
Hari itu kami ngobrol banyak tentang kecurigaan kak Tristan dan Erna sahabat aku,tetapi aku meyakinkan Tika gak mungkin Erna menghianati aku,kami sahabat dari sejak SMP sekaligus tetangga dekat.
"""Tok tok,"""(Tika mendatangi rumah Erna dan mengetuk pintu tanpa sepengetahuan aku tentunya).
"Ya tunggu sebentar gak sabaran banget seh gak tau orang lagi sibuk apa,tunggu bentar,"(Erna berjalan sambil ngomel ngomel membuka pintu).
"Ceklek,"pintu dibuka.
"Ti Ti ka,ada apa kok kemari?"(Erna kaget karena Tika menggedor nggedor pintu dengan wajah menahan marah).
"Gak usah pura pura kaget kamu,aku tahu apa yang kamu lakuin kepada Zahra,"(Tika marah marah dengan mendorong Erna ).
"Maksud kamu apaan Tik aku gak ngerti,"(Erna kaget dan kebingunan sambil celingak celinguk mungkin dikira Tika bersama aku).
"Cari sapa kamu?ohhh aku tahu kamu nyari kak Tristan?"(Tika lalu sengaja bilang nama kak Tristan dan Erna pun terlihat kaget.
"Kamu ngomong apaan seh Tik,aku gak ngerti,"(Erna masuk kedalam rumah tanpa menjawab pertanyaan Tika,lalu Tika menarik tangan Erna dan kaget saat memegang lengan Erna,gelang yang dipakai Erna sama dengan gelang yang Tika pakai,artinya kak Tristan membelikan gelang itu untuk Erna bukan Zahra batin Tika).
"Gelang ini kamu dapet darimana Er,jawab!!(Bentak Tika).
"Ini,ini dibelikan temen aku Tik(Jawab Erna dengan tergagap).
"Bohong!!!gelang ini dari Tristan kan,seharusnya gelang ini untuk Ara bukan kamu,ada hubungan apa kamu sama Tristan hah,"(Tika semakin marah dan membentak Erna).
""Haha jangan ngaco kamu Tik,"(Erna berusaha tertaawa menyembunyikan kagetnya).
"Sapa yang ngaco hah!!karena aku punya pasangan gelang itu,asal kamu tahu gelang ini hanya ada 2 dan bukan disini belinya karena gelang ini asli gelang Bangka Belitung daan yang pesan gelang ini mas Heri,mas Heri pa car aku,"(Tika semakin emosi dan menunjukkan pasangan gelang itu).
"3hari yang lalu aku juga melihat kamu jalan dengan kak Tristan ditaman kota,"(Erna semakin kaget dan menunduk tidak bisa menjawab apa-apa).
"Kenapa kamu diam hah!!jawab Erna,jawab!!!aku butuh kejujuranmu bukan tangisanmu,aku benar benar gak menyangka kamu setega itu sama Ara sahabat kita,tega kamu Er,tegaa,"(Tika benar benar marah saat itu dia pun juga menangis).
""Hiks hiks hiks ma aaf,"(Erna terduduk dilantai sambil terisak).
""Suatu saat akan terbongkar kebusukanmu Er,,aku benci sama penghianat,!!!aku akan cari bukti agar Ara segera tahu seperti apa kelakuan sahabat tercintanya ini,"(TIka berlalu pergi keluar dari rumah Erna tanpa mendengarkan penjelasan Erna yang memanggil manggil Tika).
...----------------...
Akhirnya semua penantian selama tiga tahun bersekolah kini selesai sudah,hari ini tepat hari sabtu adalah hari perpisahan kelas 3,disekolah diadakan berbagai kegiatan dari pentas musik,tari,juga drama dari adek adek kelas.
"Aduh pada kemana seh ini temen temen kok gak pada nongol,"(Tanyaku,aku mencari keberadaan temen temenku yang sedari tadi gak ada,aku sudah diaula tempat acara akan berlangsung).
"Haeee Ara ya ampuunn kita kangen liburan gak pernah ketemu,"(Elisa datang bersama Tika ntah darimana ).
"Idih lebai amat El tiap hari juga chat,"(jawabku sambil mencebik).
"Hahaha iya,ya Ra!!eh kita duduk didepan yuk biar kalau difoto kelihatan dan melihat adek adek kelas yang pentas drama ganteng ganteng baangeettt,"(cerocos Tika,sambil mencari tempat duduk paling depan).
"Hei inget mas Heri woiii lihat brondong gatel amat,"(kataku sambil memukul lengan Tika).
"Ya gak apa apa dong Ra daripada jadi penghianat,"(Tika berbicara sambil melirik ke arah Erna yang baru datang).
Apa iya kak Tristan selingkuh sama Erna?apa iya Erna tega menusukku dari belakaang padahal selama ini kita sudah seperti saudara,aku bermonolog sendiri!!.
