Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Berlibur 2


__ADS_3

Kami memasuki sebuah vila yang sangat megah dan benar saja cuaca disini sangat dingin aku sudah mulai merasakan agak gak enak di badan,lalu aku buru buru mengajak Reno juga sepupunya untuk masuk saja,kan gak seru mau liburan malah aku sakit karena alergi dingin.


"Kakak tunggu kita gak jalan jalan dulu,"Tanya sepupu Reno sebut saja Ika namanya.


"Kita istirahat dulu yuk bentar nanti kita baru keliling,kasihan Ara baru pertama kali kesini,"Jawab Reno sambil membawa barang barang kami.


"Baiklah,ayo kak kita ke kamar maasing masing"Ika menggandeng tangan aku dan berjalan masuk ke dalam vila,kami disambut baek oleh penjaga vila,keadaan didalam vila tak kalah indah dengan bagian depan vila.


"Ren aku boleh minta tolong gak,"Aku menghampiri Reno yang sedang duduk diteras.


"Boleh kok Ra,bilang aja mau minta tolong apa seh?"


"Aku mau bikin teh anget tapi gak tahu dapurnya dimana!"


"Hahah ya ampun Ra,Ra gitu saja kok sungkan seh,ayo ikut aku kita kedapur memang dapurnya dibelakang terpisah sama bangunan ini,"Reno menggandeng tanganku menuju dapur.


"Kok jauh banget seh la kalau malam malam pengen bikin teh gimana?".


"Kan ada penjaga vila sayang yang stanbay didepan kita tinggal panggil terus minta apa yang kita mau"Reno memanggilku sayang!!!!


"Owhh,sayang sayang pala lu peyang apa,"


"Kenapa hemm!!!gak boleh panggil sayang,"


"Tauh ah,"

__ADS_1


"Haha kamu lucu kalau lagi malu Ra,"


"Ihh Reno gak sah ngledek deh!,ini mana dapurnya kok gak sampe sampe seh,"


"Itu disamping,"Sambil menunjuk arah samping dan disana ada seorang perempuan paruh baya juga seorang gadis yah seusia aku juga.


"Sore den,ada yang bisa saya bantu?"


"Oh iya bi ini pacar saya mau membuat teh,"Aku melotot ke arah Reno apa apaan seh dia batinku.


"Eh enggak bi,dia,bi siapin makanan ya buat empat orang,"Reno memotong pembicaraanku.


"Husstt udah kamu diem dulu,sana cepetan membuat teh terus kita balik keteras"Sepertinya Reno gak nyaman didapur apa karena gadis itu ya,aku melihat gadis itu selalu mencuri curi pandang ke arah Reno.


Tanpa banyak tanya lagi aku membuat teh dan membawanya pergi dari dapur,saat aku berjalan melewati gadis itu dia menyenggolku dan hampir saja tehku tumpah untung Reno dibelakangku.


"Kalian darimana dicariin malah pacaran disini!"Gerutu Lia.


"Siapa yang pacaran dodol,ini aku ngantar Ara ke dapur belakang dia mau membuat teh tadi,"


"Kenapa gak minta sama mang Asep saja,"


"Gak apa apa Lia,enakan bikin sendiri,oh ya. ada apa cari aku?"


"Kita jalan jalan yuk si Nala udah jalan duluan sama pacarnya,"

__ADS_1


"Kapan pacarnya Nala datang Lia,"Tanya Reno.


"Tadi kak,waktu kakak pergi,"


"Ya sudah sebentar ya saya kekamar dulu ambil jaket,saya alergi dingin soalnya,"


"Ya sudah kita tunggu didepan ya,"


"Ok siap"Aku berjalan ke kamar untuk mengambil jaket dan memakainyaa,setelah selesai aku menuju Reno dan Lia didepan untuk berjalan jalan.


"Udah selesai?"Tanya Reno.


"Udah ko yuk berangkat kita mau jalan jalan kemana,"Tanyaku pada mereka.


"Kit kekebun strowbery yuk,lama gak kesana ini kan pas musim buah kak,"Ajak Lia antusias.


"Ayo baiklah kakak nurut aja,"


Akhirnya kami berjalan bertiga menuju kebun strowbery,sepanjang perjalanan kita disuguhkan pemandangan yang indah dan masih sangat alami,udara yang sejuk dan jauh dari polusi udara.


"Haaahh seger banget ya udaranya,"


"Ya Ra,apa kamu suka?"Tanya Reno.


"Iya suka banget,makasih ya udah ajak aku kesini,"

__ADS_1


"Iya sama sama,"Kita lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki,sekitar sepuluh menit kita telah sampai dikebun strowbery dan benar kata Lia,strowberinya sedsng berbuah dan siap panen.


"Masyaaalah indah dan luas banget kebunya,"Aku takjub dengan pemandangan didepanku,Lia lalu menarik tanganku untuk menuju tengah kebun dan memetik buah strowberi sepuasnya.


__ADS_2