Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Menderita kanker


__ADS_3

Aku menangis sesenggukan sampai dirumah,aku menceritakan semuanya sama bapak dan tante,mereka awalnya terkejut tetapi bapak selalu berhasil membuatku tenang.


"Sayang sudah ya,lebih baek kamu cari tahu dulu dia kenapa,sakit apa,biarkan Beni sendiri dulu jika hatinya sudah tenang pasti akan bicara sama kamu,"Nasehat bapak.


"Ya Ra,beri waktu untuknya mungkin diaa sendiri masih shock atas penyakitya,"


"Yaa tan, pak,semoga dia mau memberitahuku,"


"Ya sudah kamu istirahat sana,"


Aku menuju kamarku,sampai dikamar aku melakukan panggilan tlf kepada Tika juga Elisa,aku kangen mereka aku akan curhat pada mereka.


Nasehat mereka kurang lebih sama dengan nasehat bapak,aku mencoba sabar dan mendoakan yang terbaek untuknya.


Sudah satu minggu sejak aku mengetahui mas Beni sakit,tapi sampai sekaarang aku belum mendapat informasi apa apa,dari tempat kerja juga sepertinya tidak tahu.


"Ra kamu belum bisa menghubungi pak Beni ya?"Tanya kak Ros.


"Haaahh,menghela nafas panjang,belum kak bahkan nonya gak aktif,"


"Kamu gak coba menghubungi keluarganya gitu,"


"Itulah kak bodohnya aku,aku gak tahu no keluarganya bahkan alamat mas Beni saja aku gak tahu,"


"Aku kayaknya masih nyimpen no temenya deh Ra,bentar bentar aku cariiin,"Mengeluarkan ponselnya.


"Kenapa gak bilang dari kemaren kemaren seh kak,"


"Hehe maaf Ra aku baru inget soalnya,naahh ini ketemu Ra,namanya Andi coba deh kamu telf dia,aku kirim ke no kamu yam,"

__ADS_1


"Oke kak makasih ya,"


"Kamu tlfnya nanti saja manager yang sekarang galak banget Ra gak kaya pak Beni,"


"Husssttt udah nanti denger kita balik kerja yuk kak,jam istirahat udah selesai nanti kena semprot tu manager,nanti sepulang kerja aku tlf Andi,"


Kami melanjutkan bekerja lagi,sampai waktu pulaang tiba,aku bergegas untuk pulang lebih cepat karena rencanaku aku akan mengajak Andi untuk bertemu barangkali dia ngrti mas Beni sakit apa.


Sesampainya dirumah aku bersih bersih dan makan,setelah itu aku teringat tentang no Andi aku langsung mengambil ponselku dan berusaha mwnghubungi Andi.


📲. Halo Assalamualaikum dengan mas Andi ya?


📲. Walaikumsalam ya benar saya Andi,ini siapa ya dan dapat no hp saya darimana?


📲. Saya temanya mas Beni,,dulu dapat no kamu dari mas Beni,ada beberapa pekerjaan yang saya gak mengerti tetapi Mas Beni tidak bisa saya hubungi barangkali mas tahu dimana keberadaan mas Beni?


📲. Emm saya,saya Ros mas,memangya mas Beni sakit apa?dan dirawat dimana?


📲. Oh Ros karyawannya to,dia sakit kanker stadium 3 mbaak,saat ini dirawat dirumah sakit Hermina


📲. Aku saangat terkejut mendengar kenyataan ne,sampai tak bisa berkata apa apa lagi


📲. Halo,halo mbak masih disanam


📲. I iya mas,masih,emm terima kasih ya mas atas informasinya,maaf sudah menggangguwaktunya.


📲. Iya mbak sama sama gak ganggu ko,senang bisa membantu.


📲. Sekali lagi terimakasih mas,ya sudah mas saya matikan ya tlfnya.

__ADS_1


Aku menjatuhkan hpku dilantai dan menangis,cobaan apa lagi ini baru saja merasakan cinta dan bahagia sekarang akan engkau renggut lagi kebahagiaan itu Tuhan,gumamku.


Aku bergegas ganti baju dan akan segera menuju rumah sakit tersebut untuk melihat keadaan mas Beni.


Aku diantar oleh bapak kerumah sakit membutuhkan waktu dua jam agar sampai dirumah sakit tersebut.Sesampianya disana aku lalu bertanya kepada perawat tentang pasien yang bernama Beni dan suster memberitahuku dimana ruangan mas Beni.


Semakin dekat aku menuju ruangan mas Beni,jantungku semakin terpacu,antara sedih,marah,kecewa semua jadi satu.


Tok tok


Bapak mengetuk pintu rumah sakit dan dari dalam terdengar langkah kaki berjalan membuka pintu,dan ternyata Yuwan yang membukakan pintu.


"A Ara kamu tahu darimana tempat ini?"Tanya Yuwan denga gagap,aku tak menjawab pertanyaan dia aku menerobos masuk untuk melihat mas Beni.


"Mas,hiks hiks,kenapa jadi begini,kamu jahat sama aku,"Aku menangis disamping mas Beni,dia sangat terkejut atas kedatanganku.


"A Ara,kamu tahu darimana aku disini?"Jawabnya Lirih


"Kenapa kamu jahat mas,kenapa kamu sembunyiin ini semua dari aku,kamu jahat bilangnya cinta tapi apa kenyataanya?"Aku nyerocos disamping mas Beni dengan memeluknnya.


"Heii jangan nangis aku gak apa apa,maaf jika aku tidak menghubungimu aku hanya ingin fokus sama pengobatan ini,"


"Jahat kamu mas,jahat hiks hiks,"


Mas Beni menarikku kedalam pelukanya,dia terlihat sangat kurus dan pucat,aku ingin seperti ini dulu aku gak akan melepas pelukan ini,membiarkan dia memelukku.


Aku membiarkan mas Beni tidur,lalu aku menuju bapak dan Yuwan yang sedang mengobrol.Ternyata mas Beni mengidap kanker darah atau Leukimia,Aku sangat sedih mendengar semua itu.


Lebih sedih lagi mendengar pernyataan bahwa dia akan dibawa berobat keluar negeri.Dan itu membuatku teringat kembali pada peristiwa mas Aldo,rasa takut kehilangan itu muncul tiba tiba semua memori tentang mas Aldo kembali terngiang ngiang,dan aku pun pingsan.

__ADS_1


__ADS_2