"Ra kesambet lo,"(Elisa menepuk pundakku)..
"Eh,apan seh El,"(Aku balas memukul tangan Elisa).
"Er sini gabung ngapain kamu disitu ini kita duduk didepan,"(Jawabku sambil memanggil erna yang duduk dibelakang agar mau bergabung dengan kami).
__ADS_1
"Udah biarin ajalah Ra ngapain ngurusin orang yang gak jelas seh"(Tika menjawab dengan sewot).
"Kamu berantem Tik sama Erna,"(Tanyaku ke Tika karena memang aku belum tahu apa apa saat itu).
"Gak,"(Jawab Tika ketus).
"Udah sini Ra jangan diri aja nanti disamber orang kursinya,"(Elisa menarik tanganku untuk duduk dan lagi lagu kata kata Elisa seolah menyindir seseorang).
Acara perpisahan kelas 3berjalan lancar kita foto foto bersama,foto bersama guru guru dan adek adek kelas kita,Erna lebih banyak diamnya jika aku tidak ajak ngobrol dia juga diam saja,Tika dan Elisa juga seolah olah cuek banget kepada Erna,ada ap dengan mereka??
"Ra kak Tristan jemput kamu tu"(Tika memanggil aku dikantin).
"Ha,,jemput,masak,"(Jawabku karena kak Tristan gak ngomong apa apa).,
"Ha bener itu didepan orangya,"(Jawab Tika sambil menarik aku ke depan).
Sesampainya didepan aku lebih dulu melihat Erna yang ngobrol dengan kak
Tristan dan seperti orang berantem ada apa ya dengan mereka?saat itu aku masih berfikir positif.
"Eh kak Tristan jemput kok gak ngomong,"(Tanyaku sambil menghampiri kak Tristan dan Erna).
"Ya dek,kita jalan yuk?"(Ajak kak Tristan).
"Habis ngobrolin apa kalian serius bener kaya orang berantem,"(Samber Tika kepada kak Tristan dan Erna).
"Gaak ngobrolin apa apa tadi aku cuma menyampaikan jika pesanan baju kak Tristan sudah jadi,"(Jawab Erna dengan menunduk lalu pamit pulang lebih dulu).
""Ciihh pembohong,"(Gerutu Tika,tapi aku masih mendengarnya,).
"Udah Tik biarin aja,gak mungkin Erna nusuk aku,"jawabku.
"Ayo dek keburu panas nanti,"(Kak Tristan menarik tanganku untuk naek sepeda motor).
Kamipun mulai melajukan sepeda motor,aku gak tahu kak Tristan mau mengajak aku kemana,cukup jauh perjalanan kami hampir setengah jam kami berkendara,tiba tiba kak Tristan berhenti disebuah rumah yang diluarnya terdapat nenek yang sudah tua,,kak Tristan berhenti didepan rumah itu lalu mengajak aku turun.
"Kak ini rumah siapa?"(Tanyaku sambil mengekor dibelakang kak Tristan).
"Ayo dek nanti aku kenalin nenek itu,"(Lalu kak Tristan menggandeng tanganku).
"Assalamualaikum nek,sapa kak Tristan kepada nenek itu sambil mencium tangan nenek itu,"
"Walaikumsalam nak,Tristan sini nak masuk nenek itu mengajak kak Tristan masuk ke dalam rumah.
"Sini sini duduk nak maaf rumah nenek gak sebagus rumah kalian,"(Kata nenek itu).
"Sama saja nek yang penting aman dari panas dan hujan,oh ya nek kenalin ini Ara nek temen aku,"(Kak Tristan mengenalkan aku kepada nenek itu,tetapi kenapa bilang hanya temen kan aku pacarnya,ada rasa gak terima di hati batinku).
"Zahra nek,biasanya dipanggil Ara,aku menunduk dan memperkenalkan diri sambil mencium tangan nenek tadi,"
"Oh ini to nak Ara yang sering kamu ceritakan itu,cantik dan sopan,"(Jawab nenek sambil mencubit pipiku)aku tersipu malu mendengar pujian nenek itu,ternyata beliau neneknya kak Tristan,kami aasik mengobrol bertiga sampai nenek berpamitan jika mau keluar,dan tinggalah aku dengan kak Tristan.
"Dek apa kamu lapar?"(Tanya kak Tristan).
"Gak kak tadi kan disekolah dapet makanan,"(Jawabku).
"Cup,tiba tiba kak Tristan mencium bibirku,lama kelaman kak Tristan terus ******* bibirku awalnya aku diam saja karena memang baru kali ini ciuman bibir lama,kami saling ******* saling mengigit bibir satu sama laen sampai lama kelamaan tangan kak Tristan turun meraba bagian dadaku membuka satu persatu kancing bajuku kak Tristan meremas bagian dadakuu,ciuman itu turun ke leher dan tangan kak Tristan semakin liar saat kancing bajuku hampir terlepas semua,aku yang sadar lalu melepaskan ciuman aku dan mendorong kak Tristan.
