
Setelah Tika dan Elisa keluar dari kamar, aku berusaha untuk tidur siang tetapi aku tidak bisa memejamkan mata,aku teringat dengan kak Tristan dan entaah kebetulan atau apa ponselku menyala menandakan ada notifikasi masuk,setelah aku lihaat ternyata chat dari kak Tristan.
"Dek gimaana keadaan kamu?aku tadi kerumah sakit tapi kamu sudah tidak ada,"Isi pesan chat kak Tristan.
Aku bingung apa aku bales atau enggak karena sejujurnya rasa cintaku mengalahkan kebencianku.Aku senang kak Tristan masih peduli denganku masih mau chat aku,karena aku juga kangen denganya setelah berfikir lama aku membalas chat kak Tristan.
"Sehat,ya aku udah pulang tadi pagi,"Balesku ketus.
"Syukur alhamdulilah dek kalau sudah sehat aku senang dengarnya.Dek maafin kakak ya atas semua perlakuan kakak ke kamu,jujur kakak sangat mencintai kamu apa yang kakak jalani sama Erna tidak sesuai dengan fikiran kamu,suatu hari jika kamu masih mau bertemu kakak,akan kakak jelaskan semuanya ke kamu dek,"Penjelasan kak Tristan.
"Ya nanti kalau aku siap aku akan menemui kamu,"Jawabku ketus.
"Terima kasih dek,masih mau membalas chatku,"
"Selamat beristirahat dek,sekali lagi maafin kakak,"
Aku hanya membuka chat kak Tristan tanpa membalas karena aku masih sangat sakit hati atas semua kejadian ini,kak Tristan mau jelasin apa ya?atau jangan jangan ada sesuatu dibalik semua ini karena setahuku kak Tristan bukan pria plaboy,aku bergumam sendiri.
Aku menuju dapur mencari ibu.
"Bu masak apa?"Tanyaku basa basi.
"Bikin sayur sop nak kesukaan kamu,"Ibu menoleeh kearahku.
"Aassiiiikkk,"Jawabku girang.
"Bu paman sama bapak mana?"aku tak melihat mereka.
"Itu lagi dikebun belakang Ra,pamanmu sedang membuat kandang ayam,"Jawab ibu sambil menunjuk belakang rumah.
"IIhhh paman mau memelihara ayam bu,emang gak dimarahin tetangga gitu,"Tanyaku.
"Gak sayang pamanmu sudah izin sama pak RT,lagian kan dikandangin Ra,"Jelas ibuku.
__ADS_1
"Emang paman gak balik ke kota bu?"
"Gak Ra,pamanmu mau serius sama temen kamu itu,"
"Elisa bu?emang paman sudah jadian bu,"Tanyaku terkejut.
"Ya sudah saat kamu kecelakaan itu pamanmu baru jadian sama Elisa,"
"Wah aku ketinggalan berita banyak dong,"
"Yang penting kamu sekarang sehat nak,"Ibu mengelus kepalaku.
Saat kami kami asik ngobrol paman dan bapak kembali dari kebun,mereka lalu bebersih dan siap siap untuk makan malam nanti,akupun tak lupa juga mandi biar lebih fress.
"Ra bapak besak balik ya karena kamu sudah sehat,"Bapak menatapku.
"Yah kok cepet banget pak,aku kan belum ngobrol banyak sama bapak,"Jawabku cemberut.
"Bapak sudah lama ijin kerja Ra,nanti bisa bisa dipecat bapak kalau dipecat tantemu mau dikasih makan apa coba,"Gurau bapak.
Selesai makan malam kami semua menuju ruang tamu untuk mengobrol,aku memilih tidur dipangkuan bapakku karena aku masih kangen sama bapak.
"Idih udah berani pacaran kok masih manja aja,"Ledek paman.
"Bodo kalau pengen tuh tlf Elisa suruh sini weeekkkk,"Aku menjulurkan lidah ke paman.
"Sapa juga yang iri Ra,ini aku lagi mau vc dadah anak manja dasar anak papi,"Paman berjalan keluar sambil meledekku.
"Dasar nyeebeliinnnn,"Aku melempar asbak ke pamanku.
"Gak kena weekk,gak kena,"Paman menjulurkaan lidahnya.
"Iihhh pamaaaaann,"Aku hendak bangun mau mengejar paaman tetapi bapak mencegahku.
__ADS_1
"Sudah sudah kalian ini kaya kucing dan tikus saja gak pernah akur,"Lerai bapak.
"Itu tu pak paman yang mulai,"Aku cemberut.
"Bapak besak jadi pulang?"Tanyaku lesu.
"Jadi sayang,kasihan tantemu sendiri,gak usah sedih kamu kan bisa nyusul bapak nak,ada Heru yaang bisa anter kamu,"Bapak mengelus ngelus kepalaku.
"Aku masih kangen pak,bapak kan jaran jarang kesini,"
"Bapak kan juga kerja sayang,"
"Malam ini aku tidur ikut bapak ya?"
"Ra kamu gak malu udah tuaa tidur bareng bapakmu,"Protes ibuku.
"Biarin bu,ibu pengeenn yaaaaa hayook,"Godaku pada ibu.
"Halah apaan kamu Ra,ya sudah ibu mau tidur duluan,"Ibuku berlalu pergi.
"Cie cie ibu ngambek,"Meledek ibu.
"Kamu ini Ra ada ada saja,"Jawab bapak.
"Kenapa seh pak dulu ibu sama bapak harus berpisah?"Tanyaku cemberut.
"Ra setiap pasangan berumah tangga itu ada kendala daan ujianya,ada banyak perbedaan setelaah menikah,ada banyak kekurangan dari pasangan kita yang kita tidak tahu saat pacaran begitupun sebaliknya ada banyak pertentangan pendapat diantara kami,makanya kami memutuskan untuk sendiri sendiri artinya kami tidak berhasil melewati ujian dari Allah.Jika suatu hari kamu sudah berumah tangga pasti kamu paham nak.
"Berarti menikah itu gak seenak yang orang orang bayaangkan dong pak?"Tanyaku.
"Ya gak semua orang seperti kami to sayang,"
"Makanya kalau punya pacar kenalin dulu sifat dan karakternya dulu jangan hanya bermodalkan cinta terus buru buru menikah,akhirnya jadi gak baek mengenal satu sama laen itu lebih baek sayang jangan terburu buru kebawa nafsu,"Bapak mencubit pipiku.
__ADS_1
"Siap komandan,"aku hormat ke bapak sambil tertawa.
Setelah puas berbincang bincang bersama bapak,kami memutuskan untuk tidur berdua didepan tv,aku masih ingin melepas kangen bersama bapak.