
Malam harinya aku menceritakan ke Elisa dan Tika,tetapi mereka tidak suka jika aku balikan dengan kak Tristan takutnya aku akan disakiti lagi ,aku paham dan mengerti mereka melakukan ini karena sayang denganku dan tidak mau aku menangiss dan disskiti lagi.
"Ra kamu yakin dengan keeputusanmu untuk balikan lagi dengan Tristan?"Tanya Elisa.
"Ya El aku yakin aku masih mencintai kak Tristan aku akan memberinya kesempatan kedua,"
"Tapi Ra apa Erna akan tinggal diaam dengan keputusan Tristan,gak mungkin Erna melepaskan Tristan begitu saja aku pernah memergoki mereka dan Erna kelihatan sangat terobsesi dengan Tristan,"
"Ntahlah El! kak Tristan yang memohon meminta diberikan kesempatan ke dua,,aku akan bicarakan lagi soal Erna ke kak Tristan,"
"Ayolah El dukung aku,pliisss kali ini saja,"
"Sebenarnya aku gak setuju Ra,tapi jika itu keputusannmu aku bisa apa,"
"Makasih ya El,kamu memang paling pengertian deh,"
"Eh ngomong ngomong hubungan kamu sama paman Heru gimana ne lanjut kagak ya?hehe,"
"Lanjut dong Ra,mas Heru akan melamar aku secepatnya,"
"What what,serius lo El kok paman belum bicara sama ibu ya".
"Husss jangan kenceng kenceng gitu kagetnya ini baru rencana kita aku akan nanya mama dan papaku dulu,"
"Oh gitu oke lah siap calon bibi,"Aku terkikik geli
"Hahahaha bisa saja lo Ra,"
Hari sudah hampir larut akhirnya Elisa dan Ara mengakhiri chat mereka,dan pamit buat tidur,,berbeda dengan Ara dia belum bisa memejamkan mata banyak fikiran yang berlalu lalang diotaknya.
Pagi menjelang semua umat manusia sudah mulai sibuk untuk bekerja ataupun melakukan aktifitas masing masing tak terkecuali Ara,dia akan bersiap siap untuk mulai bekerja lagi.
"Ra kamu sudah cantik aja pagi pagi gini mau kemana?"Tanya paman.
"Aku mau balik kerja paman,ibu mana?"Aku menanyakan ibu karena sedari tadi belum kelihatan.
"Ada tuu dibelakang lagi ngasih pakan ayam,"
"Ohh,,paman kata Elisa kalian akan berencana menikah memang benar?"
"Elisa cerita Ra?"
"Ya paman,apa gak kecepatan kalau menikah sekarang?
"Gak lah Ra,daripada jatuhnya zina mending dihalalin lagian Elisa gak dibolehin kerja jauh sama ibunya,"
"OOwww begitu,terserah paman sajalah,"
"Paman nanti anter kerja ya? aku belum berani nyepeda sendiri,ya ya"?
"Oke baiklah tuan putri,"Sambil menunduk.
Aku berpamitan kepada ibu untuk bekerja tadinya ibu gak setuju,tetapi karena aku meyakinkan ibu jadi ibu mau gak mau setuju dengan keputusanku.
__ADS_1
Aku berangkat diantar paman,setelah satu jam perjallannan aku sampai ditempat kerja.Aku disambut baek oleh rekan kerjaku.
"Pagi neng cantik sudah sembuh neng?"Tanya pak satpam.
"Alhamdulilah sudah pak,"
Toko mbak Hana memang selalu ramai pengunjung,karena memang letaknya dipusat kota,saat tengah melayani pembeli ada yang memanggilku,ternyata Tika dengan mas Heri.
"Ara,,,,,yang lihat itu Ara kan?"Tika menunjukku.
"Ya yank,dia kerja disini rupanya,"
"Kalian lagi belanja ya?"Aku menghampiri mereka.
"Ya Ra kamu kenapa sudah kerja memang dah sehat?"
"Udah Tik seperti yang kamu lihat ne,"
"Cie yang sudah balikan terus sehat aja,"Ledek mas Heri.
"Gak kok mas memang dah sehat aja,"
"Ra kamu serius sama keputusanmu?"
