Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Rencana Menjenguk Aldo


__ADS_3

Akhirnya Ara sampai ditempat kerja dengan diantar Tristan.Sesampainya ditempat kerja Ara disambut mbak Hana dengan wajah yang lesu.


"Dek nanti kakak saja yang jemput ada yang mau aku omongin,"


"Baiklah kak jemput jam lima ya kan aku masuknya siang,"Aku lalu berjalan ke arah mbak Hana yang sedang duduk didepan toko.


"Assalamualaikum mbak Hana?"Sapaku.


""Walaikumsalam,eh Ra udah sampai,"Mbak Hana tak begitu semangat.


"Udah dari tadi mbak,tadi ngobrol itu didepan sama kak Tristan,mbak Hana kenapa kok kelihatan murung gitu seh?"


"Hiks hiks mbak Hana menangis sambil memelukku,"


"Mbak ada apa kenapa menangis,cerita dong mbak,"Mengelus ngelus pundak mbak Hana.


"Aldo Ra,Aldo hiks hiks,dia kritis,"Bagai disambar petir aku sangat teekejut mendengarnya.


"Mas Aldo sakit apa mbak?kok sampai kritis,"Aku sedih.


"Dia kecelakaan Ra,"ya Allh mas Aldo aku tidak bisa berkata apa apa,aku juga shock mendengar ini semua mas Aldo sudah ku anggap sebagai kakakku sendiri.


"Mbak mas Aldo dirawat dimana ayo kita kesana aku mau lihat keadaan mas Aldo,"


"Ayo Ra naek mobil aku aja,"Mbak Hana berdiri dan aku mengekor dibelakang mbak Hana.


Sekitar satu jam perjalanan akhirnya kami sampai dirumah sakit Medika tempat mas Aldo dirawat,mbak Hana menuntunku mengajak keruangan mas Aldo,mas Aldo masih diruangan ICU dengan banyak alat alat medis yang menempel dtubuhnya,aer mataku luruh juga yang sejak tadi aku tahan.


"Aku berjalan menuju depan pintu kaca,mas Aldo yang lemah pucat dan tak ada tanda tanda kehidupan didirinya aku menangis sesenggukan,"


"Mas Aldo,,hiks hiks kamu kenapa bisa kayak gini mas,kan kamu janji mau lihat aku sukses,katanya kamu mau nunggu aku merid ayo bangun mas,bangun aku disini mas aku kangen bercandanya kamu,"


Mbak Hana merangkulku dan membawaku duduk dikursi tunggu.


"Sudah Ra jangan menangis lagi kita doain semoga Aldo cepet sadar dan pulih seperti dulu,"


"Sebenarnya apa yang terjadi mbak kenapa bisa sampai kayak gini hiks hiks,"

__ADS_1


"Kata mamanya Aldo dia akan pergi ke seseorang yang dia cintai,dia mau nyatain cintanya ke wanita itu tetapi diperjalanan Aldo melihat wanita itu dengan laki laki laen dan mesra lalu Aldo balik arah dan terjadi lach kecelkaan Ra,"Penjelasan mbak Hana.


"Memangnya sapa mbak wanita itu?"


"Apa kamu gak tahu Ra siapa yang disukai Aldo?"Lalu aku menggelengkan kepalaku karena memang gak tahu.


"Apa kamu gak punya perasaan sama Aldo Ra?"Pertanyaan mbak Hana membuatku terkejut.


"Ma maksud mbak apa?aku aggep mas Aldo seperti kakakku sendiri mbak gaak lebih,"


"Kenapa mbak Hana tanya seperti itu?"


"Gak apa apa Ra,"Mbak Hana seperti menyembunyikan sesuatu tetapi ntahlah aku tidak mau banyak tanya biarlah mbak Hana bercerita memang sudah siap untuk bercerita.


"Ini mas Aldo gak ada yang nungguin mbak,kok dari tadi sepi sini,"


"Biasanya seh adeknya atau mamanya mungkin lagi keluar,"


"Oh,"Aku manggut manggut


Kami duduk tanpa berkata apa apa lagi dengan fikiran masing masing,aku masih gak percaya kenapa bisa seperti ini,mas Aldo cepet sadar aku kangen bercanda bareng kamu mas,batinku.


"Ra kok bengong,"Mbak Hana menepuk pundakku.


"Eh iya mbak kenapa jawabku gagap,"


"Hai mbak,udah lama disini?"Sapa laki laki itu.


"Hai Sal,udah lumayan seh,kamu darimana?"


"Dari kantin mbak laper dari semalam belum makan,"Jawab Faisal(Nama adik Aldo)sambil cengegesan.


"Oh ya Sal kenalin ini Ara karyawan aku sekaligus sahabat Aldo,"Lalu aku mengulurkan tangan ke Faisal.


"Aku Zahra biasa dipanggil Ara,aku memperkenalkan diri,"


"Hai aku Faisal adek mas Aldo,ohhh kamu toh yang namany Ara,cantik,pantes kakaku tergila gila,"

__ADS_1


"Hah apa maksud kamu?"Belum sempat Faisal menjawab mbak Hana lebih dulu bertanya.


"Sal gimana kondisi Aldo?"


"Belum ada peningkatan mbak masih koma,"Jawab Faisal sedih.


Kami semua larut dalam kesedihan tiba tiba ponselku berdering ternyata itu panggilan dari kak Tristan.


"Mbak, Sal aku angkat tlf dulu ya,"Aku pamit menjauh untuk mengakat tlf.


"Assalamualaikum dek,kamu dimana kok ditempat kerja gak ada?"


"Walaikumsalam kak,maaf kak aku gak sempat ngabarin aku lagi dirumah sakit?"


"Kamu kenapa dek,apa kamu sakit lagi kamu dirumah sakit mana?"tanya kak Tristan kawatir.


"Bukan aku kak yang sakit tapi mas Aldo,,kaka jemput kesini ya aku dirumah sakit Medika kak,"


"Baek lah dek kakak kesitu ya?"Kak Tristan mematikan tlf.


"Tlf dari sapa Ra?"Tanya mbak Hana.


"Dari kak Tristan mbak,"


"Kamu tuh bodoh ya udah diselingkuhin masih mau balikan lagi kayak gak ada cowok laen aja,"Tiba tiba Faisal menyahut.


"Maksud kamu apa,kamu darimana tahu tentang aku jangan sok tau deh,"Aku mendengus kesal darimana coba Faisal tahu apa jangan jangan mas Aldo cerita ya tadi dia bilang mas Aldo tergila gila sama aku apa mungkin mas Aldo suka aku ya,ahh gak mungkin batinku bergejolak.


"Ya aku tahu aja,"Jawab Faisal dan berlalu pergi.


"Ihhh apaan seh sok kenal banget,"Kesalku.


"Udah Ra biarin aja,katanya kamu mau dijeemput pacar kamu,"


"Ya mbak,eemm aku duluan ya mbak ke depan kamu masih mau disini apa balik toko mbak?"


"Ya kamu duluan saja aku masih mau disini".

__ADS_1


Aku lalu berpelukan dan cipika cipiki,aku lanjut berjalan keluar untuk menunggu kak Tristan.


__ADS_2