
"Dok bagimana keadaan anak saya?"Tanya mamanya mas Aldo.
"Alhamdulilah sudah stabil,tetapi mungkin butuh waktu untuk pemulihanya karena sebagian jaringan di otaknya mengalami penyumbatan,dan maaf saya harus sampaikan ini,untuk sementara waktu pasien tidak dapat berjalan,tapi dengan terapi secepatnya bisa pulih,"Jelas dokter.
"Yang sabar ya nak mama akan bawa kamu berobat ke dokter spesialis dan bisa secepatnya berjalan,"Mamanya mas Aldo menenangkan.
"Sabar ya mas,aku mendekat ke arah mas Aldo dan memegang tanganya tetapi mas Aldo malah menarik aku kedalam pelukanya,"
"Jangan tinggalin aku Ra,aku takut,aku lumpuh Ra,aku gak bisa jagain kamu,"Rancau mas Aldo.
"Husstt kamu ngomong apa mas,kamu hanya lumpuh sementara mas masih bisa sembuh ko,aku tetap akan menemani kammu terapi mas,"Aku meletakkan telunjukku dibibir mas Aldo.
"Terimakasih Ra,"Mas Aldo melepaskan pelukanya dan menatapku.
"Sama sama mas,kamu istirihat dulu ya aku mau pulang besak aku kesini lagi mas,"Pamiitku dan mas Aldo seperti enggan melepas aku.
"Biarkan saja nak,besak Ara pasti kembali kesini,"Saaran mamany mas Aldo.
"Ya sudah,hati hati Ra,"Akhrnya mas Aldo mau aku tinggal pulang.
Aku berjalan keluar ruangan dan mamanya mas Aldo mengantarkanku keluar.
"Ra tante mengucapkan banya terima kasih ya berkat kamu Aldo menjadi semangat untuk menjalani hidupnya, "
"Tante ngomong apa seh aku gak melakukan apa apatante,itu semua kemauan mas Aldo,"
"Ya sayang tapi karena ada kamu Aldo menjadi cepat siuman dan terurus,"
"Sama sama tante hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikan mas Aldo,,eemm kalau gitu saya permisi dulu ya tante keburu magrib,"Pamitku sambil mencium tangan mamanya Aldo.
"Ya sayang kamu hati hati ya nak,"Lalu memelukku.
Aku bergegas keluar rumah sakit dan menuju ojol yang sudah menungguku di depan rumah sakit,kurang lebih satu jam aku sampai didepan toko mbak Hana,dan aku bertemu Elisa yang juga akan pulang.
"Hai Ra baru pulang?"Tanya Elisaa.
"Ya El,,kamu sendiri kok belum pulang,"
"Ya ne nunggu paman kamu hehe,"Jawabnya tersenyum.
"Owwwhhh mau dijemput ayang to,"
"Kayak kamu gak aja Ra,oh ya Ra saampai kapan kamu kaya gini Ra gak capek apa bolak balik toko rumah sakit,lama kelamaan Tristan bisa curiga Ra,"
"Aku gak tahu Ra,apa lagi mas Aldo lumpuh sementara dan tadi sempet shock,aku semakin gak tega ninggalin dia,"
"Jangan jangan kamu mulai naksir ya sama dia,"
"Ihhh apaan seh El,ya gak lah,aku hanya berhutang nyawa sama dia,"
"Tetapi ne ya,cinta itu datang seiring dengan terbiasanya bersama hahah,"Goda Elisa.
"Apaan seh El,gak lah ngaco kamu,"
Sekitar sepuluh menit kak Tristan sudah sampai,akupun berpamitan pada Elisa untuk pulang terlebih dahulu.
"Kak gak mampir dulu?"
__ADS_1
"Gak dek laen kali saja ya,"
"Baiklah,aku masuk ya,kakak hati hati,"
Kak Tristan pun pergi meninggalkan rumahku,aku juga berjalan masuk.
"Udah pulang nak,kok lesu begitu kenapa?"Tanya ibu.
"Huuffttt aku mendengus dan duduk didepan tv,"
"Ada apa sayang cerita sama ibu,"
"Bu mas Aldo lumpuh,tetapi cuma sementara,aku bingung bu tadi aku mau pamit untuk menyusul ayah tetapi mas Aldo gak mau aku tinggalin bu,"
"Kok bisa lumpuh nak?"Ibu nampak terkejut.
"Katanya ada penyumbatan gitu bu diotaknya,"
"Sekarang ibu tanya apa kamu menyukai Aldo?"
