Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Saran Elisa dan Tika


__ADS_3

Setelah selesai bercerita tentang yang aku alami,mereka memberiku saran untuk menyelidiki semuanya karena mereka juga curiga dengan kak Tristan dan Erna,setelah mereka pulang akhirya aku memberanikan diri chat kak Tristan lebih dulu !.


"Assalamualaikum kak,apa lagi sibuk?"(Sapaku).


"Walaikumsalam dek,gak,"(Bales kak Tristan).


"Kakak masih marah sama aku?".


"Gak dek aku gak marah kita kan cuma pacaran belum nikah,"maafin kakak juga yang egois ya!!


"Ya kak gak apa apa,aku hanya mau mahkotaku aku serahkan kepada suamiku kelak kak,"


"Ya dek,kakak ngerti,"


"Kak bisa ketemu sekarang?"


"Ada apa dek,ketemu dimana?"


"Dirumahku aja kak,ibuk lagi pergi,"


"Oh ok dek tunggu ya?"(Lalu aku bergegas mandi karena selama sakit aku gak mandi,,).


Lumayan lama aku menunggu kak Tristan,sebelumyaa aku sudah ijin ibu kalau kak Tristan mau maen,ya sekarang ibu sudah tidak melarangku berpacaran lagi,tetapi ibu tidak tahu jika aku pacaran dengan kak Tristan.


Brummmmm,brummmm(Suara sepeda motor kak Tristan).


"Tok tok assalamualaikum dek,"(kak Tristan mengetuk pintu).

__ADS_1


"Walaikumsalam kak,mari kak duduk di depan aja,"(Aku lalu keluar dan mengajak kak Tristan ngobrol diteras,aku gak mau orang orang berfikiran macem macem jika mengobrol didalam rumah karena ibu laagi pergi).


"Ada apa dek tumben nyuruh kakak kesini,kangen yaaaa,"(Kak Tristan meledekku).


"Iihh kakak aapaan seh,gak siapa yang kangen,"(Aku menunduk).


"Yang bener itu mukanya merah lo,”(Jawab kak Tristan sambil menoel pipiku).


"Kakak kebiasaan deh,"(Aku cemberut).


"Jangan manyun gitu nanti aku cium lo!"(Kak Tristan mendekat kearahku).


"Aku melotot ke arah kak Tristan,"


"Hahahahaha,"(Kak Tristan tertawa).


"Ya dek mau tanya apa?"


"Eemmm,maaf sebelumnya kak,apa kakak deket sama Erna temen aku itu,ibu sering lihat kakak disana trus Tika juga pernah lihat kakak boncengin Erna,"(Kak Tristan terlihat kaget dengan pertanyaanku).


"Kamu curiga sama kakak dek?"(Kak Tristan sedikit marah).


"Kakak gak usah marah jika emang gak ada hubungan apa apa,aaku kan cuma nanya kak,gak menuduh kakak!.


"Kalau gak nuduh apa namnya?,aku kerumah Erna memang memesan ibunya untuk membuatkan seragam kerja,Heri juga tahu,aku memang pernah boncengin Erna karena bertemu dijalan dia jalan kaki aku kasihan melihat dia,apa salah dek?kamu kira aku selingkuh hah,"(Kak Tristan menjawab dengan berdiri dan membentak saat itu aku ketakutan).


"Gak sah membentak dan marah kak jika memang tidak ada hubungan,"(Aku beranikan menatap kak Tristan saat berbicara).

__ADS_1


Tiba tiba kepalaku berputar putar,pusing kemaren kembali menyerangku,aku tak tahu kak Tristan berbicara apa.


"Dek,kamu kenapa?"(Kak Tristan berhenti marah marah dan terlihat kawatir melihat aku memegang kepala).


Braak,,aku pingsan dan tak tahu lagi gimana,saat aku membuka mata disekelilingku sudah banya orang,ada ibu,ada Erna,ada kak Tristan juga tetangga tetangga juga banyak yang dsini.


"Nak kaamu sudah sadar?"(Tanya ibuku sambil menciumiku).


"Aku kenapa bu,kok banyak orang?"Tanyaku lirih.


"Kamu pingsan didepan rumah nak udah setengah jam gak sadar sadar,ibu udah mau bawa kamu kerumah sakit,"(Jawab ibuku dengan kawatir).


"Masak bu?"(What selama itu aku pingsan bukanya tadi aku ngobrol sama kak Tristan ya,gara gara itu Erna aku jadi berantem aku menatap Erna tapi dalam hati sakit pengen aku nanya dan marah tetapi aku sedang tidak baek baek saja,batinku).


"Ya nak,tadi Tristan yang menolong kamu dia minta tolong kepada tetangga lalu Erna menjemput ibu di pasar,"(jawab ibuku menjelaskan).


"Gimana kondisi kamu Ra tadi kami kawatir dengan kondisi kamu,"(Erna mendekat ke arahku).


"Aku gak apa apa,"(berusaha tersenyum).


"Dek mafain kakak"(Kak Tristan mendekat kearahku merasa bersalah).


"Ya,ini bukan salah kamu,"(Jawabku tanpa menoleh kak Tristan).


Semua orang sudah pulang kerumah masing masing,tak terkecuali Erna dan kak Tristan kelihatan sekali mereka sangat akrab dan dekat gak mungkin kalau hanya sekedar teman sedeket itu.


Sejak kejadian itu hubunganku dan Erna semakin renggang ,dia seperti menjahui aku,,dan aku gak ambil pusing masalah itu,aku dengan kak Tristan masih berlanjut aku juga tak pernah membahas masalah Erna lagi karena aku gak ada bukti.

__ADS_1


__ADS_2