
Hari ini adalah hari yang aku tunggu tunggu karena aku akan menikah dengan orang yang aku cintai Reno Aditama Putra,anak dari seorang Hendro Aditama dan ibu Rina Anjani.Aku masih tak menyangka aku akan menikah secepat ini,yah memang jodoh tidak ada yang tahu.
Aku sudah mulai dimake up dari subuh tadi karena acara ijab Qobul pukul tujuh pagi.Aku akan ditemani Tika juga Elisa tetapi Elisa tak sebebas dulu karena sekarang ada anak disamping dia dan masih bayi pula.
Aku telah selesai dimake up,Tika menuntunku keluar karena pengantin pria sudah menunggu didepan,jangan ditanya lagi hati ini rasanya deg degkan gak karuan.
"Aduh Tik aku deg deg kan banget ne,"Ucapku pada Tika.
"Tenang tenang kamu ambil nafas keluarkan rilek aja ya ada aku kok disini,"Jawab Tika.
Ibu lalu menghampiriku dan menggandengku,"Masya alah cantik banget anak ibu,,kamu nerves ya?".
"Iya bu aku deg degkan ini,"Jawabku pada ibu.
"Kamu tenang ya,berdoa semoga Reno lancar mengucap ijab kabulnya,"Ibu menggandengku.
"Ammin ya bu,,haahhh,"(memgambil nafas).
Aku berjalan dengan digandeng ibu juga Tika menuju tempat ijab Qobul dilaksanakan,Reno memandangku tak berkedip,aku yang ditatap begitu menjadi tambah grogi.
"Untuk pengantin laki laki apakah kamu sudah siap?"Tanya pak penghulu.
"Iya pak saya siap,"Reno menjawab tegass.
"Mari kita mulai saja acara ijab Qobulnya,"Jawab pak penghulu.
"Saudara Reno Aditama Putra bin Hendro Aditama saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan saudari Zahra Salsabila binti Hendra sasongko dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan emas tiga puluh karat dibayar tunai.
__ADS_1
"Saya terima nikah dan kawinya Zahra Salsabila binti Hendra sasongko dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.
"Bagaimana para saksi sah?".
"Saaahhh,"Jawab orang orang yang hadir.
"Alhamdulilah,"Lalu penghulu membaca doa,rasanya begitu plong dan lega akhirnya aku menjadi seorang istri sekarang..
Aku memegang tangan Reno dan menciumnya begitupun Reno mencium keningku aku dan Reno lalu menandatangani buku nikah setelah itu acara sungkem kepada orang tua dan acara berlanjut pesta.
Banyak teman temanku yang datang menghadiri pernikahanku,,dari teman sekolah teman kerja,mbak Hana juga hadir,Yuwan,kak Rose pun turut hadir.
Aku sangat sangat bahagia acara berjalan lancar tak ada halangan apapun,Erna yang tengah mengandung besar juga hadir padahal aku tak mengundangnya,tak terlihat Tristan disana ntahlah aku tak peduli.
Malam hari acara sudah selesai rasa capek dan bahagia bercampur menjadi satu.Aku sekarang sudah berganti status menjadi istri.Keluarga besar masih berkumpul dirumah.
"Araaaaa selamat ya ya ampuunnn akhirnya kamu nyusul aku juga,"Heboh Elisa.
"Udah tidur digendong sama ayahnya tu,"Sambil menunjuk paman.
"Ehm Ehm Ra,hati hati loh,"Kata Elisa
"Hah maksudya?".
"Kan nanti malam pertama?".
"Apa hubunganya El?".
__ADS_1
"Ya ampun Ara,,malam pertama itu sakit tauk aku aja ampek nagis,"Jawab Elisa.
"Yang bener El?".
"Iya bener Ra aku tiga hari gak bisa jalan,"Elisa menakut nakuti aku.
"Kok aku jadi serem seh?".
"Sayang udah jangan dengerin Elisa,kalau sakit gak bakal dia punya anak yang?"Reno menghampiriku dan merangkulku.
"Hehehe slow Pak Reno?".
"Sudah sana tidurin si baby malah ganggu aku aja?".
Elisa berlari menghampiri paman,sedangkan aku beuuhhhh rasanya jantung ini mau keluar,,Reno menggandeng tanganku dan mengajakku masuk ke dalam kamar badan udah panas dingin aja,masak iya sakit seh,kalau sakit kok Elisa sampai punya anak"Batinku.
"Sayang kok ngelamun,kamu gak mau mandi?".
"Eh apa Ren?".
"Kamu kenapa melamun hemm,,kepikiran omongan Elisa ya?".
"Hehe i iya Ren,aku garuk garuk kepala?".
"Elisa itu bohong sayang,percaya deh sama aku,kalau sakit kamu boleh pukul aku,"Kata Reno.
"Ihh Reno,aku kan malu,"Aku menunduk.
__ADS_1
"Kamu mandi dulu sana,,apa mau aku mandiin ne,"Goda Reno.
"Gak gak aku mandi sendiri aja,"Aku berlari menuju kamar mandi.