"Ibu ngaco ya gak lah bu,aku hanya kasihan bu,aku ingin membalas kebaikan ms Aldo yang dulu udh menyelamatkan aku,"
"Nak jangan sampai kehadiran kamu membuat Aldo salaah paham dengan kehadiranmu tiap haari kesana merawatnya akan banya fikiran orang orang tentang status kalian nak,jangan sampai Alddo berharap lebih sama kamu,"
"Ya bu aku paham ,bu gimana kalau besak ibu ikut aku kesana dan sekalian bilang gitu kalau aku mau kerja gitu,kalau ada ibu gak mungkin mas Aldo menghalangi aku,"
"Kok jadi bawa bawa ibu seh nak,"
"Ayolah bu tolonng aku kali ini aja ya ya,"Aku mengedip ngedipkan mata kearah ibu.
"Ya sudah ibu bantu kamu,"Aku langsung memeluk ibu.
"Buruan mandi terus makan sana bau asem,"ibu menutup hidunng.
"Masak seh bu,ya ya aku mandi,"
Aku berlalu kekamar untuk mandi,sekitar sepuluh menit akku sudah selesai mandi dan berjalan kedapur untuk makan bersama.
"Paman belum pulang bu?"
"Belum,ngapain nyari pamanmu,"
"Hak ada apa apa bu sepi gak ada paman hehe,"
.
"Ya karena gak ada yang kamu ajak berantem,"
"Haha ibu tauk aja,"
"Ra kamu serius dengan keputusan kamu untuk ikut bapakmu?"
"Ya bu aku pengen kerja disana bu,cari pengalaman biar gak disin sini aja,"
"Ibu setuju setuju saja nak,tapi selalu ingat kamu didesa orang jaga tata krama dan sopan santun juga ucapan kamu nak,"Nasehat ibu.
"Ya bu,"
__ADS_1
Pagi hari tiba,aku sudah berkutat didapur untuk membantu ibu sekaligus ingin membuatkan bubur buat mas Aldo.
"Yes semuanya sudah beres tinggal berangkat,gumamku,"
"Kamu naek motor Ra?"Tanya paman.
"Ya paman kak Tristan gak anter jadi aman aku langsung kerumah sakit tetapi nunggu ibu dulu,"
"Lah ngapain bawa ibu kamu,mau melamar ya,"Goda paman.
"Ngaco paman,ya gak lah ibu mau jenguk mas Aldo tauk,"
"Jahaha paman tertawa,"
Tiba dirumah sakit aku dan ibu menuju ruangan mas Aldo ternyata disana ada mamanya mas Aldo juga Faisal.
"Eh Ara sini nak masuk,loh kamu sama siapa nak,"tanya mamanya mas Aldo.
"Ya tante ini ibu saya,"
"Halo bu saya ibunya Ara,"Ibu mengulurkan tangan ke arah mamanya Aldo.
"Saya mamanya Aldo jeng,"Mari mari sini jeng duduk repot repot segala bawa bingkisan.
"Gak apa apa bu ini tadi Ara yang membuat kue sama buburnya,"
"Wah Ara bisa masak ternyata,"
"Bisa sedikit dikit tante,"Jawabku malu.
"Mas aku suapin bubur ya,"aku menawarkan mas Aldo .
"Boleh Ra,ternyata gak cuma galak aja ya kamu masak juga bisa,"Ledek mas Aldo.
"Tu kan mulai lagi deh,kalau aku galak ogah aku nyuapin kamu ne makan sendiri,"Pura pura ngambek.
"Yah jangan dong ini tanganku masih diinfus lo Ra masak tega,"
"Biarin,"
"Ehn ehm woi sini masih ada orang lo udah kayak nyamuk aja dikacangin,"
"Semua yang ada tertawa mendengar celotehan Faisal,"
"Bilang saja iri Sal,"Jawab mas Aldo
"Idih iri sama abang,gak kaliiii,"
Aku geleng geleng kepalan melihat mas Aldo dan adeknya yang ttiap bersama juga gak akur.
"Bu sebelumnya saya meminta maaf jika nanti omongan saya membuat Aldo dan juga keluarga kecewa,"
"Ada apa to jeng?"
"Begini bu kemaren bapaknya Ara mengabari jika Ara diterima kerja diluar kota,dan Ara menerimanya,jadi saya kesini sekaligus mau pamit sama Aldo,"
"Wah bagus itu jeng,saya mendukung selagi masih mudah harus dimanfaatkan waktu dan kesempatanya,karena gak datang dua kali,Aldo pasti juga mendukung jeng saya sangat berterima kasih selama ini ada Ara yang membantu merawat Aldo,"
__ADS_1
"Saya juga berencana mengajak Aldo berobat ke Singapura jeng agar proses kesembuhanya lebih cepat,"
"Syukurlah bu,semoga cepat berjalan kembali seperi dulu,"