Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Beni Meninggal


__ADS_3

Pagi menjelang aku bangun kesiangan pagi ini aku buru buru mandi dan bersiap siap kerja,tanpa memperhatikan penampilanku ternyata aku salah memakai sepatu.


"Ara ngapain kamu lari lari seh,"


"Araaaaa kangeeennn,"Elisa tiba tiba nongol aja dan memeluk aku.


"Elisa kapan kamu datang?".


"Tadi pagi Ra,aku mau ke kamar kamu malah kamu kunci yaah aku bantuin ibu kamu masak aja,"


"Ra kamu mau kemana,"Tanya pamaan.


"Kerja lah paman emangnya mau kemana lagi,"


"Hahaahahahahah,"Paman malah tertawa terpingkal pingkal.


"Paman kok malah ketawa seh aku udah telat neh,"


"Haha Ra,Ra kamu lihat itu penampilan kamu,emang sekarang lagi tren ya kaki satu sandal dan yang satu sepatu hahah,"


"Hah,,aku langsung melihat kaki ku dan ternyata benar y ampun betapa malunya aku untung belum sampai tempat kerja,"


"Hahahah Ara kamu itu mikirin apa seh,"


"Isssh tauk ahh gak sah ketawa," Aku kembali ke kamar dan mengganti sepatuku.


Aku lalu berangkat kerja biarlah Elisa dan paman bersama ibu dulu nanti sepulang kerja aku akan ngobrol sama pengantin baaru itu.


"Ra tumben kamu terlambat,tadi mbak Hana mencari kamu lo,"


"Hufftt ya Ri aku bangun kesiangan dan ibu juga gak bangunin aku,"


"Owhh emang kamu nunggu siapa seh sampai gak masuk segala,,pacar kamu ya"?


"Apaan seh Ri,gak ko,aku lagi nunggu temen aja,"


"Teman tapi mesra ya hehe,"Mbak Sari terus menggodaku.


"Aahh kamu Ri udah ah mau kerja aku,kamu sana jaga depan,"


"Hahaha kamu lucu jika malu malu gitu Ra,"


"Sariiiiiii aku lempar pakai tas ne,"Pura pura memegang tas mau aku lempar.


"Hahahaa,"Sari berlari menuju depan.


Jam istirahat pun tiba,aku bersama Sari menuju toko depan untuk makan siang,,disana kami memesan nasi padang karena sudah lama aku gak makan nasi padang.


"Ara,kamu Zahra kan pacarnya Beni,"Deg mendengar nama itu entah kenapa hati ini berdebar dan dia siapa lagi kok tahu aku.


"Eemm i iya saya Zahra,maaf anda siapa ya kok tahu nama saya?".


"Kenalin aku Alvin temannya Beni,Alvin mengulurkan tangan kepadaku,"


"Iya,Ara,"Akupun menyambut uluran tangan dia.


"Ra dia siapa seh ganteng banget kenaliinn dong,"Sari menyenggol ku dan berbisik padaku.


"Iihhh kamu ya aku sendiri baru ketemu ko,"


"Oh ya boleh saya gabung disini?"

__ADS_1


" Boleh mas,boleh saja,"Sari malah menyahut duluan pertannyaan Alvin.


"Terimakasih,"


"Eemm ya kenalin dia temen aku Sari,"


"Salam kenal,"Ra kenapa kamu disini?emangnya Beni sudah dimakamkan ya.


"Uhuk uhuk aku tersedak mendengar pertanyaan dari Alvin.


"Minum Ra pelan pelan kenapa Sari dan Alvin memberi ku aer minum bersamaan.


"Vin maksud kamu tadi apa ya?"


"Yang mana Ra,"


"Yang mas Beni dimakamkan tadi,"


"Loh kamu gak diberi tahu ya,Beni sudah meninggal sejak tiga hari yang lalu dan hari ini jenazahnya tiba diindonesia karena sebelum meninggal dia berpesan jika meninggal minta dimakamin disini,"


"Apa me meninggal,"Aku masih tak percaya dengan kabar ini.


"Ya Ra Beni udah gak ada dia udah ninggalin kita,%


"Gak,,gak mungkin,,gak mungkin,"Serasa dunia berhenti berputar sesak didada dengan kenyataan ini pandanganku mulai kabur dan,,,tak tahu lagi aku pingsan.


"Ra,bangun Ra kamu kenaapa,,heh kamu apakan temen saya kok pingsan seh"Sari yang baru dari toilet terkejut melihatku pingsan.


"Saya tidak apa apakan dia,aku hanya memberi tahu jika pacarnya meninggal aku kira dia sudah tahu,maaf,"


"Innalilahiwainnailahirojiun,,kita bawa Ara ke klinik sana saja biar dokter yng periksa,"Ajak Sari pada Alvin.


Aku dibawa kemobil Alvin menuju klinik terdekat sampai disana seorang dokter wanita memeriksa aku.


"Dia hanya shock saja sebentar lagi juga siuman,"


"Baik terima kasih dok boleh saya masuk,"


"Oh iya silahkan boleh,,kalau begitu saya permisi dulu ya,"


"Iya dok terimakasih,"


"Ayo masuk tadi kamu yang membuat dia pingsan"Ajak Sari


"Aku perlahan lahan membuka mata ku,,ruangan dengan bau obat dan putih pasti rumah sakit,aku melihat kesamping ada Sari dan Alvin aku tiba tiba menangis,"


"Hiks hik hiks,gak mungkin mas Beni meninggal,gak mungkin,"


"Ra kamu yang sabar ya,,yang tabah dan kuat,,kamu pasti bisa melewati semua ini,"Sari menenangkanku.


