Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Ikhlas


__ADS_3

Saat aku berlari tak memperhatikan jalan ada sebuah mobil yang melaju kencang,spontan aku kaget dan menjerit,aku tak tahu apa aku ditabrak atau tidak karena aku pingsan.


"Tin tin tiiiiiiiiinnnnn(Bunyi klakso)aku menoleh tetapi tak sempat menghindar


"AAaaaaaaaaaaaaaaa,"Bruk,ccciiiiiiiittttttt(suara mobil mengerem)


"Allahu akbar ya Alah ma kita nabrak orang,"Panik orang yang menyetir mobil


"Jangan panik ayo kita lihat,"Bergegas membuka pintu dan menghampiri siapa yang mereka tabrak


Orang itu memeriksa aku,apakah aku terluka atau tidak


"Dia gak kenapa napa gak ketabrak juga hanya pingsan mungkin kaget,"


"Wan kamu angkat gadis ini kita bawa pulang saja,"


"Kok bawa pulang ma nanti kalau kita dikira nyulik gimana,"


"Memangya kamu tahu dia siapa tinggal dimana hah,kita yang membuat dia hampir ketabrak,"


"Ya tapi ma,"


"Cukup cepetan angkat kita bawa pulang,lagian rumah kita sudah dekat,,"


"Akhirnya mau gak mau orang itu mengaangkat aku,"


Sekitar lima belas menit aku tiba dirumaah orang itu dengan kondisi belum sadarkan diri.


"Ayo bawa masuk Wan,"


"Ya ma,dasar merepotkan saja,"


"Tapi kalau dilihat lihat cantik juga gadis ini,,gumam laki laki itu,"


Aku membuka mataku,melihat sekelilingku terasa asing.


"Ugghhhhh rasanya kepalaku pusing,"


"Alhamdulilah kamu sudah sadar nak,"


"Aku menoleh,seorang wanita cantik berumur tapi masih kelihatan muda,"


"A aku dimana,aku berusaha bangun tapi rasanya kepalaku berputar putar,"


"Kamu jangan bangun dulu nak jika masih pusing,kamu dirumah saya,tadi kamu hampir saja ketabrak mobil saya,"


"Maafkan saya tante yang lari lari di jalan,"


"Sudah gak apa apa anak tante juga salah bawa mobilnyaa ngebut,"


"Ini nak diminum dulu teh hangatnya,"Ibu itu membantuku bersandar diranjang.


"Terima kasih tante,"


"Ya sama sama,panggil saja tante Nuri,nama kamu siapa nak,"


"Eemm saya Zahra tante biasa di panggil Ara,"


"Nama yang indah,"Tante Nuri mengelus ngelus kepalaku.


"Wan,sini nak,"Tante Nuri memanggil manggil nama seseorang yang aku gak tahu.


"Ya ma sebentar,"


"Oh sudah sadar kamu,kalau mau bunuh diri jangan dijalan raya nyemplung sana ke laut atau gantung diri,"Kesal laki laki itu.


"Wan kamu jangan bicara seperti itu,"


"Kan benar ma,kalau kita nabrak itu cewek kita juga dapat masalah ma,"


"Ma mafkan saya,aku menunduk dan menangis sejadi jadinya,"Ya aku memang salah gak seharusnya aku berlari tak memperhatikan jalan,karena aku bisa membuat orang laen celaka,.

__ADS_1


"Ra maafkan omongan anak tante ya,kamu jangan nangis.


"Dasar lemah gitu aja nangis,"


"Wan cukup,"Tante Nuri melotot ke anaknya.


"Minta maaf kamu,"


"Gak mau dia yang salah kenapa aku yang minta maaf,"


"Gak perlu tante aku yaang salah disini tidak memperhatikan jalan dan membahayakan pengendara laen,"


"Sayang sudah jangan dengerin omongan anak tante itu,dia memang seperti itu,"


Aku hanya diam dan menunduk,aku teringat ponsel dan tasku,tetapi gak ada apa aku meninggalkanya direstoran ya?


"Eemm tante maaf saat saya pingsan tadi apa gak ada tas saya,"


"Gak ada sayang,makanya tante bingung mau anter kamu kemana karena gak ada identitas kamu,dan tante bawa kamu kesini,"


"Boleh saya pinjam ponselnya tante biar paman menjemput saya.


Dikediaman Ara terjadi perkelaian antaraa paman dan Tristan,saat Tristan mengejar Ara tidak ketemu dia balik kedalam restoran dan menemukan tas beserta handphone Ara masih dimeja,Tristan mengembaliknya kerumah Ara berharap ara sudah dirumah.


Saat itu paman Heru dan ibunya Ara masih ngobrol diteras.


"Malam tante,paman, "Sapa Tristan


"Malam,loh Ara mana Tris?Tanya ibunya Ara.


"Bu bukanya Ara sudaah sampai tante,,tadi Ara pulang lebih dulu,"Tristan terkejut mendapati Ara lum sampai dirumah.


"Ara lum sampai Tris makanya tante dan pamanya masih menunggu gimana bisa kalian jalan bareng pulangya gak bareng,"Mulai panik.


"Maafkan saya tante ta tadi Ara marah dan memutuskan pulang sendiri dan ini tas sama ponsel.Ara masih ketinggalan tante,"


"Buk,paman Heru menonjok Tristan,hei brengsek kamu apakan Ara,hah,belum cukup kamu menyakiti Ara hah,belum puas kamu,buk buk,"paman menghajar Tristan.


