Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Dipermalukan


__ADS_3

Tiba ditoko ternyata Reno sudah ada disana,habislah aku jadi bulan bulanan temen temen toko.


"Cieee yang udah ditungguin calon suami,,,senengnya,"Ledek mbak Sari.


"Ahh mbak Sari apaan seh,kamu saja duluan yang merid aku belakangan aja mbak hehe,"


"Hahaha kamu kalau lagi malu lucu Ra,muka kamu udah kayak kepiting rebus,"


"Tau ah mbak Sari mah gitu,aku mau nemuin Reno aja,"Aku berlalu dan menuju Reno yang sedang memperhatikan aku dari tadi.


"Hae,,kok udah sampai sini aja,"Sapaku pada Reno.


"Hae juga,,iya aku takut kamu marah sama aku,"


"Marah kenapa Ren?"


"Ya itu semalam,,habisnya kamu gak ada kabar dari semalam,aku tlf gak bisa aku kawatir makanya aku nungguin kamu disini,"


."Ya ampun Ren,,,aku gak marah sama kamu ko,,dan keputusan aku masih sama,kita bertunangan dulu,,kamu sama mas Aldo orang yang berbeda walau maata dan jantung kamu milik dia tetap kalian orang yang berbeda,,kita akan lebih mengenal lagi biar kamu tahu aku gimana,"


"Alhamdulilah jika keputusan kamu tetap Ra,aku takut banget kamu mutusin aku,"


"Gak lah Ren,,,kamu gak kerja?"


"Kerja,,oh ya kalau tunangan kita dua minggu dari sekarang gimana?"


"Ya Ren,aku setuju aja,"


"Makasih ya sayang,"Reno memegang tangan aku.


"Sama sama Ren,sudah sana kamu berangkat kerja aku mau kerja bentar lagi ne,"


"Iya,iya bawel,"Dan satu kecupan mendarat dipipiku.


"Renoooooo kebiasaaan ya,"


"Hehe,habisnya gemes aku sama kamu,ya udah aku berangkat ya nanti aku jemput saja,kamu pulang jam berapa?"

__ADS_1


"Gak usah kan aku bawa motor,"


"Gak apa apa nanti motor kamu biar dibawa sama mang Udin sopir aku,"


"Terserah kamu aja lah,ya sudah sana,"


Reno akhirnya berangkat kerja dan aku berganti seragam kerja,lalu memulai bekerja karena sudah banya pembeli yang datang.


Saat tengah bekerja aku dikejutkan dengan kehadiran Erna yang datang marah marah sama aku tanpa aku ketahui apa masalahnya.


"Heh dasar perempuan gak tahu diri,kenapa kamu gak gila aja seh dulu,ngapain pakai sembuh segala,,gara gara kamu Tristan selalu saja mikirin dan cinta sama kamu,apa seh lebihnya kamu,cantikan juga aku kemana mana"Cerocos Erna,semua orang sudah mengelilingi kami,banyak bisik bisik juga yang jelek tentang aku padahal mereka gak tahu apa masalah sebenarnya.


"Kamu itu punya sopan santun gak,datang datang ke toko orang marah marah gak jelas,"


"Gak usah sok polos kamu,,pelet apa yang kamu gunain kepada Tristan sampai sampai dia tegaa sama aku dan anaknya,dia pergi dari rumah gara gara kamu,"


"Aku gak melakukan apa apa ,kenapa kamu nyalahin aku,"Aku menangis,banyak orang yang memandang aku jelek disini aku ingin membela diiri tetapi aku gak mau membuka aib Erna.


"Halah akui saja,kamu pelet Tristan kan agar dia kembali sama kamu,puas kamu sekarang hah,"Erna semakin memaki maki aku,saat aku akan menjawab tiba tiba Tika datang.


"Siapa kamu gak usah ikut campur,"Erna tampak kaget tetapi dia tidak mau mengakui Tika jika dulu kami berteman.


"Woooww anda lupa sama saya nona,apa anda lupa juga tentang penghianatan anda terhadap sahabat saya Ara,dan anda yang menyerahkan tubuh anda secara sukarela kepada Tristan saat itu padahal anda tahu Tristan kekasih Ara,apa anda lupa juga nona Erna jika anda yang memfitnah Ara sampai Tristan membenci Ara dan menikahi anda karena anda hamil anak diluar nikah karena anda menyerahkan tubuh anda,"


Erna diam menahan amarah,dia menahan malu semua orang yang ada dditoko berbisik bisik yang buruk tentang Erna,Erna tak bisa menjawab dia mulai mengeluarkan aer mata.


"Kenapa anda diam Nona?"


"Cukup,"Erna berlari meninggalkan toko,aku terduduk lemas Tika menghampiriku dan memelukku.


"Kenapa kamu gak membela diri Ra,kamu dipermalukan sama Erna dan kamu hanya diam,sudah cukup Ra,Erna menginjak injak kamu,"


"Tika hiks hiks,,aku gak mau membuka aibnya,"


"Tapi dia yang memulai Ra,jangan diam saja kamu ditindas kamu masih baik aja sama dia,"


"Makasih Tik kamu udah bela aku,"

__ADS_1


"Udah ayo berdiri jangan nangis,kan bentar lagi kamu mau tunangan,"


"Kamu tahu darimana Tik,kan aku belum cerita,"Akhirnya aku ngobrol sama Tika didalam kantor.


"Kamu tahu aku kerja disalah satu kantor dikota A,"


"Iya tahu Tik,dan apa hubunganya sama aku,"


"Karena bos aku yang akan bertunangan sama kamu,"


"Haaa,maksud kamu Reno bos kamu gitu?"Aku terkejut pasalnya aku gak tahu apa apa soal pekerjaan Reno,yah memang tahu jika dia punya perusahaaan aku fikir itu milik ayahnya.


"Ya ampuun Ara,,,kamu itu akan menikah sama orang tajir melintir taukkk masak kamu gak tahu,"


"Gak Tik,aku benar benar gak tahu,terus kamu tahu jika aku tunangan sama Reno dari siapa?".


"Ya dari pak bos lah Ra,dia tadi pagi ngumumin mau tunangan sama Zahra dikota S,aku langsung teringat kamu lah,dan aku beranikan tanya sama pak Bos dan ternyata benar kamu ,makanya aku pulang kesini dan nemuin kamu".


"Owwhhh,,kamu sama Heri,"


"Gak dia masih kerja,oh ya Elisa katanya hamil ya"?.


"Ya Tik,beuhhh manjanya gak ketulungan sama paman,"


"Yah namanya bumil emang gitu Ra,"


"Kayak udah ngalamin aja Tik,Tik,"


"Ya belum tapi aku punya temen kerja yang dari awal hamil sampai brojol aku selalu dampingi dia jadi ngerti lah dikit dikit,"


"""Owh gitu,,nanti malam kerumah ya ibu pasti seneng lihat kamu dia selalu nanyain kamu tauk,"


"Iya,nanti kita ngrumpi lagi ya hehe,aku mau balik dulu,kamu juga masih kerja kan?"


"Iya Tik,,ya sudah kaamu hati hati ya,"


Tika meninggalkan toko,dan aku mulai bekerja lagi sambil diintrogasi sama Mbak Sari dan aku memceritakan semuanya ke dia.

__ADS_1


__ADS_2