"Ya Tik,bukanya setiap orang memiliki kesempatan kedua,tolong lah Tik dukung aku ya,,aku kedip kedipkan mata ke Tika,"
"Kelilipan lo kedip kedip gitu,"
"Ahhh Tika mah gitu,"
"Tulus ko selingkuh,"
"Dia punya alasan yang lakuin itu,"
"Heeem kamu besf frendya ya bela dia,"
"Bukan begitu sayang,"
"Udah udah kok malah kalian yang ribut seh,"
"Terserah kamu Ra aku hanya bisa mendoakan tapi jangan harap Erna akan masuk ke grup kita lagi,"
"Ya ya Tik gak ko,aku juga belum ketemu erna,mamany bilang dia dirumah neneknya,"
Kalian pilih pilih saja dulu aku melayani pembeli dulu ya?byeee.
Aku meninggalkan mereka dan kembali melayani pembeli yang laen,aku sangat bersemangat karena kedua sahabatku sudah mendukung hubunganku kembali.
"Jam makan siang pun tiba dan aku istirahat untuk makan siang,eemmm hari ini aku pengen jajan nasi padang aahhh gumamku,"
Aku keluar mencari warung padang,teryata tidak jauh dari toko ada warung nasi padang tepatnya diseberang toko lalu aku menuju warung itu.
"Loh itu bukanya sepedanya kak Tristan ya?ngapain disini apa beli makanan ya batinku,"
__ADS_1
Aku berjalan masuk kedalam warung dan melihat sekeliling gak ada kak Tristan mungkin kebetulan sama aja kali yaa,aku bermonolog sendiri tanpa lama lama aku memesan nasi padang setelah membayar aku berjalan keluar sesampainya didepan pintu ada yang menegurku.
"Dek lagi apa kamu disini?"Kak Tristan terkejut.
"Loh kakak,jadi bener sepeda tadi punya kakak?"Aku balik bertanya.
"Ye kakak nanya malah balik tanya,"Sambil mencubit hidungku.
"Ih kakak kebiasaan deh,gerutuku,"
"Ini aku beli nasi padang kak,lagi isstirahat kerja,"
"Loh memang kamu kerja disini?"
"Bukan kak itu ditoko seberang sambil menunjuk arah toko mbak Hana,"
"Oh kamu kerja disana,kamu bawa motor sendiri dek?jauh lo dek memang kamu sudah sehat apa?"
"Biasanya bawa kak tapi hari ini aku diantar paman,"
"Kok gak tlf kakak aja kan kakak bisa anterin kamu,"
"Hehe takut ngrepotin kakak,"Nyengir.
"Gak ngrepotin sayangku,"Aku tersipu malu..
"Nanti pulang jam berapa?dijemput pamanmu lagi?"
"Jam 4tan kak,ya dijemput paman lah masak suruh jalan kaki sampai rumah pingsan dong,"gurauku.
"Bisa saja kamu,ya sudah nanti sore kakak aja yang jemput ya bilang sama paman kamu gak usah jemput,"
"Tapi gak ngrepotin kakak?"
"Gak dek buat kamu apa seh yang gak,"
"Idih gombal ya,,sekarang suka ngegombal,"
"Yeh beneran dek gak gombal,"
"Kakak ngapain disini?"
"Oh ya kakak hampir lupa tadi kakak nganterin tetangga kakak itu berobat dirumah sakit ujung sana,kakak lapar makanya cari makan disini,"menepuk jidat.
"Ya ampun kakak ngantar orang bisa lupa seh,"Aku geleng geleng kepala.
"Dek kakak balik kesana lagi,kamu hati hati nanti aku jemput kabarin kakak ya?"
"Ya kak ya udah cepetan balik sana nanti dcariin lagi,"
"Cup,kak Tristan mengecup keningku,ya dek,"
"IIhhh kak Tristan apaan seh ini tempaat umum malu tauk,"aku mendengus.
__ADS_1
"Hehe gak apa apa biar orang orang tau kamu milik kakak,"
"Gombal,"akupun berjalan kearah toko lagi untuk bekerja jam istirahat sudah hampir usai dan aku belum sempat makan gara gara ngobrol dengan kak Tristan.