Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Kembali Semangat Bekerja


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit aku lalu masuk UGD,dokter terus melihat keadaan aku.Sedangkan Beni dan Yuwan menunggu diluar dengan gelisah.


"Kamu kok bisa kenal Ara bukanya kamu dikota S,"Tanya Yuwan.


"Iya Ara bekerja disalah satu mall yang kebetulan aku managernya, "


"Apa Ara bekerja dikota S,"Yuwan terkejut.


"Pantas saja aku tak pernah bertemu lagi denganya,"Gumam Yuwan.


"Kenapa bengong,kamu suka sama dia,"Tebak Beni.


"Hahah diaa bukan tipe aku,"Jawab Yuwan.


"Bagus lah dia akan menjadi milikku,jangan coba coba kamu mendekatinya,"Ancam Beni.


"Ciihhh belum jadi pacar aja udah posesif,"


Saat mereka tengah berdebat dokter keluar dari ruangan.


"Dok gimana keadaan teman saya,"


"Dia mengalami dehidrasi dan tensinya rendah,sebaiknya dia diopname dulu disini untuk dua atau tiga hari kedepan,"Saran dokter.


"Baek dok lakukan yang terbaek untuknya,"Pinta Beni.


"Ya saya akan melakukan yang terbaek,pasien akan segera dipindahkan ke ruang perawatan,"Jelas dokter.


Dokter pergi meninggalkan mereka,saat mereka akan masuk orang tua Ara tiba,ibunya sangat sedih dengan keadaan putri semata wayangnya sakit,Bu Rumi masuk dan menangis disamping Ara.


"Mbk sudah lah jangan menagis Ara gak apa apa dia wanita yang kuat kan,"Paman menenangkan ibu.


Aku siuman,aku melihat ibuku menangis disampingku,,ibu nampak sangat kurus,paman,teman teman,mas Beni,Yuwan juga berada dirumah sakit,aku semakin merasa bersalah sama mereka aku harus bangkit aku gak boleh seperti ini hidupku masih panjang,aku bertekad akan berubah,.


"I i ibu,"


"Ya sayang ini ibu nak kamu sudah sadar,,apa yang sakit nak,bilang sama ibu biar ibu panggilkan dokter,"Ibu sangat perhatian sama aku.


"E enggak bu,aku gak apa apa,"


"Alhamdulilah kamu sadar Ra aku,"Kata mas Beni.


"Iya mas,maaf sudah buat kalian semua kawatir," Ucapku lirih.


"Gak apa apa Ra kita kan sahabat Ra,semangat lagi ya,"Tika menghampiriku.


"Ya Tik,maafin aku ya,"


"Ya sama sama,nah gitu dong hidup masih berlanjut Ra,"Tika memelukku dan Elisa juga ikut memelukku.

__ADS_1


Semua kelihatan bahagia melihat aku sudah mulai membaik,aku sudah bertekaad akan bekerja kembali untuk melupakan kesedihanku.


Seminggu berlalu aku sudah dirumah ibu dan kondisiku juga semakin membaik,mas Beni selalu setia datang kesini untuk menemaniku ngobrol,Tika sudah kembali bekerja begitupun Elisa.


"Sayang ada tamu nak,"Panggil ibu.


"Ya bu,siapa bu apa mas Beni?"


"Bukan sayang,kalau gak salah yang kemaren antar kamu pas kamu mau ketabrak,"


"Oh Yuwan,sebentar bu aku ganti baju dulu ngapain ya dia kesini,"(Batinku).


"Maaf Wan nunggu lama,tadi lagi mandi,"Aku menghampiri Yuwan di ruang tamu.


"Lo mandi apa pingsan lama banget,"


"Terserah aku mau lama apa gak,apa urusannya sama kamu,kalau gak mau nunggu ya pulang aja sana,"Omelku.


"Dasar cewek bar bar,"


"Ngapain kesini,"


"Aku cuma mau anter ne,"(Sebuah kotak kado berwarna pink)dari Beni dia mau kamu datang nanti malam dirumahku.


"Ini apaan?"


"Oh ya kok kamu kenal sama mas Beni darimana?"


"Dia itu adek tiri ku,dia gak mau tinggal sama mama dan lebih memilih hidup mandiri,"


"Ohhh,"Manggut manggut.


Saat tengah ngobrol dengan Yuwan terdengar ada orang mengetuk pintu dan ternyata Erna yang datang,pertama yang aku lihat adalah perut dia yang semakin buncit.


"Maaf mengganggu kamu,apa ibu kamu ada Ra,"Tanya Erna.


"Ada didalam lagi masak,ada perlu apa masuk saja,"Jawabku.


Erna berjalan masuk tetapi dengan pandangan yang melirik Yuwan.


"Itu istrinya mantan kamu itu ya,"Tanya Yuwan.


"Iya,"


"Hahahaaha dasar mantan kamu itu merem,,udah dapat berlian ehhh malah pilih batu kerikil,"


"Maksudnya apa Wan,"


"Gak bukan apa apa,aku mau pulang dulu,,kamu siap siap nanti aku jemput,"

__ADS_1


"Kok kamu yang jemput mas Beni kemana?"


"Dia sibuk,udah seh nurut aja tinggal berangkat aja"Gerutu Yuwan sambil peergi.


"Hiihh dasar cowok aneh,"Kesalku


"Sapa yang aneh Ra,"


"Eh kamu Er,gak bukan apa apa,"


"Kamu sudah sehat Ra,"


"Udah ko,eh aku ke kamar dulu ya,"Tanpa menunggu jawaban Erna aku berlalu pergi aku sengaja menjauh dari dia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Malam sayang bagaimana keadaan kamu katanya kamu sakit,"Mamany Yuwan.


"Alhamdulilah sudah sehat tante,"


"Maaf ya tante gak bisa jenguk kamu kemaren keluar kota,"


"Gak apa apa tante,"


Dari lantai atas mas Beni turun dan memandang aku.


"Kamu cantik banget Ra,"Puji mas Beni.


"Ahh kamu mas biasa aja,"


"Dunia emang sempit ya Ra,Beni in anak tante dari papanya Yuwan,dia memang tidak mau tinggal sama tante pengen mandiri,"


"Hehe ya tante,pantas waktu dikantor mas Beni aku seperti melihat foto Yuwan tapi versi remaja aku kira cuma mirip aja eh ternyata benar foto Yuwan,"


"Ngapain kamu mandang mandang fotoku jangan jangan lo naksir ya,"


"Idih najis,daripada naksir kamu mending naksir mas Beni yang pengertian dan gak galak,"


"Aku juga ogah naksir cewek bar bar,cengeng,tukang mau bunuh diri segala,"


"Terserah aku dong ngapain kamu repot weeekkkk,"


"Udah udah kalian ini selalu aja gak pernah aakur,ayo kita makan "Ajak mama Yuwan.


Kami akhrnya makan malam bersama dan setelah itu saling bertukar cerita dengan tante.Aku memutuskan untuk ikut balik ke kota S bersama mas Beni.Awalnya ibu melarangku tetapi aku meyakinkan ibu kalau aku sudah baek baek saja.


Hari ini aku tiba dikota S dan aku langsung bekerja,,kak Ros ternyata sangat senang dengan kehadiran aku lagi,kami juga saling cerita selama aku gak ada disini.


"Mas Aldo lihat aku sekarang udah kerja lagi,,aku mau menunjukkan sama kamu kalau aku bisa sukses,doain aku dari sana ya mas,"Batinku.

__ADS_1


__ADS_2