"Y Allah dimana kamu Ra?Mulai panik.


"Sabar mbak aku tlf Elisa dulu siapa tahu bersama dia,"


Sedangkan Tristan masih berdiri mematung dengar darah mengaalir disudut bibirnya.


Ara berusaha menghububgi pamanya tetapi tidak bisa,akhirnya Ara diaantar oleh Yuwan anaknya tante Nuri.


"Gimana nak apa paman kamu bisa jemput,"


"Gak bisa tante,gak bisa dihubungi nonya,"


"Ya sudah biar kamu diantar anak tante saja,"


"Enggak usah tante malah merepotkan,saya akan pesan ojol saja,"


"Nak ini sudah malam gak aman naek ojol,"


"Wan kamu antar Ara ya,"


"Kok aku ma,"Sungut Yuwan


"Sudah cepetan sana,"Tanpa membantah lagi Yuwan mengantar Ara,di dalam mobil hening tak ada yang mulai bicara,sampai Ara yang mendahului bicara.


"Eeemmm terima kasih sudah mengantar saya,maafkan saya atas kelalaian saya,"


"Heeemmmm,"Yuwan melirik ke Ara


"Rumah saya ujung jalan itu belok kiri,"Ara menunjuk arah jalan dirumahnya


"Baik,"Tanpa bicara lagi Yuwan melajukan mobilnya


Dikediaman Ara masih panik karena Ara belum kembali pulang.

__ADS_1


"Ru ayo kita cari Ara,dia dimana ru,ini sudah malam kalau terjadi apa apa gimana huhuhu,"tangis ibunnya Ara.


"Ya mbak ayo berangkat,"


Saat akan berangkat tiba tiba ada sebuah mobil menuju halaman rumah Ara dan berhenti didepan rumah,mereka semua terkejut siapa gerangan yang bertamu malam malam begini.


"Ini rumah kamu,"


"Iya ini rumah saya terima kasih ya,"


Saat akan turun tiba tiba Ara merasakan pusing lagi Yuwan yang melihat Ara memegang kepalany sedikit panik.


"Hei kamu kenapa,"


"Ke kepala saya pusing,"


"Ya sudah aku bukain mobil dulu kamu tunggu ya,"Yuwan keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Ara.


"Yuwan memapah Ara keluar,dan semua orang yang diteras terkejut siapa yang datang,"


"Ara sayaank kamu kenapa nak,ibunya berlari menghampiri Ara,"


"Aku gak apa apa bu cuma pusing,"


"Ayo ayo masuk dulu kamu duduk sini Her,Her ambilkan teh panas,sedangkan Tristan diam mematung ntah dia mau bicara apa disatu sisi dia sangat kawatir tapi disisi laen siapa laki laki yang mengantar Ara?"


"Kamu kenapa nak apa yang terjadi,"tanya ibunya Ara.


"Begini bu tadi saya hampir menabrak anak ibu,karena ank ibu berlari lari dijalan saya tidak tahu jika anak ibu mau nyebrang,"


"Y Allah nak apa yang terjadi kenapa kamu tidak pulang bareng Tristan,"


"Bu aku gak apa apa,,aku yang salah,"


"Dek maafkan aku,Tristan mendekati Ara,"


"Ngapain kamu disini,"


"Tristan mengembalikan tas sama ponsel kamu nak,"


"Aku melihat Kak Tristan wajah dan bibirnya bengkak aku yakin pasti paman sudah memukuli dia," batinku.


"Ra ne tehnya diminum,dan ini untuk kamu,"


"Terimakasih,saya harus balik pulang pak bu,"


"Loh kok buru buru nak terima kasih sudah mengantar anak ibu,"


"Ya bu sama sama,hari sudah malam bu,saya permisi,Yuwan melangkah keluar dan aku mengejarnya untuk mengucapkan terima kasih,"


"Bu bentar aku mau anter dia dulu,"


"Tunggu aku berjalan menuju mobil Yuwan,"


"Ada pa,"


"Sekali lagi terimakasih ya sudah mengantar dan menolong saya,sampaikan salam saya pada tante Nuri ya,"


"Ya sama sama,nanti saya sampaikan,"Yuwan menatap mata Ara ternyata gadis ini benar benar cantik tapi banyak kesedihan dimaatanya batin Yuwan.


"Nama saya Yuwan terserah kamu panggil apa,,oh ya,seberat apapun masalah kamu berusahalah ikhlas,agar hatimu tenang,"nasehat Yuwan.


"Iya kaak terima kasih,"


Ara masuk kedalam rumah dan berpamitan akan kekamar,dia sama sekali tidak memperdulikan Tristan.


Sampai dikamar Ara melepas baju dan berganti baju tidur lalu membersihkan waajah dan menuju ranjang,dia tidak menyangka akan kehilangan Tristaan cinta pertama dia empat tahun menjalani hubungan tak menjamin untuk setia,Ara benar terluka dan kecewa.


Ara belum bisa memejamkan mata fikikiranya masih melayang membayangkan kenaangan kenangan manis bersama Tristan.


"Tiba tiba dia teringat pesan Yuwan,ya benar kata dia aku harus ikhlas,aku gak boleh larut dalam kesedihn hidupku masih panjang aku masih ingin meraih cita citaku,,aku gak boleh lemah,Ara menghapus aer matanya dan bertekad untuk bisa ikhlas dengan keadaan dia sekarang.

__ADS_1


__ADS_2