Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Bertemu Faisal


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang melelahkan,,toko sangat ramai kami sangat kewalahan melayani pembeli dan sebagian barang banyak yang kosong,aaku berencaana menemui mbak Hana di toko pertama akan meminta kiriman barang barang lagi.


"Mbak Sari nanti tutup lebih cepat saja ya tokonya aku mau duluan ke toko mbak Hana minta dikirim barang barang yang kosong ini aku hubungi gak bisa,"


"Oke siap Ra,kamu hati hati ya salam buat bu bos,"


"Ya mbak siap,kalau begitu aku duluaan ya mbak,,keburu sore nanti,"Aku pamit kepada mbak Sari.


Aku lalu pamit kepada yang laen juga,aku akan berangkat ke tempat mbak Hana,perjalanan sekitar dua puluh menit baru tiba disana,aku disambut pak satpam yang baek hati dan murah senyum.


"Selamat siang menjelang sore neng,"Sapa pak Udin.


"Selamat siang juga pak,mbak Hana masih disini paak?"


"Masih neng silahkan masuk saja,"


"Makasih pak,"Aku berjalan masuk menuju ruangan mbak Hana,tapi sepertinya sedang ada tamu,aku memutuskan menunggu diluar saja gak enak mau masuk takut menganggu.


"Mbak kenapa gak masuk saja,"Tanya salah satu karyawan mbak Hana.


"Gak mbak saya menunggu disini saja,kayaknya lagi ada tamu,"


"Ohh tapi kayaknya teman lama mbak sudah dari tadi kok,kalau gitu saya permisi ya mbak,"


"Oh iya silahkan mbak,"Sekitar sepuluh menit mbak Hana baru keluar dan yang buat aku terkejut ternyata tamu itu adalah Faisal adek mas Aldo.


"Loh Ara,kapan kamu datang kok gak langsung masuk aja seh,"


"Baru kok mbak,gak apa apa takut ganggu kamu mbak,"


"Gak kok tenang aja,"Mbak Hana melirik ke Faisal sepertinya dia tetap gak suka sama aku.


"Hae Sal,apa kabar,aku tetap menyapa dia,"


"Baek,kamu sendiri gimana?"


"Aku ya seperti yang kamu lihat,baek juga,kabar tante gimana?"


"Kita bisa bicara berdua,"Ajak Faisal.


"Kalian ngobrol dulu aja Ra,Faisal kesini sebenarnya nyain kamu pas banget kamu kesini,aku keluar dulu ya,"


"Iya mbak makasih,"Aku lalu masuk mengikuti Faisal.

__ADS_1


"Duduk Ra,ada yang mau aku sampaikan sama kamu,ini mama seh yang minta bukan aku,mama sekarang sakit sakitan dia pengen banget ketemu kamu,"


"Tante sakit apa Sal,aku kemaren mengunjungi makam mas Aldo terus bapak penjaga makam memberi aku surat katanya dari tante dan isi surat itu juga aku disuruh menemui tante tapi aku belum berani ijin kerjaa,aku kan gak enak sama mbak Hana"Jawabku sambil menunduk sedih.


"Aku akan bilang Hana biar kamu bisa kerumah secepatnya,"


"Eemm gak usah Sal,aku bisa ijin sendiri,"


"Kamu tenang aja,lebih cepat lebih baek,"


"Terserah kamu,ya sudah kalau begitu aku keluar menemui mbak Hana dulu ya,aku tadi mau mintaa beberapa barang ke dia,"


"Iya,silahkan saya juga mau pulang,,aku akan jemput kamu jika Hana sudah memberi kabar aku,"


Aku mencari keberadaan mbak Hana dan ternyata sedang berada di kasir bersama yang laen.


"Mbak,eemm aku mau minta beberapa barang yang kosong ditoko besak dikirim ya?"


"Ya Ra,kamu sudah selesai bicara sama Faisal,"


"Sudah mbak,ini mbak catatan barangnya,"Aku menyerahkan catatan barang barang yang dibutuhkan.


