
Saat aku tengah sarapan terdengar pintu diketuk."Siapa pagi pagi gini bertamu?"gerutuku.
"Sudah sana buka aja Ra siapa tahu penting sampai sepagi ini datang,"Suruh ibuku.
"Aku membuka pintu dan terkejut ternyata kak Tristan yang datang,"Lalu aku menyuruh kak Tristan masuk untuk ikut sarapan bareng.
"Kakak,ma masuk kak,"
"Ya dek kenapa kamu kaget gitu,aku mau mengantar kamu kerja dek,"Kak Tristan mengekor dibelakang.
"Enggak kak kan kakak gak bilang,"
"Ya kan kakak mau bikin kejutan dan berhasil dong,"
"Hehe ya kak berhasil banget,"Aduh gimna ini aku kan mau kerumah sakit,gak mungkin aku suruh anter dia bisa ngamuk ntar,gak apa apa lah aku ketoko dulu nanti naek ojek aja,batinku.
"Hei kok bengong dek,"
"Gak kak,hehe yuk ikut sarapan paman sama ibu lagi sarapan,"
"Gak usah dek terima kasih,"
"Kaka tunggu disini dulu ya aku mau siap siap,"Aku lalu menyuruh paman menemani kak Tristan dulu,aku berjalan ke arah meja makan.
"Sapa yang datang Ra?".
"Kak Tristan paman,paman,bu tolong jangan bilang kak Tristan ya kalau aku mau merawat mas Aldo,yaa ya pliisss aku menangkupkan tangan didada,"
"Memang kenapa nak?bukanya lebih baek jujur,"saran ibu.
"Aduh ibu kalau aku jujur bisa perang dunia,kemaren aja dia udah cemburu banget pas lihat aku menangisi mas Aldo,"
"Ya sudah terserah kamu nak,"
"Aku mau ganti baju dulu paman,bu,"
Aku melangkah ke kamar sedangkan paman menuju ruang tamu menemui kak Tristan.
"Wuuiiiiiihhhhhh rajin banget Tris dah disini aja,udah baikan lo,"Sapa paman sambil menpuk pundak kak Tristan.
"Hehe ya paman sudah,aku mau antar Ara kerja paman,"
"Oke baiklah jangan berantem berantem melulu,Ara itu cinta banget sama kamu jadi kamu tenang saja gak usah cemburu cemburu,"Nasehat paman.
"Ya paman,"
"Asik banget seh lagi ngobrolin apa?Ara datang dari kamarnya,dengan penampilan memakai dress biru selutut terlihat sangat cantik,"
__ADS_1
"Masya allah cantik banget ponakan paman ini,,tumben tumben nan dandan ne mentang mentang ada Tristan,"Goda paman aku tak memperdulikan pujian paman.
"Kak ayo berangkat?"Aku mengajak kak Tristan berangkat tetapi dia masih menatapku tak berkedip.
"Kak ayo berangkat,aku menepuk lengan kak Tristan,"
"Eh iya dek,kamu cantik banget dek,"
"Berarti aku biasanya gak cantik gitu,"Pura pura cemberut.
"Eh gak gak dek kamu tiap hari cantik kok,tapi hari ini lebih cantik,"Kak Tristan menggandeng tanganku keluar.
"Isshhh kakak udah yuk keburu siang,"
Lalu kami melajukakan sepeda motor menuju toko mbak Hana,sekitar satu jam kami sudah sampai lalu aku turun dan pamitan sama kak Tristan,dia pun mencium keningku.
"Aduh paagi pagi udah lihat adegan romantis aja,"Goda pak satpam.
"Hehe bapak tahu aja harusnya tadi nutup mata pak,"
"Lah kalau nutup mata nanti dimaling orang neng tokonya,"
"Hahaha mana bisa pak malingya bawa toko memang bisa angkat?"
"Hahahh si eneng bisa aja,"Jawab pak satpam sambil tertawa.
"Loh mbak Hana mau kemana?"
"Kebetulan ada kamu Ra ayo ikut mbak nanti mbak jelaskan dimobil,"
"Tapi mbak aku kan mau ke,"Lum selesai berbicara mbak Hana menarikku masuk kedalam mobil,akupun pasrah mengikuti mbak Hana.
