
Seminggu telah berlalu aku sekarang sudah berada dirumah ibuku,aku diantar bapak pulang dan sekalian bapak bersama tante berangkaat ke kota B.
"Huffttt gak nyangka aku disini lagi,"Aku sedang duduk santai didepan rumah.
"Ara,kapan kamu pulang?"Tanya seseorang yang tak asing bagiku.
"Eh kamu Er,baru dua hari ko,eemm ini anak kamu,"
"Iya Ra,"Aku memegang pipinya yang imut,Lucunyaa.
"Kamu mau gendong Ra,kayaknya dia suka sama kamu,"
"Hehe aku gak pernah gendong bayi Er,maaf aku gak beerani,"
"Ya gak apa apa,gimana kabar kamu Ra tumben udah pulang aja, "
"Ya seperti yang kamu lihat,aku baek,"
Dari arah samping ada yang memanggil Erna,dan ternyata itu Tristan.
"Bun mana kopinya kok lama banget seh,"Tristan berjalan ke arah kami.
"Iya yah sebentar lagi ngobrol,"
Mendengar mereka saling memanggil mesra rasa ya sakit seperti teriris pisau berkali kali,benar kata orang yang namanya cinta pertama itu susah dilupakan.
"Eh Ra,ka kamu apa kabar?"Tanya Tristan gugup
"Baek kak,"
"Yah titip Alea dulu ya aku kebelet neh,,eemm Ra aku numpang kamar kamar mandi dulu ya duhh gak tahan ne,"Erna berjalan masuk sebelum aku menjawab.
"Er tunggu ihh kebiasaan ne anak maen nyelonong aja,"Aku jadi canggung sendiri.
"Duduk aja kak,kasihan anak kamu,"
"Makasih Ra,kamu kapan kembali?"
__ADS_1
"Udah dua hari kok,"
"Ra maafin semua kesalahan aku sama kamu dulu ya,aku nyesel udah nyakitin kamu,"
"Aku udah maafin ko,kenapa menyesal kamu kelihatan bahagia banget gitu,"
"Tapi Ra aku,"Sudah kak gak usah ngomongin masa lalu.Aku memotong pembicaraan Tristan.
"Ya Ra maaf,jujur aku maasih menyimpan rasa untuk kamu,"
"Buang saja kak rasa itu,lagian kamu sudah punya anak,apa lagi cewek jika itu menimpa anak kamu gimana?"
"Maafin aku,"
"Maaf aku masuk dulu kak,kamu tunggu Erna aja disini,"Tanpa menunggu jawaban Tristan aku berjalan masuk menuju dapur aku akan memasak karena ibu sudah berpesan akan pulang malam.
"Sebenci itukah kamu sama aku Ra,sampai melihat aku saja kamu gak mau,"Gumam Tristan.
"Aku kangen kamu Ra,kangen bercandanya kamu,kangen ngobrol sama kamu,aku bodoh Ra udah nyia nyiain kamu,"
Tes,setetes aer mata Tristan jatuh,dia menyesal telah meninggalkan Ara,kalau saja dia bisa menahan hawa nafsunya tidak akan seperti ini,nasi telah menjadi bubur.Itu pilihan Tristan yamg harus dijalani dan melupakan masa lalunya bersama Ara.
Aku berjalan keluar menuju ruang tamu ternyata ibu belum pulang juga lalu aku membuka ponselku,aku terkejut begitu melihat ada banyak panggilan dari no baru ntah itu siapa.
"Cewek galak,kamu beneran pergi dari kota S ya?"Bunyi salah satu pesan diponselku,pasti dari cowok nyebelin itu darimana dia dapat noku ya,Gumamku.
"Dasar cowok aneh,ngapain pake chat segala kangeenn ya,"Balasku.
"Iya kangen,kangen gak lihat kamu nangis gak ada pemandangan lagi ditaman😅😅,"
"Dasar nyebeeeliiinnnnnn😠😠😠,"
"Ihhh takut😜,"
Aku tak membalas lagi chat dari Reno,,aku senyum senyum sendiri jika mengingat pertemuanku dengan dia,pasti selalu berantem seperti sama mas Aldo dulu.
"Sayang kamu kesambet ya senyum senyum sendiri ibu sapa gak denger,"
__ADS_1
"Eh ibu udah pulang,hhehe masak kesambet seh bu,ini tadi ada temen aku chat lucu banget,"
"Hayo temen apa temen,"Goda ibu.
"Temen kok bu,suer deh,"Mengacungkan dua jari.
"Ya ya ibu percaya,kamu sudah makan belum Ra?"
"Belum bu kan aku nunggu ibu,"
"Ya udah ibu mandi dulu nanti kita langsung makan ya,"
"Ya bu,"
Aku menunggu ibu sambil bebalas chat sama Tik,,sekitar sepuluh menit ibu sudah selesai mandi dan kita makan malam bersama,yah paman sedang kerja diluar kota,kata ibuku sudah seebulan paman pergi kesana.
Hubungan paman dan Elisa juga massih langgeng saja jika tidak ada halangan tahun depan mereka akan melangsungkan pernikahan.
"Bu Tristan sama Erna bahagia ya?"Tanyaku sama ibu.
"Kenapaa kamu bertanya seperti itu,ya tentu mereka bahagia nak,"
"Tadi mereka kesini bu,dan kami ngobrol,Tristan bilang dia menyesal sudah meninggalkan aku bu,dia masih cinta sama aku,"
"Lalu kamu mau balikan gitu?"
"Ye ibu,ya enggaklah sama aja aku jadi pelakor dong,"
"La itu tahu,lalu kenapa bertanya seperti itu,"
"Ya aku pengen tahu aaja bu,tadi Tristan kelihataan sedih banget bu,"
"Ya akhir akhir ini ibu sering mendengar mereka berantem entah apa masalahnya,sampai anak kejer nangis masih saja berantem,tapi pesan ibu jangan sekali kali kamu mendekati atau berhubungan dengan dia Ra,"
"Ya enggak lah bu,aku sudah terlanjur benci sama dia bu,walau bilang udah maafin tapi gak bisa tulus,"
"Syukurlah nak,tapi sejahat apapun mereka sama kamu jangan pernah kamu balas dengan kejahatan juga ya,"
__ADS_1
"Iya ibuku sayang,"
Aku lalu pamit sama ibu akan kekamar,aku merasa bosan tidak melakukan apa apa disini,,aku buka buka ponsel untuk mencari lowongan pekerjaan siapa tahu ada yang nawarin.