Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Mengantar kak Tristan


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan kak Tristan untuk bekerja ke luar jawa dan aku bersama Tika rencana mau mengantar pacar pacar kami ke terminal,kebetulan hari in adalah hari libur sekolah.


"Ra nanti jadi anter kak Tristan kan kamu?"Tanya Tika,Tika sudah dirumahku sejak tadi pgi,aku beralasan sama ibu sedang mengerjakan tugas bersama Tika.


"Iya dong jadi,,kalau gak anter kan tinggal hari ini kita ketemu,"Muka cemberut.


"Kita LDR ran jadinya ya Ra,"Tika sedih sambil memelukku.


"Iya Tik,gak ada yang antar jemput lagi ya hehe,"Jawabku sambil tersenyum dan memeluk Tika.


"Haha iya,ya gak ada ojek gratis,"Tika juga tertawa.


"Nah gitu dong ketawa jangan sedih melulu,nanti kan saat pacar pacar kita pulang kita sudah selesai ujian kan,""jadi enak pacaranya,Jawabku sambil melepas pelukan Tika dan aku berlalu ke kamar mandi mau mandi dan siap siap,karena kak Tristan mengabari akan berangkat jam sepuluh.


"Ya udah cepetan sana mandi aku mau ijin tante dulu untuk pamitan nanti,"Jawab Tika.


"Hae tante lagi masak apa,"Tika berjalan ke dapur untuk menemui ibuku yang sedang membuat kue.


"Eh Tika,ini Tik tante lagi membuat kue nanti malam ada acara arisan RT,"Jawab mamaku sambil menoleh ke arah Tika.


"Waaahhh kayaknya enak tan,"Tika lalu mengambil kue dan memakannya.


"Itu cobain aja Tik,perdana lo tante buat kue,"Jawab ibuku,Tika sama ibu ku juga sudah sangat akrab sudah menganggap anak sendiri jadi gak ad rasa canggung sama sekali.


"" Nyam,nyam ya tante beneran enak,maaf ya tante gak bisa bantu membuat kue,aku sama Ara mau ngerjain tugasnya dirumah Elisa,"Tika meminta ijin ibuku,untuk berpamitan,kalau aku gak suruh Tika kesini ibuku pasti tidak akan mengijinkan aku pergi sendiri.


"Yang bener Tik,syukur kalau enak,tante kira kalian mengerjakan tugasnya disini,"Jawab mamaku sambil terus mengaduk adonan kue.


"Gak tante kami mengerjakan dirumah Elisa dia enggk bisa kesini gak ada yang mengantar,"Jawab Tika,maafiinku ya tante udah bohong sama tante,gara gara Ara neh aku ikutan membohongi orang tua hhuuffttt,tika bermonolog dalam hati.


"Heh jangan ngalamun Tik kesambet nanti,"Ibuku menepuk pundak Tika.


"Yah ya tante gak ko,tadi kepikiran erna yang gak mau ikut belajar bareng,"Tika kaget karena ibuku membuyarkan lamunanya.

__ADS_1


"Ohh mungkin Erna sibuk,tante lihat akhir akhir ini sering ada laki laki mampir kerumah dia,"


"Apa tante?serius ada cowo sering kerumah dia?"Tika kaget mendengar penjelasan ibuku.


Belum sempat ibuku menjawab pertanyaan Tika,aku sudah berjalan menghampiri ibu dan Tika.


"Serius amat seh ngobrolin apa?"Tanyaku basa basi.


"Aduh anak ibu cantik banget mau kemana tumben tumbenan kamu dandan nak,"Tanya ibuku sambil menataap aku.


""Emaang aku kemaren kemaren jelek bu,"Jawabku sambil cemberut.


"Hahaha ya kamu kemaren jelek Ra,"Tika menimpali).


"Iisshh Tika gitu banget,"Jawabku sambil pura pura marah.


"Uluh uluh anak mamak ngambek hahahaah,"Tika tertawa meledkku sambil mencolek pipiku.


...----------------...


