Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Kak Tristan Cemburu


__ADS_3

Sekitar lima belas menit kak Tristan sampai depan rumah sakit.


"Dek kok mukamu sembab dan sedih gitu kenapa?"


"Aku sedih kak,,mas Aldo kritis,"


"Kamu nangisin si Aldo Aldo itu sampai kaya gini dek,spesial banget apa dia buat kamu sampai sampai muka sembab gitu,"Tanya kak Tristan kesal.


"Kamu kenapa ngomong gitu seh kak,walau bagaimanapun dia udah nyelametin aku waktu itu kak,dia udah donorin darahnya buat aku,apa kakak lupa?"Jawabku kesal.


"Ya aku inget dek tapi apa sepesial itu sampe kamu sesedih ini mikirin dia,"


"Dia itu udah aku anggap kakakku sendiri kak,gak lebih gak usah mikir aneh aneh deh,"


"Oke,ayo pulang udah sore nanti dicariin tante dan paman kamu dikira aku nyulik anak orang"Kak Tristan berjalan kearah motornya dan akupun mengekor dibelakang,"


Awalnya kak Tristan mengajak aku mampir makan tapi aku gak nafsu makan karena inget keadaan mas Aldo,dan kamipun langsung pulang kerumah,sesampainya dirumahpun aku langsung turun dan masuk kerumah tanpa memikirkan kak Tristan entahlah suasana hatiku lagi kacau.


"Tris masuk dulu itu Ara kenapa?"Tanya paman.


"Gak tahu sedih karena Aldo sedang kritis paman,"


"Apa Aldo kritis!memangnya apa yang terjadi?"Tanya paman kaget.


"Aku kurang tahu paman tadi aku menjemput ketempat kerja tetapi gak ada lalu dia memberi tahu suruh jemput dirumah sakit gitu aku dateng mukanya dah sembab dan sedih,"


"Wajarlah Tris Ara sedih dia berhutang nyawa sama dia,kamu gak usah cemburu gitu biarkan saja dulu Ara sendiri nanti jika moodya sudah balik dia pasti udah seperti biasa lagi,"


"Ya paman,,aku pamit pulang dulu paman keburu malam,"


"Ya kamu hati hati ya,"


"Baik paman,salam untuk Ara paman,"


"Oke siipplah,"


Aku tak menghiraukan kak Tristan mungkin aku egois tapi aku benar benar sedang sedih memikirkan mas Aldo yang seperti itu,aku tak tega,sampai kamar akupun lalu menangis sejadi jadinya,sampai ada suara pintu dketuk.


"Ara ini paman,boleh paman masuk?"


"Masuk aja paman gak dikunci,"


"Paman masuk dan mendekat kearahku,Ra kamu kenaapa?berantem sama Tristan ya?"


"Hiks hiks hiks aku memeluk paman dan menangis,"


"Mas Aldo paman,mas Aldo kecelakaan dan kritis tadi aku menjenguk dia paman aaku gak tega paman,,kasihan dulu aku diselamatkan mas Aldo tapi aku sekarang gak bisa bantu apa apa paman,"Aku menangis sesenggukan.


"Cup cup udah jangan cengeng ahhh,,denger lihat paman,kita memang tidak bisa membantu apa apa tetapi kita bisa mendoakan Aldo atau kamu bergantian menjaga dia misalkan,"


"Oh iya paman,aku bisa merawat mas Aldo,"Lalu aku menghapus aer mataku.

__ADS_1


"Nah gitu dong siapa tahu dengan kehadiranmu dan kecerewetanmu Aldo merasa terusik tidurnya dan bangun,"


"Hehe paman bisa aja,"Aku tersenyum.


"Nah gitu dong senyum,kan cantik,"Mencubit pipiku.


"Ihh paman sakit,eh ya paman kak Tristan mana?"


"Jiaahhh telat nona Tristan sudah pulang itu dengan muka kusam karena kamu cuekin,haha,"Ledek paman.


"Paman apaan seh,habis aku sebel tadi sama dia,,aku dikira ada hubungan sama Mas Aldo padahal dia sendiri yang selingkuh,"Cemberut.


