
Saat Shai sedang duduk di sofa rumahnya, Shai di kagetkan dengan bunyi deringan telfon rumahnya. Shai segera mengangkatnya, hampir saja Shai tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Shai pun bergegas pergi ke Rumah Sakit. Sesampainya di Rumah Sakit, Shai bertanya kepada Suster, lalu Suster pun menunjukkan arah kamarnya yaitu di selatan.
Shai pun berlari, lalu dia sampai di kamar itu, Shai masuk dan melihat wajah Shena sudah pucat pasi, terkulai lemas, tidak bernafas. Shai pun menitikkan air matanya dia menghampiri mayat Shena dan menangis di situ. Orang tua Shena kaget melihat kedatangan Shai, tetapi mereka berdua tidak menghalangi Shai untuk memeluk Shena.
Keesokan harinya.......
Besok harinya, sekitar jam sepuluh pagi, mayat Shena di kubur. Banyak orang datang melihat, lama-kelamaan orang-orang pun mulai berkurang dan kini tinggal Shai dan kedua orang tuanya Shena. Sebelum pergi, ibunya Shena memberikan buku harian Shena pada Shai. Shai pun membacanya.
Isi salah satu halamannya :
'Untuk Shai
Shai, aku tidak tahu apakah kamu menyukaiku atau tidak, tapi aku ingin mengungkapkan bahwa aku sangat mencintai dan menyayangimu. Entah sejak kapan perasaan cinta ini muncul, tapi aku tidak dapat membohongi diriku sendiri. Aku berharap kamu juga menyayangi aku sebanyak aku menyayangimu. '
__ADS_1
Shai menutup buku itu dan masih tetap saja menangis, lalu dia mengatakan
Shai: "Shena, aku mencintaimu, sangat mencintaimu dan aku juga sangat menyayangimu."
Shai mengatakan itu semua sambil menangis.
Orang tua Shena yang tidak terima atas kematian anaknya menghubungi Polisi. Polisi pun bersedia menyusutkan kasus kematian anaknya. Setelah beberapa minggu kemudian, Polisi menemukan bahwa Shena mati bukan karena kecelakaan tapi karena di sengaja. Anisa ditangkap oleh Polisi dan dibawa ke penjara.
Beberapa bulan kemudian..........
Pada suatu hari Shai mengobrol dengan Zahra. Shai ingin tahu tentang Shena lebih mendalam lagi.
Shai: "Zahra, aku kesini ingin menanyakan tentang Shena padamu."
__ADS_1
Zahra: "Apa yang ingin kau tahu tentang Shena?"
Shai: "Apa saja yang kamu ketahui."
Zahra pun mulai bercerita tentang Shena, Zahra bercerita bahwa semasa hidupnya, Shena sering sekali membicarakan tentang Shai, tidak ada satu haripun dimana Shena tidak menyebut nama Shai. Shai mendengarkan semua cerita matus dengan baik. Setelah beberapa lama bercerita, Shai pun keluar dan kembali ke kelasnya.
Sesampainya di kelas, Shai masih terus memikirkan tentang semua yang diceritakan Zahra tadi. Shai pun berdoa semoga saja Shai bisa bertemu kembali dengan cintanya itu.
Satu tahun kemudian..........
Setahun telah berlalu, namun Shai masih belum bisa melupakan Shena. Memang Shai sudah kembali tersenyum lagi seperti dulu, namun hatinya tetap saja masih merindukan Shena, dan masih saja berharap agar bisa bertemu kembali dengan cintanya itu.
Shai sangat mencintai dan menyayangi Shena sepenuh hatinya, dalam hatinya, tidak ada yang bisa menggantikan Shena. Hampir setiap hari Shai selalu pergi ke kuburan Shena.
__ADS_1
Begitulah kisah cinta Shai dan Shena. Meskipun Shena sudah meninggal, Shai masih tetap mencintai dan menyayangi Shena dengan sepenuh hatinya.
Sekian