
Aku masih belum sadarkan diri,kondisiku benar benar drop,saat itu setelah mandi aku merasa pusing tiba tiba aku berniat memanggil ibu agar membelikan aku obat,belum sampai aku kekamar ibu aku sudah pingsan terlebih dahulu.
Reno sangat merasa bersalah kepadaku,aku memang kecewa dengan sikap dia tetapi aku seperti ini bukan karena dia.
"Maafkan aku Ra,gara gara aku nyuekin kamu,kamu jadi seperti ini,"Reno bersandar pada tembok rumah sakit.
"Ini bukan salahmu Ren,mungkin memang Ara lagi sakit dan dia gak bicara,jangan menyalahkan diri sendiri,"Nasehat pak Hendra.
"Om,maafkan saya gak bisa menjaga Ara,"Reno duduk di didepan calon mertuanya.
"Sudahlah nak,kita doakan semoga Ara baek baek saja ya?".
Reno akhirnya memutuskan untuk ke mushola dia akan shalat mendoakan tunanganya.
"Hana memutuskan untuk pulang,dia juga merasa berasalah atas musibah ini,tetapi memang Hana tak punya perasaan apa apa sama Reno,yang dia cinta Aldo bukan Reno walau jantung mereka sama tetapi wajah dan tingkah laku berbeda.
Perlahan lahan aku membuka mataku,putih itu pertama yang aku lihat,pasti aku sedang berada dirumah sakit,dan benar saja aku mengedarkan pandanganku Reno berada disampingku dia tertidur di sampingku.
Reno yang merasa ada pergerakan dari tangan aku lalu membuka mata,dia menatapku dan tersenyum kepadaku.
"Ara alhamdulilah kaamu sudah sadar sayang?".
"Aku kenapa,"Tanyaku lirih.
__ADS_1
"Kamu itu pingsan udah hampir seharian gak sadar,apa yang sakit aku panggilkan dokter ya,".Reno beranjak memanggil dokter bapak,ibu,tante,paman dan Elisa masuk melihat kondisiku.
"Sayang kamu gak apa apa kan?"Ibu memelukku dan menangis.
"Aku gak apa apa kok bu,hanya pusing banget bu,".
"Sabar ya sayang Reno masih memanggil dokter,".
Aku diperiksa dokter aku juga mengatakan keluhanku,hasil lab sebentar lagi keluar baru dokter bisa mengetahui aku sakit apa.
Sudah dua hari aku berada dirumah sakit Reno selalu setia mendampingi aku,aku sangat bahagia sekali dia selalu memperhatikan aku,memanjakan aku.
"Sayang kamu makan yang banyak ya,biar cepat pulih dan kita pulang,".
"Makanya makan yang banyak terus minum obatnya,"Reno dengan telaten menyuapi aku.
"Ren aku mau pulang aja ya?".
"Sabar sayang tunggu dokter periksa kamu dulu ya?".Aku hanya pasrah dsn mengangguk dengan perkataan Reno.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku sudah berada dirumah,ternyata aku mengalami penyumbatan pada otak,makanya sering pusing tiba tiba dan pingsan.Aku sekarang menjalani pengobatan rutin agar aku bisa sembuh dan gak pingsan pingsan lagi.
__ADS_1
"Sayang aku akan segera melamar kamu,agar aku bisa selalu setia berada disamping kamu,aku gak tenang jika seperti ini,"Reno duduk disamping ranjangku.
"Tapi Ren,aku malah akan menjadi beban kamu,seharusnya kita bahagia bukan malah mengurusi aku yang sakit,".
"Husst kamu gak boleh bicara seperti itu,aku sangat mencintai kamu dalam keadaan susah maupun senang jadi jangan merasa kalau kamu beban buat aku,".
"Tapi Ren?"
"Sudah,jangan bicara seperti itu lagi ya,aku akan tetap melamar kamu,".Reno memelukku.
"Makasih ya Ren,"Akupun memeluk Reno.
Reno sudah mantap akan melamar aku,sebenarnya aku belum siap tetapi dia sangat baek dan perhatian sama aku.Aku juga sudah memutuskan akan menerima lamaran dia nanti.
"Bu Reno tadi bilang akan melamar aku,menurut ibu gimana?"Aku meminta saran kepada ibu.
"Benarkah?kalau ibu setuju saja nak,Reno anak yang baek,tulus,juga perhatian tapi semua itu terserah pada kamu nak,kamu yang akan menjalani ibu sama bapak hanya bisa merestui kalian,"
"Aku juga akan menerima lamaran dia bu,selama ini gak ada laki laki yang setulus dia sama aku bu,doain aku ya bu agar kelak bahagia dengan Reno,"
"Pasti dong sayang,mana ada orang tua yang gak ingin anaknya bahgia nak,ya sudah kamu istirahat sana,nanti ibu akan tlf bapak kamu memberi kabar bahagia ini,"
"Iya bu,".Aku berjalan ke kamar lanjut untuk tidur siang.
__ADS_1
Sedangkan Reno sampai dirumah juga mengutarakan niaatnya untuk segera melamar aku,orang tua Reno ingin aku menemuinya dulu dia ingin mengenal aku terlebih dahulu.