Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Mendapat Teman Baru


__ADS_3

Hari ini aku berencana ikut ibu membeli bahan bahan kue ke pasar,niat hati mau mengantar kak Tristan tetapi kak Tristan sudah diantar sama pamanya.


"Bu aku ikut kepasar ya?"(Menyusul ibu di dapur).


"Tumben Ra mau ikut ke pasar,pasti ada maunya ya?"(Tebak ibu).


"Hehe aku pengen membeli celana bu,"(Sambil garuk garuk kepala yang tidak gatal).


"Benar kan tebakan ibu,ya sudah ayo kita belanja banyak hari ini karena pamanmu mau pulang,"(Ibu berjalan ke kamar mengambil tas).


"Wah yang bener bu paman Heru mau pulang,"(Menyusul ibu,paman ku memang pergi ke kota untuk bekerja).


"Ya tadi paman mu tlf ibu,ayuk berangkat keburu siang,"Ajak ibu.


"Ayo bu,ajakku lalu aku mengeluarkan sepeda motor dari garasi.


Kamipun berangkat kepasar,sesampainya dipasar ternyata sudah sangat ramai pedagang dan pembeli yang menjajakkan daganganya maupun yang membeli kebutuhan mereka.


"Ra kamu mau beli celana apa?"(Tanya ibu).


"Celana panjang bu rencana aku mau melamar kerja,"(Aku berencana melamar kerja yah ditoko toko atau dimanapun sambil menungu ijazahku keluar,).


"Memang ijazah kamu sudah keluar Ra?".


"Belum bu makanya cari kerja yang gak pakai ijazah dulu bu,bosen dirumah,"


"Oh,ibu seh setuju setuju saja kamu kerja,,itung itung cari pengalaman,Ra itu disana banyak celana celana bagus,"(Tunjuk ibuku ke pedagang pakaian didepan kami).


"Yuk bu kesana,sambil menggandeng tangan ibu,"


"Mari bu,mbak dipilih celana,atau bajunya bu buat sehari hari ada buat kerja juga ada,"(Penjuaal pakaian itupun menawarkan daganganya.


"Ini mas anak saya yang mau milih,"Ibuku lalu menarik tanganku untuk mendekat).


"Wah anaknya cantik sekali bu,sini sini mbak dipilih pilih saja,"(Penjual itu memujiku sambil menawarkan daganganya).


"Isss apaan seh mas,mbak mbak emngnya aku udah tua,"(Ketusku sambil melihat lihat celana panjang yang aku mau).


"Jangan galak galak atu mbak,nanti yang mau deket pada lari lo,hehe,"(Penjual itu terkekeh).

__ADS_1


"Bodo,jawabku lalu ibu menyenggolku,maaf ya nak anak tante memang judes,ibuku ikut ikutan mengataiku.


"Iihh ibu ne apaan seh anaknya dikataa kaatain,eh mas aku mau yang itu dong warna hitam,,"(Aku menunjuk salah satu celana yang aku suka).


"Yang ini mbak,"(Penjual itu mengambilkan celana yang terpajang diatas).


"Ya mas ini,"(Aku menerima dan langsung membayar nya).


"Mas disekitar sini ada yang buka lowongan kerja gak ya?"(Tanyaku pada mas mas penjual tadi).


"Mbaknya mau kerja ya?"Tebak penjual tadi.


"Ya mas sambil menunggu ijazahku keluar bosen dirumah terus,"(Aku duduk dikursi yang disediakan penjual tadi ibuku sudah aku suruh membeli bahan kue duluan dan aku menunggu dipenjual pakaian tadi selaen ramah mas masnya ternyata juga ganteng hihihi).


"Aku ada mbak kenalan yang mencari orang buat menjaga toko pakaian juga tapi bukan dipasar sini,apa mbak mau?"


"Mau banget mas,"(Jawabku semangat).


"Bagi no wa nya mbak nanti sepulang dari sini aku mampir kerumah temenku,kalau masih butuh orang aku hubungi mbak,"(Mas nya menyerahkan hpny kepadaku).


"Aduh apa gak ngrepotin mas,"(Aku tak enak hati).


"Gak apa apa mbak santai saja',"


Kamipun bertukar no wa untuk memberi kabar selanjutya semoga masih membutuhkan tenaga kerja ya,harapku,setelah bertukar no hp ibu datang dan kamipun berpamitan pada mas penjual pakaian tadi untuk pulang.


"Bu tadi mas penjual pakaian menawarkan aku kerjaan di toko temenya lo"(Aku sampai dirumah dan bercerita kepada ibu).


"Baek banget Ra,terus dimana?".


"Gak tahu bu aku belun nanya keasikan ngobrol hehe,"(Nyengir).


"Dasar anak ibu,terus nama masnya tadi kamu juga belum tahu?".


"Belum bu aku lupa nanya,"(Sambil menggeleng kepala.


"Ya ampun Ara ada ada sajaa kamu,ya sudah terserah kamu ibu mendukung apapun itu,"


"Makasih ya bu,"(Aku memeluk ibuku).

__ADS_1


"Ya sayang ,ya sudah sana mandi bau asyeeemm"(Ibuku menutup hidungya).


"Ya bu,ya udah aku mandi dulu ya bu?"(Berlalu ke kamar dan mandi).


"Uuhh segernya habis mandi,"(Aku sehabis berganti pakaian).


Dddrrttt,drrttt


"Halo kak,"(Tlf dari kak Tristan).


"Halo dek lagi apa?"


"Habis mandi kak tumben tlf,"


"Kakak kangen dek,"


"Masak,kangen kok tlfnnya 2hari sekali"(Aku sedikit kesal karena semenjak balik kota kak Tristan jarang menghubungiku jika aku chat balesnya sekali dua kali,tlf juga gak pernah diangkat).


"Kakak kerja dek,dan kalau capek langsung tidur,"


"Ohh,sekarang gak kerja dong bisa tlf,"(Tanyaku).


"Nanti kerja dek cuma setengah hari,"


"Oohhhh,kakak udah makan?"(Tanyaku basa basi).


"Udah dek ini habis sarapan,katanya tadi kepasar,"


"Kakak tahu darimana aku kepasar?"(Tanyaku terkejut).


"Eeh itu tadi Erna yang bilang,"


"Erna?kakak chat tan sama Erna?"(Tanyaku curiga).


"Eh gak gitu dek,,eemm kebetulan aku menanyakan pesanan baju adekku lalu aku iseng iseng nanyain tentang kamu,"(Jawab kak Tristan).


"Baju lagi baju lagi,pesen baju gak ada habisnya,"(Jawabku jutek).


"Dek jangan maraah,"

__ADS_1


"Gak marah,ya udah kak aku dipanggil ibu,"(Aku lalu mematikan tlf sepihak).


Aku kepasar kan gak ketemu Erna,berangkat juga masih pagi,apa jangan jangan Erna ada dipasar dan lihat aku ya,aku bergumam sendiri,aku mengabaikan panggilan dan chat kak Tristan karena sudah terlanjur kesel.


__ADS_2