangis.


Aku tak jadi membeli sepatu itu,aku berlari meninggalkan orang itu dan kembali sama tante,tante yang melihatku tak membawa apa apa dan menangis sangat terkejut.


"Loh Ra mana belanjaan kamu,masak gak ada yang cocok trus kenapa kamu menangis?"Tanya tante panik.


"Gak jadi tan,hik hiks tan masak aku tadi melihat orang yang mata dan tatapannya itu sama persis dengan mas Aldo,"


"Haah,,masak seh Ra mungkin mirip aja kali,"


"Bener tan,aku gak bohong mata itu milik mas Aldo,"


"Udah ah jangan sedih dan nangis kan kita mau seneng seneng disini,lupain aja,kita cari makan yuuk tante lapar,"


"Iya tan,"Aku mengikuti tante mencari makan.


Aku dan tante menuju tempat makan dan tante memilih sebuah tempat makan steak,aku hanya mengikuti apa yang tante mau.Ternyata hari memang sudah sore tak terasa sudah setengah hari kita berbelanja aku menikmati makanan siang itu dengan fikiran ntah kemana.


Ditempat laki laki tersebut masih keheranan,melihat aku yang tiba tiba menangis dsn meninggalkanya.


"Dia kenapa ya,kok lihat aku jadi menangis tadi saja bengong,tapi tadi dia kayak sebut nama Al Aldo yah,"Gumam laki laki itu.

__ADS_1


Dia ternyata mencariku,mengitari dan memasuki setiap toko untuk mencariku,tetapi tidak menemukan ku.


"Dia seperti mempunyai beban yang berat di tatapan matanya tadi aku bisa melihatnya,kenapa aku ingin sekali bertemu lagi dengan dia,kenal juga gak,Aaahhh siaaal,"Mengusap rambutnya kasar.


__ADS_2