"Ya sudah kan kamu yang memutuskan untuk bersama lagi kan,sekarang hubungi dia biar gak tambah salah paham,"Saran paman.


"Ya paman,ibu kemana paman?"


"Lagi ada acara dikampung sebelah mungkin nanti malam pulangya,"


"Aku manggut manggut,"


"Ya sudah paman mau kekamar dulu mau caling caling bebeb,"Hahaha.


"Idih norakk,sana sana cepet pergi jangan ketawa,"


Paman akhirnya keluar dari kamar,akupun bergegas mandi,rencananya setelah mandi aku mau tlf kak Tristan.


Tut tut


"Kok gak diangkat ya,"


"Assalamualaikum kak,"sapaku.


"Walaikumsalam,"


"Kak mafin aku ya,mafin sikapku tadi,"


"Kamu gak salah dek gak usah minta maaf,aku yang gak bisa ngerti kamu,"


"Aku hanya kasihan kak dengan mas Aldo aku berhutang nyawa sama dia,aku gak ada perasaan apa apa sama dia,"


"Ya kakak paham,,tapi sepertinya dia menyukaimu,"


"Ahh gak mungkinlah kak,dia aja tahu aku pacar kakak,"


"Aku ini laki laki dek aku tahu mana laki laki yang suka sama cewek atau enggak,saat ikut menjelaskan ke kakak sebelum kamu kecelakaan waktu itu kakak bisa lihat pandangan mata dia ke kamu gimana dan gimana kawatirnya dia denger kamu kecelakaan,"


"Ngaco kak kamu,udah ah gak usah dibahas kak,kakak gak marah kan sama aku?"


"Gak dek mana bisa kakak marah lama lama sama kamu,"


"Yang bener,"

__ADS_1


"Bener sayang,kapan kita jalan berdua lagi dek,"


"Eemmm kapan ya kak,nanti deh aku kabarin lagi,,apa aku ijin kak Tristan ya kalau akau mau ngerawat mas Aldo,tapi kalau aku ijin pasti dia marah dan gak boleh,ahh mending diem diem aja lach,"batinku.


"Halo,halo,dek kamu masih disitu?"


"I iya kak maaf tadi kayak ada yang mengetuk pintu bohongku,"maafin aku kak Tristan.


"Gimana kalau minggu dek kita kerumah nenek lagi dia nanyain kamu terus,"


"Masak kak,inssallah kak,aku juga mau pamitan sama nenek juga,"


"Pamitan kemana dek,"


"Kan aku mau melamar kerja diluar kota kak ikut bapak,"


"Kamu jadi dek pergi?"


"Iya kak aku jadi,aku juga masih mau cari pengalaman kak,"


"Tapi kan jauh dek terus aku gimana?"


"Kita kan masih bisa ketemu saling kabar kabar kakak,nanti kakak paling juga kerja ke kota kan?"


"Ya seh dek,"


"La iya,nanti kalau lama gak ketemu kan kangenya jadi makin bertambah kak,"


'Bisa aja dek kamu itu gemes deh kakak sama kamu,pengen aku cium,"


"Cium aja kak,hehe,"


"Heemm beraninya jauh yaa,awas kalau deket abis kamu sama kakaak,"


"Iihh serem,eemmm kak,boleh aku nanya?"


"Ya dek apa?"


"Hubungan kakak sama Erna gimana?"


"Aku gak ada hubungan apa apa dek,semua karena terpaksa,"


"Kakak selalu bicara terpaksa memangnya ada apa seh kak?"


"Maf dek kakak belum bisa cerita sekarang,tapi kakak akan jujur sama kammu jika sudah siap,"


"Kenapa gak sekarang aja seh kak bikin penasaran aja,"


"Sabar sayang jangan cemberut nanti cantiknya ilang loh,"


"Bodo amat,,eh kak udah dulu ya tlfnya itu ibu udah pulang,"

__ADS_1


"Ya dek,bye muuaacchh"uuaacchh,"Aku tersenyum senyum sendiri.


Malam itu aku menceritakan niatku sama ibu,dan ibu pun mendukungku.Aku juga mau ijin mbak Hana untuk merawat mas Aldo.


__ADS_2