Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Berita Bahagia


__ADS_3

Keesokan paginya aku berencana ke toko mbak Hana,mungkin disana masih butuh lowongan kerja,aku akan melamar disana tanpa embel embel orang dalam.


"Bu aku mau ke toko mbak Hana ya,aku mau melamar kerja disana kata Elisa sekarang tokonya tambah cabang,"


"Iya Ra,terserah kamu saja ibu dukung apapun keputusan kamu,"


"Makasih ya bu,"Aku memeluk ibu.


Akhirnya aku berangkat sendiri dengan memesan ojol,perjalanan sekitar dua puluh menit aku sampai ditempat ini lagi,tempat penuh dengan kenangan bersama mas Aldo.


"Huuufffttt aku tiba didepan toko,masih sama seperti dulu,hanya ada tambahan beberapa bangunan dan hiasan,"


"Neng Ara,ini benar kamu kan temenya bu Hana dulu,"Ternyata pak satpam masih mengenaliku dan belum ganti satpam juga.


"Pak Udin,hehe ya pak ini saya,,gimana kabar bapak,,masih betah aja disini pak,"


"Alhamdulilah baek non,non tambah cantik aja,,hehe,"


"Aahh pak Udin bisa saja,eemm pak disini masih terima karyawan gak ya?"Akhirny aku memutuskan mengobrol dengan pak Udin dulu.


"Lah kalau neng mah kapan aja bisa kerja disini atuh neng gak usah nglamar segala,"


"Ya kan gak enak sama yang laen pak,"


"Gak apa apa atuh neng,sana masuk saja temui bu Hana,"


"Loh memangnga mbak Hana ada disini pak?"


"Ada neng masuk saja atuh,"


"Oke kalau gitu pak,saya masuk dulu ya,"Aku meninggalkan pak Udin dan maasuk kedalam toko untuk mencari keberadaan mbak Hana.


Ruangan yang masih sama seperti dulu,saat aku akan masuk banyak para pegawai yang melihat ke arahku,mungkin mereka heran yang melihat aku langsung nyelonong masuk ke ruangan bos mereka.


"Tok tok,"Assalamualaikum

__ADS_1


"Walaikumsalam masuk,"


Aku membuka pintu dan melihat mbak Hana tengah sibuk bekerja.


"Mbak Hana,"


"Araaaaa,ini beneran kamu Ra,aku gak mimpi kan,"Mbak Hana menghampiriku.


"Ya mbak ini aku,"Aku langsung memeluk mbak Hana dan menangis antara sedih dan senang.


"Ya Allah Ra,aku kangeen banget sama kamu,kamu kemana saja gak ada kabar,no kamu juga gak bisa dihubungi,"Cerocos mbak Hana.


"Hehe maaf mbak aku ganti no lagi,"


"Jahat kamu gak kabarin aku,semenjak kejadian waktu itu aku kehilangan kontak kamu,"


"Aku juga gak bisa kabarin kamu mbak,kenapa gak nemuin ibu aja mbak buat minta no aku,"


"Gak kepikiran Ra,banyak banget kerjaan aku,oh ya ngomong ngomong kamu tumben kesini ada apa Ra?".


"Ya Allah Ra kan aku dulu dah pernh bilang jangan sungkan sungkan kerja lagii disini,"


"Ya mbak tapi aku gak enak sama yang laen,"


"Kan aku tinggal bilang kamu saudara aku Ra,"


"Hehe makasih ya mbak,"


Kami malah asik ngobrol kesana kemari sampai tak terasa jam makan siang tekah tiba dan mbak Hana mengajak aaku makan siang bareng.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku sudah seminggu bekerja ditempat mbak Hana lagi tetapi aku bekerja di cabang yang baru,ternyata Elisa sudah keluar dari toko tapi kenapa dia gak cerita yaa jika keluar?batinku.


"Huuffttt capek juga ternyata,"Aku melihat jam tanganku ternyata hari sudah sore aku memutuskan menutup toko dan pulang.

__ADS_1


"Ra kamu langsung pulang ataau mampir kerumah bu Hana dulu?"Tanya rekan kerjaku Sari namanya.


"Gak deh Ri aku capek banget mau langsung pulang aja,besak baru nemuin mbak Hana,"


"Oh oke,kalau gitu aku duluan ya,"


"Iya Ri,hati hati ya sampai ketemu besak,"


Aku meninggalkan toko mbak Hana dan pulang kerumah,sampai dirumah lalu bsrsih bersih dan membantu ibu memasak.


"Ra tadi ada paket buat kamu,"


"Hah,paket apaan bu,aku gak beli apa apa tuh".


"Ibu juga gak tahu dari kota S,mungkin dari teman kamu disana,"


"Ada seh bu temen tapi gak ngabarin apa apa ke aku,"


"Ya sudah buka dulu aja sana siapa tahu penting,ibu taruh didalam laci meja tuh,"


Aku menuju laci meja yang dimaksud ibu dan menemukan sebuah paket yang ntah apa isinya aku membawanya ke ruang tv dan perlahan lahan membuka paket tersebut.Betapa terkejutnya aku karena paket tersebut berasal dari mas Beni,dia memberiku foto foto dan kegiatan dia disana,,dan sebuah ucapan ulang tahun untukku,padahal aku sendiri lupa hari lahirku.


Sebuah kallung berliontin batu permata yang indah,dan terdapat secarik kertas didalam kotak tersebut,aku perlahan lahan membuka surat itu dan membacanya.


Selamat ulang tahun my princes,panjang umur sehat selalu,tambah lebih dewasa lagi jangan cengeng lagi udah semakin tua,,hehe.Araa tolong terima pemberianku yaang terakhir ini,kalung ini khusus aku pesan buat kamu sebagai kenang kenagan yang terakhiir dari aku,tetaplah menjadi Ara yang aku kenal dulu jangan mudah menyerah dan tetap tersenyum apapun keadaan kamu jangan pernah menangisi aku,.


Dari Beni yang mencintaimu.


Aku menangis setelah membaca surat itu,tetapi buru buru aku menghapus aer mataku,aku gak akan sedih lagi,jika memang Tuhan berkehendak pasti mas Beni sembuh.


"Terimakasih mas Beni,walaupun kamu botak tapi tetep saja ganteng,aku gak akan lupain kamu mas,"Aku memandang foto mas Beni yang sedang tersenyum dengan tubuh terbaring.


Aku mengambil kalung itu dan memakainya,sungguh indah,aku bahagia ada yang mengingat hari ulang tahunku selaen kedua orang tuaku.


Aku bercermin didepan kaca dan memakai kalung pemberian mas Beni aku berputar putar didepan cermin sambil bersenandung,aku gak akan sedih sedih lagi buat mas Beni,aku akan selalu mendoakanya.Selaen memberiku kado ternyata ada kabar baek jika penyakit yang diderita mas Beni sudah berangsur membaik,semoga kedepanya bisa sembuh.

__ADS_1


__ADS_2