
"Mas aku pamit pulang dulu ijin sama bapak,aku mau antar kamu ke bandara,"
"Tapi malam Ra,,apa boleh sama om dan paman kamu?"
"Mereka pasti ngijinin ko mas,kamu tenang aja ya,aku mau lihat kamu berangkat pokoknya,"
"Ya Ra,,hati hati ya biar diantar Yuwan,"
Aku lalu berpamitan kepada semuanya dan aku diantar Yuwan pulang ke rumahh,sampai dirumah tante terkejut melihat aku pulang diantar laki laki.
"Ra kok kamu diantar,sepeda motor kamu mana?"
"Hehe maaf tan aku tinggal di mall tadi mas Beni minta ketemu aku,terus aku dijemput sama dia,"Aku menunjuk Yuwan.
"Iya tante maaf tadi saya yang menjemput Ara karena Beni minta bertemu,nanti biar sopir yang mengantar sepeda Ara tan,"
"Iya gak apa apa,aku kira dia kenapa napa,terima kasih sudah mau mengantar,"
"Iya tan,kalau begitu saya pamit ya tan,permisi,"
"Hati hati Wannmakasih,"
Yuwan pergi meninggalkan rumahku dan kami masuk kedalam rumah,aku bergegas ke kamar untuk bersih bersih dan berganti pakaian lalu menuju dapur untuk membantu tante.
"Tan bapak pulang jam berapa ya?"
"Gak tahu Ra gak tentu soalnya,memangnya ada apa?"
"Aku mau ijin tan nanti malam mengantar mas Beni kebandara,dia mau berobat keluar negeri,"
"Oh,nanti tante aja yang mengantar kamu ya?"
__ADS_1
" Tante mau?"
"Iya tante mau ko,tante juga gak repot daripada dirumah sendiri,"
"Oke deh siipp tan,aku kabarin bapak ya minta ijin dulu,"Berjalan ke kamar aku menelfon bapak minta ijin dan bapak memberiku ijin.
Aku telah sampai dirumah sakit tempat mas Beni dirawat,semua sudah menunggu kedatangan aku,mas Beni tersenyum melihatku,dia juga menyapa tante.
Aku mendorong kursi roda mas Beni menuju mobil,perjalanan ke Bandara membutukan waktu kurang lebih dua jam.
"Ra jika nanti aku gak sembuh,kamu jangan sedih ya,jangan pernah terpuruk seperti dulu lagi,mungkin emang takdir gak berpihak sama hubungan kita,"
"Mas kamu gak boleh ngomong gitu,aku akan menunggu kamu,"Aku bersandar dipundak mas Beni sambil berpegangan tangan.
"haahhhh,menghela nafas kamu kan tahu Ra leukimia gak ada obatnya,hanya mukjizat yang bisa menolong aku,"
"Hussstttt udah ya jangan ngomong gitu terus aku gak suka dan gak mau dengar,"
"Ihhh kebiasaan deh mas kamu itu,"
"Hahaha kamu gemesin jika kesel gitu,"
Kami larut dalam canda tawa didalam mobil itu,kebetulan Yuwan beserta ibu juga tante dimobil yang satunya.
Tiba di Bandara kami turun,mas Beni akan menaiki pesawat sekitar setengah jam lagi masih ada waktu untuk mengobrol walau berat tapi aku harus ikhlas melepaskan dia semoga cepat sembuh.
Kami duduk dikursi tunggu menunggu panggilan pesawat berangkat,aku duduk didekat mas Beni aku tahu dia terlihat lelah dan pucat dia hanya berusaha tegar untuk aku.
"Mas mau minumm,"Aku menawarkan minum ke Mas Beni.
"Gak Ra aku maau lihat kamu aja,"
__ADS_1
"La ini kan udah lihat aku mas,hehe,"
Cup
Mas Beni mencium pipiku,"Massss kan malu"Gerutuku.
"Semua orang yang disitu tertawa melihat kami,"
"Kenapa?gak usah malu kan aku cium pipi aja tanda perpisahan bukan bibir,"Berbicara dengan berbisik.
"Mesum banget seh mas,"
"Gak apa apa mesumya kan sama kamu,"
Lalu aku memeluk mas Beni rasanya berat banget ingin melepas kepergianya,tetapi ini semua demi kesembuhan dia,suara panggilan untuk penumpang sudah dimulai para penumpang sudah berjalan untuk masuk kedalam pesawat.
"Jangan nangis ya,semangat kerjanya selalu jaga kesehatan,kasih senyum dong biar aku semangat,"Aku masih dipelukan mas Beni.
"Mas kamu harus sembuh ya aku menunggu kamu,"
"Aku berangkat ya Ra,terimakasih sudah memberi cinta untuk aku,maafkan aku yang tidak bisa membahagiakan kamu menjaga kamu seperti janjkku sama kamu,"
"hiks hiks hiks,aku sayang kamu mas,kamu janji sembuh ya,"Masih memeluk mas Beni.
"Sayang udah ya,itu keburu berangkat pesawatnya,"Tante menarikku dari pelukan mas Beni,semua orang ikut menangis melihat kami.
"Tan aku ikut ya hiks hiks,"
"Kita doakan semoga Beni cepat sembuh diangkat penyaakitya,udah ya pulang yuk mereka sudah mau berangkat,"Ajak tante sambil menggandengku.
Aku memandang kepergian mas Beni,aer mata ini masih saja terus menetes,mas cepet sembuuh aku menunggumu disini,kenapa disaat aku akan memulai membuka hatiku kamu harus seperti ini mas,aku sayang kamu mas Beni,"Gumamku lirih.
__ADS_1