Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Ke Makam Mas Aldo


__ADS_3

Hiks,,,,,,,hiks,,,,mas Aldo maafin aku yang gak peka,,kenapa secepat ini kamu pergi mas?


Aku terus menangis sesenggukan saat tahu isi surat itu,bapak bersama taante masuk ke dalam kamarku mungkin mereka mendengar aku menangis.


"Y Allah sayang kamu kenapa,apa yang terjadi,"Bapak menghampiriku memelukku.


"Aldo siapa pa,ini baca?"Tante Rina mengambil dan membaca surat yang terjatuh dilantai.


"Bapak memberi kode pada tante untuk tidak bertanya dulu,dan tante pun menurut,"


"Sudah sayang jangan nangis ya,kita doakan yang terbaek unttuk Aldo,"


"Pak besak kemakam mas Aldo ya,"Aku memandang bapak dengan mata sembab.


"Ya sayang besak bapak antar kamu,"


"Sudah sekarang kamu istirahat ya,tidur besak bapak antar kamu,"


Aku menurut lalu bangun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka.


"Pa Aldo itu apa yang dulu mendonorkan darahnya untuk Ara pas kecelakaan,"Tanya tante Rina.


"Iya ma,ntah apa yang terjadi kok sampai dia meninggal,kasihan Ara pasti merasa bersalah,"


"Ya pa,Araa kelihatan sedih dan rapuh apa lagi mengetahui kenyataaan kalau si Aldo itu cinta sama dia,"


"Ya ma semoga Ara tegar dan ikhlas menerima kenyataanya,"


"Oh ya apa besak papa akan mengantarkannya ke makam?"


"Iya ma,kasihan dia aku gak tega,"


Sedikit obrolan antara bapak dan tante Rina,,sedangkan aku sudah terlelap dikamar karena capek menangis aku sampai tertidur dengan masih memegang foto mas Aldo yang ada didalam hpku.


Pagi menjelang,,aku sudah bangun dan rapi untuk bersiap siap ke makam mas Aldo,aku memutuskan untuk kesana bersama bapak.


"Sayang kamu sudah siap?"Tanya bapak.


"Iya pak sudah,ayo berangkat,"

__ADS_1


"Ya sebentar nak bapak ambil kunci motor dulu,"


Aku menunggu diluar,saat tengah menunggu bapak aku melihat ada mobil berhenti didepan rumahku,sepertinya mas Beni yang datang.


"Loh Ra kamu mau kemana sudah rapi begini apa kamu sudah sehat,"


"Udah mas,maaf ya mas aku hari ini ijin kerja,aku akan pergi bersama bapak,"


"Eh ada Beni,ada apa Ben?"Bapak keluar dari rumah.


"Pagi om,,iya ne om tadinya mau jenguk Ara tetapi katanya mau peergi,"


"Ya Ben kami akan pergi ke makam temenya Ara,"


"Naek sepeda motor paak?"Tanya Beni.


"Ya Ben,"


"Gimana kalau saya antar saja om,"Tawar Beni.


"Gak usah mas malah ngrepotin kamu,"Timpal Ara.


"Tapi mas,"Sudah aku antar saja ayo masuk nanti keburu siang.


"Ayo sayang gak apa apa kalau Beni bersedia mengantar toh dia tidak keberatan,"


Akhirnya aku hanya menurut dan pergi menuju kampung mas Aldo diantar mas Beni dan bapak,sepanjang perjalanan aku hanya diam,fikiranku kacau hanya mereka yang mengobrol,aku sebelumya sudah minta alamat sama mbak Hana.


Alhamdulilah sampai juga di kampung mas Aldo,aku tak menghiraukan rasa capekku aku langsung menuju rumah mas Aldo.


Tok tok tok


"Assalamualaikum,"Aku mengetuk pintu dan mengucap salam


"Walaikumsalam,maaf mau cari siapa ya mbak?"


"Maaf bi tante Emi ada?"


"Oh ya sebentar saya panggilkan nyonya,silahkan masuk,mbaknya ini siapa namanya?"

__ADS_1


"Saya Ara bi,"


Pembantu itu masuk kedalam rumah untuk memanggil bu Emi mamanya mas Aldo,sedangkan aku bapak dan mas Beni menunggu diruang tamu,beberapa saat kemudian bu Emi datang dan terkejut melihat kedatanganku.


"Ara,,,,,,,,"Berdiri menatapku,dan aku langsung menghambur kepelukannya.


"Tante hiks hiks maafkan aku tan,apa yang terjadi sama mas Aldo,"


"Sudah nak jangan menangis lagi,ayo duduk dulu,loh mereka siapa?"


"Saya bapaknya Ara bu,dan ini temanya Ara,"Bapak memperkenalkan diri.


"Masa Allah terima kasih sudah jauh jauh datang kemari,"


"Gak apa apa bu saya mengantar Ara,dia sangat terpukul dengan kepergian Aldo,apa yang terjadi bu bukanya Aldo menjalani terapi diluar?"


"Ya pak kami memang menjalani terapi di Singapura,awalnya berjalan lancar Aldo sudah bisa mulai berjalan,tetapi saat berlatih berjalan dia pingsan sampai dokter menyarankan dia untuk tes dan ternyata Aldo mengalami penyumbatan pembuluh darah diotaknya kami sudah berusaha tetapi Tuhan lebih sayang dia,"Penjelasan tante Emi dengan berderai aer mata.


"Saya turut berduka cita ya bu,maafkan kami tidak mengetahui ini semua,"


"Ya pak tidak apa apa,"


"Tante anter aku ke makam mas Aldo,"Aku maasih menangis


"Tapi Ra,kamu yakin akan kesana,"Tanya tante Emi memastikan.


"Ya tante ayo,"


Tante Emi lalu mengajak kami ke tempat peristirahatan terakhir mas Aldo,dan ternyata tempatnya tidak jauh


hanya tiga kilometer dari rumah mas Aldo.


"Ini nak makamnya,"Tunjuk tante Emi


Aku langsung menangis sesenggukan di makam mas Aldo.


"Hiks hiks maafkn aku mas,aku udah jahat sama kamu,aku yang menyebabkan kamu kecelakaan,maafkan aku mas,"


Semuanya terdiam ikut hanyut dalam kesedihanku,aku masih menangis dipusara mas Aldo kepala ku terasa berat dan aku pingsan dipusara mas Aldo.

__ADS_1


"Y Allah Ara,panik semuanya mas Beni lalu membopongku untuk dibawa kembali kerumah mas Aldo.


__ADS_2