"Maafin aku Ra,aku gak tahu jika kamu tidak diberi kabar soal ini,"


"Vin antar aku ke kota S sekarang,hiks hiks,"


"Tapi Ra kamu,"Tolong vin antar aku.


"Baeklah tapi tunggu keadaan kamu kuat dulu ya,"


"Gak vin kita berangkat aku ingin melihat mas Beni untuk terakhir kalinya,"


""Baiklah sini aku bantu bangun,"Saat Alvin akan memegang bahuku tiba tiba Reno masuk.

__ADS_1


"Heh kamu apakan pacar aku sana keluar kamu siapa disini,"Reno terus mendorong Alvin.


"Saya hanya akan membantu Ara bangun gak lebih,"


"Halah bohong kamu pasti modus ya,"


"Ara kamu kenapa nangis pasti diapa apain sama dia ya,"


""Hiks hiks cukup Ren aku mau minta Alvin antar aku ke kota S,sana kamu pulang,"


"Ngaapain kamu kembali kesana Ra,"


"Pacar dia meninggal,"


"Apaaa pacar??????Jadi selama ini Ara memiliki pacar pantas saja pernyataan cintaku gak dijawab,"


"Ayo Vin berangkat,"


..."Ri tolong bilang mbak Hana ya,dia sudah paham ko,...


..."Baiklah kamu hati hati ya yang kuat ya Ra,"Sari memelukku akupun semakin menjadi menangis....


Hari itu aku beranngkat ke kota S bersama Alvin dan Reno tetapi Reno membawa mobil sendiri aku memilih ikut bersama Alvin karena dia aku menjadi tahu jika mas Beni meninggal sepanjang perjalanan aku hanya menangis entah sudah berember ember jika dikumpulkan.


Aku menelfon ibu didalam mobil untuk berpamitan biar beliau tidak kawatir sama aku.Ibu juga kaget ibu akan menyusul bersama paman dan Elisa.


Perjalanan yang sangan panjang menuju kesana sepanjang jalan aku hanya menangis tidak bisa memejamkan mata kenangan kenangan ku bersama dia berputar dimemoriku.


"Ra udah dong jangan nangis terus lihat mata kamu udah bengkak gitu,,aku juga kehilangan Ra,tapi semua sudah takdir Beni udah gak ngrasain sakit lagi sekarang,pasti sudah tersenyum disurga sana,"


"Hiks hiks Vin mas Beni gak pernah memberi kabar apapun ke aku dia gak mau membuat aku sedih,semua akses tentang dia seperti ditutup,aku hanya mendapat surat delapan bulan yang lalu,"


"Iya dia gak mau membuat kamu sedih atas penderitaan dia,,aku beberapa kali menjenguk dia kondisinya makin membaik terakhir itu sekitar duabulan lalu dia kelihatan fres banget seperti gak sakit malah dia akan memberi kejutan ke kamu dia akan melamar kamu makanya kami semua kesini mempersipkan kejutan itu,malah gak tahunya dia ninggalin kita,"


"Kenapa kamu gak berusaha cari aku dan menemui aku Vin,"


"Awalnya iya tapi Beni melarangku,"


"Hhaaahh(Mengehela nafas)sesak sedih aer mata menjadi satu,"


Perjalanan yang membutuhkan waktu delapan belas jam,harus kami tempuh berharap agar cepat sampai dirumah mas Beni.


Tiba disana sudah banya pelayat yang datang bendera kuning terpasang dipagar rumah,Alvin membukakan pintu untukku.


"Ra kamu kuat kan masuk,"


"Insaalah Vin,"


"Mari turun Ra,"Aku lalu turun dan berjalan kedalam rumah.


Semua orang menatap kami tapi aku tak menghiraukan kaki ini terasa sangat lemas tetapi aku berusaha kuat dan tegar aku semakin dekat kedalam rumah aku melihat seseorang yang ditutupi sebuah kaen dengan dikelilingi banyak orang dengan membaca yasin.


"Pelan pelan aku masuk dan mendekat Alvin memegangku aku semakin lemas dengan tangan bergetar aku membuka penutup muka tersebut berharap bukan mas Beni,"


"Apa kamu yakin Ra,"Tanya Alvin memastikan.


"Aku hanya mengangguk,kubuka penutup muka jenazah didepanku dan ternyata memang benar mas Beniku,mas Beni yang sabar menghadapi aku,mas Beni yang mencintaiku sekarang terbujurr kaku didepanku,"


"Mas,,hiks hiks kenapa kaamu jahat,,kenapa kamu ninggalin aku,,kenapa mas,kamu janji akan membuat aku bahagia,kamu janji akan membuat aku selalu tersenyum,tetapi kenapa malah ninggalin aku mas Hik hiks,"


"Bruk,"Aku pingsan disamping jenazah mas Beni.

__ADS_1


"Eh tolongi tolongin gadis ini pingsan mungkin dia kekasihnya tolong bawa bersama ibu saja dikamar utama,"Saran seseorang disana.


Aku dibawa menuju ruangan dirumah itu aku sendirk sudah gak sadar waktu itu dsn ternyat a Reno sudah tiba juga disini dan yang membawaku kekamar utams juga Reno.


__ADS_2