Sesampainyaa di terminal aku turun dan Tika sudah sampai lebih dulu,sebelum pacar kami naek bis kita ngobrol ngobrol dulu ternyata masih setengah jam lagi bis berangkat,kak Tristan mengajak aku ngobrol berdua,akhirnya kami mencari tempat yang nyaman untuk mengobrol,jangan tanya lagi Tika dan mas Heri sudah mojok lebih dahulu!!


"Dek jangan sedih gitu dong senyum,"Kak Tristan mulai berbicara sambil menatap dan memegang tanganku.


"Kakak lama disana ya,"Jawabku sambil menatap kak Tristan,mata udah berkaca kaca.


"Gak tahu dek bisa lama,bisa enggak,heii jangan nangis dong nanti aku dikira perkosa kamu,"Kelakar kak Tristan.


""Isshh kakak,"Aku memukul lengan kak Tristan,tiba tiba kak Tristan memelukku,sangat nyaaman walau malu tetapi aku balik memeluk kak Tristan!!kok kak Tristan bau minyak wangi perempuan ya,dan kaya kenal wangi parfum in!batinku berbicara.


"Dek,"Panggil kak Tristan karena aku meluk kak Tristan lama,padahal sedang mikirin bau parfum mau tanya takut jadi berantem.


"Eh iya kak maaf,"Jawabku sambil tergagap.

__ADS_1


"Kamu gak apa apa kan dek,jangan sedih terus kakak pulang kok gak akan nikah disana,nanti kalau kamu lulus kakak nikahin,hehe,"Kak Tristan menatapku sambil tersenyum,dan senyumNya itu yang membuatku jatuh cinta.


"Enak aja aku masih pengen kerja kak,masak lulus nikah seh,"Jawabku sambil muka manyun.


"Hahaha,"Kak Tristan tertawa.


"Kok malah ketawa kak,emang lucu"Jawabku sambil memukul tangan kak Tristan.


"Cup,"Tiba tiba kak Tristan mengecup bibirku)aku yang kaget hanya bengong dan gak bisa ngomong apa apa sampai kak Tristan mencubit pipiku.


"Eh,iya,kenapa kak,"Aku gelagapan sendiri antara malu dan shock itu kan ciuman pertama aku.


"Kamu marah dek aku cium,"Tanya kak Tristan.


"Emmm,enggak kak tapi kan malu tempat umum,"Jawabku sambil menunduk.


"Gak ada orang dek,lihat itu sepi,senyum dong dek jangan nunduk terus,"Aku lalu menatap kak Tristan dan tersenyum,tiba tiba ada suara panggilan bahwa bis yang mau ditumpangi kak Tristan berangkat,aku dan kak Tristan lanjut berdiri dan berjalan ke arah bis itu.


Ternyata Tika sudah sampai lebih dulu di samping bis itu dan masih berpelukaan bersama mas Heri,mungkin pandagan orang orang kita pasangan suami istri kali ya.


"Dek kakak beranngkat dulu ya,kamu hati hati dirumaah,belajar yang bener,jangan mainan hp melulu,maemnya yang teratur juga,"Kak Tristaan memberi nasihat aku.


"Ya kak,baweeeelll,"Jawabku lalu aku memeluk kak Tristan.


""Ya dek,jaga kesehatan ya,kakak sayang kamu,"Kak Tristan balik memelukku dan mencium keningku.


"Jangan nangis ya dek,"Aku masih dipelukan kak Tristan dan menangis.


""Hiks,hik,aku juga sayang kakak,"(lMelepas pelukan kak Tristan.


"Wooiiii udah pelukanya kalii itu bis udah mau jalan jadi berangkat gak Tris,"mas Heri meledekku dan kak Tristan,kak Tristan pun lalu berjalan ke dalam bis,ntah mengapa kaya ada sesuatu yang menganggu fikiranku,semoga kak Tristan baek baek saja batinku.


Aku dan Tika kembali pulang kerumah masing masing,sampai rumah ternyata udah ada Erna didepan rumah sedang ngobrol bersama ibu,,tumben itu Erna maen kerumah biassanya dipaanggil aja enggak mau,baatinku bermonolog!hubunganku dengan Erna memang gak begitu baek akhir akhir ini ntah ap yang membuat Erna marah denganku,padahal aku tidak melakukan kesalahan apapun.

__ADS_1


__ADS_2