"Kamu mau kerumah sakit kan Ra?"Tanya mbak Hana kami sudah berjalan.
"Ya mbak,"
"Trus kenapa kamu ke toko?"
"Aku tadi diantar kak Tristan mbk,aku gak bilang dia kalau aku mau merawat mas Aldo nanti yang ada salah paham lagi,"
"Ini sebennarnya mau kemana mbak kok kayak kearah rumaah sakit,"
"Ya kita memang mau kerumah sakit Ra,tadi mamanya Aldo tlf bilang Aldo menunjuukkan tanda tanda baek gitu,"
"Wah syukurlah mbak,mbak Hana terlihat bahagia sekali,tapi kayaknya mbak Hana suka deh sama mas Aldo,apa gak apa apa ya aku bantu merawat mas Aldo.
"Emmm mbak,maaf sebelumya,mbak apa gak apa apa kalau aku merawat mas Aldo?"Tanyaku takut takut,"
__ADS_1
"Memangya kenapa Ra?"Ya gak apa apa lah kan bagus ada yang gantian jagain Aldo,,adeknya udah mulai masuk sekolah lagi,jelas mbak Hanaa.
"Mbak Hana suka ya sama mas Aldo?"
"Hahahahaah,"Mbak Hana tertawa.
Tanpa memnjawab pertanyaanku mbk Hana hanya tertawa dan tak terasa kami sudah sampai drumah sakit Medika.
Kami buru buru turun setelah memakirkan mobil mbak Hana ,kami menuju ruangan mas Aldo dirawat sesampainya disana udah ada seorang wanita paruh baya tapi masih kelihatan modis juga elegan,pasti mamanya mas Aldo tebakku.
"Tante gimana kondisi Aldo?"
"Eh kamu Han,,belum sadar Han tapi sudah menunjuukkan keadaanya semakin baik detak jantung sama nadinnya sudah normal,"
"Syukurlah tante kalau gitu,oh ya tante ini kenalin Ara yang tadi tantte tanyain,"
Mamanya mas Aldo menatapku tak berkedip,aku jadi malu dan apa tadi mbak Hana bilang,mamanya mas Aldo nanyain aku,masak seh kan aku baru ketemu batinku.
"Saya Ara tante,temenya mas Aldo,"Aku menjabat tangan mamanya mas Aldo dengan sedikit takut.
"Saya Meli mamanya Aldo,jadi kamu wanita itu,"
"Hah maksud tante?"Aku gak paham sama omongan tante Meli.
"Oh gak apa apa nak,salam kenal juga,"
Kemudian tante Meli mengajak kami duduk,,dan akupun menceritakan tujuanku kesini,awalnya kaget tante Meli tapi aku menjelaskan jika dulu mas Aldo sudah mendonorkan darahnya buat aku.Aku hanya ingin membantu.
"Mbak Hana pamit pulang dulan karena tadi ada yang menelfon,tinggallah aku sama tante Meli,rasa canggung menyelimutiku,sepertinya tante Meli paham dengan aku lalu dia mengajakku ngobrol.
"Kegiatan kamu apa nak sekarang??"
"Saya baru lulus SMK 5bulan lalu tante dan selama itu saya bekerja ditoko mbak Haana,?,berkat mas Aldo juga saya bisa kerja tante,"
"Bagus bagus kamu masih muda punya semangat kerja yang tinggi,apa kamu tidaak berniat melanjutkan kuliah nak?"
"Ada seh tante keinginan tetapi saya lebih suka bekerja saja tante membantu ibu saya,,sebenarnya saya mau bekerja diluarkota tante tapi denger mas Aldo kecelakaan saya tunda dulu,"
"Loh memangnya kenapa nak?Aldo ada tante yang jagain juga adeknya seharusnya kamu tidak mengorbankan keinginan kamu,"
"Gak apa apa tante saya yang mau dan ikhlas kok,"
"Baeklah,kalau begitu aku tinggal dulu ya tante ada kerjaan di butik,"
"Ya tante silahkan,"
Lalu mamanya mas Aldo pulang tinggallah aku sendiri,aku berjalan masuk keruangan mas Aldo.
__ADS_1
Ku tatap mas Aldo yang sekarang kelihatan kurus,pucat dan tumbuh bulu bulu halus di janggut dan pipinya.