
"Ra kamu cantik banget pakai gaun itu?"Puji Tika.
"Makasih Tik,masak seh apa gak begitu terbuka ya?".
"Kalau mbaknya ingin merubah depanya masih bisaa ko,"Kata manager itu.
"Gak mbak gak usah ini bagus dan pantas buat teman saya,"
"Tika isshh apaan seh,"
"Lihat ne chat calon tunangan kamu,"Tika menyerahkan ponselnya kepadaku dan ternyata benar Reno setuju dengan gaun itu.
"Terserah kamu saja lah,"Aku memilih diam,aku melihat lihat lagi koleksi gaun dibutik Laras ini,aku melihaat ada satu buah gaun yang sangat mewah,dengan model yang terlihat sederhana tetapi tidaak mengurangi keindahanya.
"Bagus banget gaun ini,,coba aja aku bisa pakai ini,"Gumamku lirih.
"Ra kita pulang yuk,udah selesai ne?".
"Ya baiklah,"
Aku dan Tika akhirnya pulang setelah selesai memesan gaun tunangan .Sampai dirumah ternyata ada bapak aku langsung berlari memeluk bapak.
"Bapaaak,,kangeeenn,"Berlari dan memeluk bapak.
"Bapak juga,kamu darimana?"
"Dari butik pak,cari gaun buat tunangan,"
"Reno mana?"
"Aku gak sama dia pak,sama Tika tuh anaknya,"Tika keluar dari mobil dan menghampiriku juga bapaak.
"Hae Om,lama gak ketemu makin keren aja Om,"Sapa Tika.
"Hae juga Tika,kamu bisa saja makin tua malahan Tik,kamu gimana kabarnya?"
"Sehat Om,,kapan om datang tante Rina mana?".
"Dia dirumah Tik gak ikut,"
"Ra aku pamit dulu ya,,ini kunci mobilnya?"
"Terus kamu pulangnya gimaana?"
"Aku dijemput sama mas Heri,tuh didepan?"
__ADS_1
"Heem pantes dari tadi sibuk ponsel melulu,ternyata tunangan kamu datang to,"
"Hehe,ya udah saya pamit ya Om,Ra,"
"Iya Tik,,makasih ya?".
"Sama sama,aku pulang ya Ra,byee,"Tika berjalan menuju Heri yang sudah menunggunya didepan.
Aku dan bapak masuk kedalam rumah kami membicarakan acara tunangan aku yang tinggal menghitung hari.
"Pak nanti pas acara bapak pulang kan?".
"Iya dong sayang,masak anak bapak satu satunya tunangan gak pulang seh,"
"Makasih pak,aku mau tante yang merias aku pak,"
"Ya baiklah nanti bapak bilang sama tante kamu,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya acara yaang ditunggu tunggu tiba,hari ini aku akan bertunangan dengan Reno,sejak pagi rumah sudah ramai dengan saudara ibu yang membantu menyiapkan makanan juga menghias rumah.
"Ara kamu dipanggil tante kamu,mau dirias katanya,"
"Iya bu sebentar,"
"Tan ini gaunya gak salah kan?".
"Enggak tadi Tika yang mengantar kok,dia akan datang sebentar lagi,"
"Tapi kemaren bukan ini tan,".
"Bukanya itu gaun yang kamu suka kan?".
"Iya seh tan,"
"Ya sudah sana cepetan pakai,keburu datang Renonya,"
Aku lalu mengganti bajuku dengan gaun ini,aku menatap tak percaya dengan diriku,benarkah ini aku?.
Aku keluar dari kamar ganti dan Elisa,Tika sudah berada dikamarku mereka bengong menatapku,apa aku jelek yaa?.
"Kalian kok bengong seh,jelek ya,gak pantes ya buat aku,"
"Gak Ra,kamu cantik banget,perfek banget pokoknya,"Jawab mereka kompak.
__ADS_1
"Ahhh kalian,"
Kami berpelukan,aku senang teman temanku bisa berkumpul disini seandainya Erna tak berbuat jahat pasti sekarang kita masih sama sama.
Tante Rina masuk,dia menuntunku keluar karena keluarga Reno sudah datang,aku berjalan keluar dengan didampingi duaa sahabat aku.
Reno menatapku tak berkedip aku malu ditatap sama dia.Aku berdiri didepanya.
"Ren makasih ya gaunya bisikku pada Reno".
"Sama sama sayang,kamu cantik banget memakai gaun ini pilihan kamu emang top,"
"Kamu tahu darimana,"
"Ada deh"Saat asik tengah berbisik pembawa acara memulai berbicara dan memanggil dan menyuruh kami bertukar cincin.
Reno memegang tanganku dan memakaikan cincin dijari manisku,begitupun sebaliknya semua orang bergembira mengucap syukur dan bertepuk tangan.
"Alhamdulilah selamat ya sayang semoga lancar sampai hari H nanti ya,"
"Makasih ibu,"Aku memeluk ibu.
"Selamat nak,ingat kamu sudah menjadi tunangan orang jaga diri baek baek jaga pandangan kamu dari laki laki laen,"
"Siap bapak,"
Setelah ibu dan bapak,tante,paman juga teman teman memberi ucapan selamat kepadaku,aku sangat bahagia sekali malam ini serasa seperti mimpi.
Aku lalu berpelukan dengan Tika juga Elisa,kami asik berfoto dan bercanda bersama.Saat tengah asik bercanda tiba tiba Kak Tristan datang menghampiriku,awalnya aku gak mau menemui tetapi Reno malah menggandeng tanganku dan mengajak menemuinya.
"Dek selamat ya,semoga kamu selalu bahagia,"
"Makasih kak,"
"Dek maafkan atas kelakuan Erna terhadapmu ya,aku menyesal udah menikahinya,"
"Gak usah difikirin kak,semua itu karena sikap kamu kak,mulai sekarang lupakan aku,dan belajarlah mencintai istri kamu,dia pilihan kamu kak dan kamu harus menerimanya,"
"Baiklah dek,aku pamit,aku akan pindah dari sini agar aku bisa mencintai Erna,doakan aku juga dek,"
"Iya kak,"
"Selamat ya brow,semoga lancar sampai hari H nanti,aaku titip dia,jangan sia siain dia seperti aku,kamu beruntung mendapatkanya,"
"Maksih Brow,pasti itu aku akan membahagiakan dia,"
__ADS_1
Setelah berpamitan Kak Tristan pergi,ada sedikit rasa nyeri dihati aku saat mendengar dia akan pindah jauh,walau bagaimanapun dia cinta pertama aku.
Reno yang sadar akan perubahan sikapku lalu memelukku dan mengecup keningku tanpa berkata apa apa,aku tahu dia menenangkan aku,aku bersyukur dia gak marah,aku lalu mengajak dia untuk berfoto foto bersama keluarga juga teman teman aku.