"Terima kasih ya Ra,kamu sudah mengelola toko mbak dengan baik,"


"Kamu kayak sama siapa aja,kamu sudah aku anggap adekku sendiri,oh ya kapan kamu akan menemui tante,"


"Aku belum tahu mbak toko kan sedang ramai ramainya,aku gak enak ijin saat seperti ini kasihan mbak Sari kewalahan,"


"Kalau memang penting kamu bisa datang kesana Ra masalah toko biar aku handel,Faisal tadi juga sudah bilang sama aku,"


"Tapi mbak?"


"Sudah kamu santai saja,lebih baek secepatnya kamu kesana,"


"Baek mbak,"Aku pasrah saja dengan keputusan mbak Hana,mungkin memang ada yang penting sehingga tante sampai menyuruh Faisal menemuiku.


Tepat hari minggu aku benar benar mengunjungi mamanya mas Aldo,aku dijemput Faisal kerumah,ntah dari siapa dia tahu rumahku.


"Eemm maaf Sal sebenarnya ada pa ya tante mau ketemu aku,"


"Aku juga gak tahu,nanti kamu akan tahu sendiri kok,"


"Mas Aldo kenpa bisa cinta banget seh sama kamu,memangnya kamu kenal dia dimana?".

__ADS_1


"Aku kenal dipasar Sal,waktu itu aku ikut ibu belanja,kebetulan ibu sudah kenal dengan mas Alldo,aku gak tahu jika mas Aldo suka sama aku,waktu itu aku sering curhat sama dia tentang pacar aku,"


"Ya dia sempat cerita sama aku jika dia cinta sama kamu pada pandangan pertama gitu,"


Haaahhhh menghela nafas,aku gak tahu mau bicara apa rasannya sesak didada jika mengingat pengorbanan mas Aldo begitu banyak buat aku.


Sekitar satu jam aku sudah sampai dikediaman tante Meli(Mamanya mas Aldo).


Aku disambut baek oleh keluarga ini,rasa takut dan bersalah pasti ada karena selalu menghantui aku.Tante Meli tampak begitu kurus,padahal dulu beliau sangan bugar sehat dan modis.


Aku diajak masuk dan tante memelukku dengan isakan tangis begitupun aku.


"Tante,hiks hiks maafin aku?"


"Minta maaf buat aapa nak,tante senang kamu mau datang menemui tante,"


"Ya tante maafin aku baru bisa kesini,"


"Gak apa apa sayang,tante seneng,oh ya gimana kabar ibu kamu sehat kan,kamu kenapa sekarang kurusan,kamu baek baek saja kan?"


"Ya tante aku baek baek aja kok,tante sendiri sakit apa?".


"Biasalah nak penyakit oraang tua,,tensi sama gula darah yang tinggi,"


"Jaga pola makan tan,biar kembali normal,"


"Ya nak,Ra tante nyuruh kamu kesini karena memang ada sesuatu yang mau tante tunjukkan ke kamu,tante juga baru tahu sekitar setahun ini,tante menghubungi kamu gak bisa,"


"Tante mau kerumah kamu,,kata teman kamu,katanya kamu dikota S,"


"Ya tan aku juga disini baru sebulan,"


"Ayo nak ikut tante,kita ke kamar Aldo,disana kamu akan tahu jawabanya,"


Lalu aku berjalan mengikuti tante Meli masuk kedalam kamar mas Aldo,kamar yang masih raapi dan wangi,ntah kenapa hati terasa tenang .Aku menatap sekeliling betapa terkejutnya aku ternyata banyaak foto fotoku yang diambil mas Aldo secara diam diam.


"hiks hiks tan kenapa banyak fotoku disini,kapan mas Aldo mengambil ssemua ini".


"Aldo jatuh cinta sama kamu sejak pertama kali ketemu kamu Ra,dia cerita sama tante,tapi sayangnya dia tahu kamu punya pacar,dia hanya memendam rasa cintanyaa buat kamu,"


"Tante sudah mengingatkan dia untuk membuang perasaanya ke kamu taapi dia tidak mau,,dan ini buku harian dia semuanya tertulis disini,"


Tante menyerahkan sebuah kotak kepadaku yang didalamnya ada buku harian mas Aldo,aku menerimanya dengan tangan bergetar dan menangis,ntah aku mau bicara apa karena memang aku tak menyangka dengan semua kenyataan ini.

__ADS_1


__ADS_2