"Kenapa dek,"(Tanya kak Tristan masih dengan wajah penuh gairah).
__ADS_1
"Jangan kak aku takut kebablasan,"(jawabku sambil membenarkan kancing bajuku).
"Gak dek,kakak cuma pengen cium itu,"(Sambil menunjuk dadaku).
"Maaf kak aku gak bisa,"(Aku gak mau menuruti keinginan kak Tristan saat itu).
"Kita pacaran udah lama dek masak gitu aja gak boleh?"(Kak Tristan terlihat kecewa).
"Aku akan bertanggung jawab dek nikahin kamu jika terjadi apa apa sama kaamu,"(Mak Tristan masih membujuk aku).
"Maaf kak sekali lagi aku gak bisa,anterin pulang aku kak hari hampir sore nanti aku dimarahin ibu,"(Jawabku sambil berdiri dan berjalan keluar).
Setelah berpamitan dengan nenek aku dianter pulang kaak Tristan,sepanjang perjalanan kami hanya saling diam,aku tahu kak Tristan marah sama aku,aku juga gak berani bertanya,sampai tidak sadar kami sudah didepan rumahku,akupun terlonjak kaget gimana kalau dimarahi ibu,lalu aku turun dari sepeda motor.
"Kak maffin aku ya,"(aku merasa bersalah saat itu tapi aku takut jika menuruti kemauan kak Tristan jadi kebablasan).
"Ya,"(Jawab kak Tristan dengan cueknya,tiba tiba ibuku keluar rumah dan melihat aku dan kak Tristan,aduh mampus aku ada ibu lagi kalau kena marah giman,batinku).
"Eh Tristan kok bisa bareng Ara?"(
Ibuku datang menghampiri aku dan kak
Tristan).
"Ya tante tadi kebetulan ketemu Ara dijalan tante sekalian aku ajak bareng,"(Jawab kak Tristan).
"Kok ibu kenal kak
Tristan?"(Tanyaku terheran heran).
"Ya nak Tristan ini kan sering kerumah Erna dan ibu beberapa kali bertemu dan mengobrol,ya kan Tristan?"(Jawab ibuku dengan menatap kak Tristan dan kak Tristan pun sepertinya kaget dengan perkataan ibuku).
Deg
Dirumah Erna,ngapain kenapa Erna dan kak Tristan gak pernah cerita,apa iya cuma gara gara pesen baju,aku bergumam sendiri.
"Ra kok melamun?"(Ibuku mengibaskan tanganya didepan mukaku).
"Eh ,gak bu,,ya udah bu aku mau masuk,makasih kak Tristan tumpanganya,"(Aku berjalan ke dalam rumah tanpa mempeedulikan ibu dan kak Tristan ngobrol.
Aku selalu kepikiran dengan omgan ibu kemaren apakah benar Erna ada hubungan dengan kak Tristan apa iya Erna tega sama aku,, aku pengen banget bertanya tetapi aku takut karena tidak ada bukti.
Tok tok tok(Ibu mengetuk pintu).
Ara bangun sudah siang,,Ra,Ara,"(Ibuku terus memanggilkku)sedangkan aku sedang menggigil didalam selimut).
Ceklek (Ibu membuka pintu kamarku).
"Ra udah siang bangun?"(Ibu mendekat keranjangku dan membuka selimutku).
"Astafirllah kamu panas banget nak,kamu sakit kenapa gak bilang sayang semalam aduh badan kamu panas banget,"(Ibuku panik sendiri).
"Aku hanya pusing bu,"(jawabku dengan suara lirih).
Aku dikompres ibu lalu disuruh minum obat ibu selalu menemani aku,,disaat seperti in aku selalu teringat bapak,ibuku dan bpak memang sudah berpisah bapak sudah menikah lagi dan tinggal diluar kota .
"Aaraaaa ya ampun kamu kenapa,sakit apa,kok pucet gini,"(Tika dan Elisa masuk kamarku sambil membrondong pertanyaan dan memelukku kaya teletabis berpelukan hehe).
"Cuma masuk angin aja gaes tahu darimana aku sakit?"(tanyaku).
__ADS_1
"Kamu aku chat gak dibales aku tlf gak diagkat tauk lalu aku ketemu tante di swalayan dia bilang kamu sakit makanya aku ngajak Tika kesini,"(jawab Elisa).
Kamipun bercerita tentang rencana kita kedepan giman,daan aku menceritakan semua yang aku alami kemaren ke mereka tetapi seperti ya mereka tidak kaget apa mereka sebenarnya sudah tahu sesuatu.