
Erna menangis sepanjang perjalanan pulang,Erna diantar kak Tristan sesampainya dirumah Erna masih tetap menangis.
"Sudah dek jangan menangis terus kita memang salah wajar mereka marah, kalau keadaan membaik mari kita obrolkan dengan kepala dingin,"Kak Tristan membawa Erna duduk.
"Mereka pasti sangat membenci aku kak,terutama Ara,aku memang sahabat yang gak berguna kak,aku jahat,kalau aja waktu itu kita gak melakukan hubungan terlarang itu, kita gak akan kaya gini kak semua gara gara kamu,"Erna memukuli kak Tristan.
"Cukup dek,cukup aku tahu aku salah aku menyesal sudah melakukan itu sama kamu aku khilaf dek,aku tidak bisa mengontrol nafsuku sendiri,aku melakukan ini semua karena rasa tanggung jawabku sama kamu,kalau aku tidak mikirin itu aku gak peduli dek,"Kak Tristan frustasi.
"Jadi waktu itu kamu melakukannya dengan aku karena terpaksa kak,bukan karena kamu cinta sama aku,kamu menyesal kak sudah melakukannya dengan aku,"Erna semakin tersedu sedu.
"Maafin aku dek,awalnya aku kira cinta sama kamu tetapi ternyata ini hanya rasa kagum sesaat, sekarang aku sadar cuma Ara yang aku cintai,aku hanya cinta dengan Ara kalau waktu itu kamu tidak telanjang dan jatuh aku tak akan tergoda sama kamu,"Jawab kak Tristan menunduk.
"Aku benci sama kamu kak,aku benci,kamu jahat kak aku rela menusuk temanku sendiri hanya karena kamu kak aku kira kamu juga mencintai aku,tapi nyatanya???"Elisa memukuli kak Tristan.
"Pergi kamu kak,pergi dari sini,"Erna berdiri dan mengusir kak Tristan.
"Dek jangan begini tolong,maafin kakak dek,aku akan berusaha mencintai kamu,beri aku kesempatan,"Kak Tristan memohon.
Erna lalu masuk kedalam rumah taanpa memperdulikan panggilan kak Tristan dan semakin menangis menyesali perbuatanya.
Flasback
Saat itu kak Tristan kerumah Erna untuk memesan baju,kak Tristan sudah mengetok ngetok ngetok pintu beberapa kali tetapi tidak ada jawaban ,saat kak Tristan akan balik pulang kak Tristan mendengar suara teriakan dari dalam taanpa pikir panjang kak Tristan langsung berlari menuju sumber teriakan tadi kebetulan pintu tidak dikunci,saat kak Tristan sampai didalam kak Tristan terkejut! Ernapun tak kalah terkejut ternyata Erna terjatuh dikamar mandi dengan keadaan telanjang,saat itulah kak Tristan langsung menyambar selimut dan menutupi tubuh Erna dengan selimut dan membopong Erna untuk dibawa ke kamar.
"Kamu gimana bisa jatuh,"Tanya kak Tristan.
"A aku kepleset kak,"Jawab Erna gugup.
"Kamu keluar dulu aku mau ganti baju,"
"Baeklah,apa kamu bisa sendiri?"
"Insaalah bisa,"
"Aaaaaa,"Erna terjatuh lagi,kak Tristan pun terpaksa masuk lagi sampai dikamar, lagi dan lagi Erna terjatuh tanpa sehelai benangpun kak Tristan menelaan salivannya berkali kali, sebagai lelaki normal siapa yang tak tergoda melihat keindahan didepan matanya.
"Kenapa gak hati hati seh,"Gerutu kak Tristan sambil menahan gejolak hasratya.
"Maaf kakiku sakit mungkin terkilir,"Erna menjawab dengan menunduk dan mengambil selimut untuk menutup tubuhya.
"Sini aku bantu,"Kak Tristan lalu mengulurkan tanganya ke Erna,dan Ernanya pun menyambut saat hampir duduk Erna oleng dan menubruk kak Tristan,kak Tristan menatap Erna karena sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi maka terjadilah hubungan terlarang itu,yang membuat semuanya jadi berantakan.
"Hiks hiks apa yang kamu lakukan,"Erna menyadari perbuatanya yang salah.
__ADS_1
"Ma maaf aku khilaf,"Jawab Tristan menunduk.
"Gimana masa depan aku,kamu kan pacar Ara kalau dia tahu gimana?kalau aku hamil gimana,"
"Aku akan tanggung jawab,"
"Tapi Ara gimana?"
"Kamu jangan cerita ke dia,kita jalani diam diam jika kamu hamil aku nikahin kamu,"
"Kamu gila,sama aja aku merusak persahabatnku,,enak aja aku gak hamil trus kamu bisa sama Ara gitu trus nasib masa depanku gimana?"
"Kalau kamu mikirin sahabat kamu kenapa kamu diam saja tadi dan malah menikmatinya,"Kak Tristan berlalu keluar dan pergi dari rumah Erna.
Sejak saat itulah kak Tristan menjadi ketagihan,kak Tristan mengajak aku berkali kali melakukan hubungan itu dan aku selalu menolak,dari situlah kak Tristan mengajak Erna melakukannya untuk mengobati kekecewaanya.
...----------------...
Dua minggu aku dirawat dirumah sakit,hari ini akhirnya aku diperbolehkan untuk pulang kondisiku sudah lebih baek,aku menceritakan hubunganku kepada ibu dan paman untungnya mereka tidak marah dan memberiku nasihat.
"Bu bapak lama banget seh,"Aku menggerutu.
"Ya nak sabar sebentar lagi bapak sampai,"Jawab ibuku,aku memang akan dijemput sama bapak.
"Udah dari tadi pak itu anak kamu sampai cemberut,"Ibu menunjuku.
"Ihhh ibu,bapak itu yang lama,"Gerutuku.
"Jahaha gak sabaran banget sek anak gadis bapak,ayok pulang tantemu juga sudah masak banyak(istri bapak yang baru,aku memanggil tante,karen ibu kusus panggilan untuk ibu kandungku)"Ajak bapak sambil mencubit hidungku.
Aku mengekor bapak dibelakang bersama ibu,kami diperjalanan sambil bercerita banyak,seandainya ibu tidak berpisah dengan bapak pasti seharmonis ini,batinku,setelah setengah jam kami sampai dirumah.
"Selamat datang Ara?"Elisa Tika tante paman semua menyambutku dengan gembira,aku sangat terkejut dengan perlakuan mereka tetapi juga senang mereka peduli denganku.
"Terima kasih teman teman ,paman,tante,"Aku menghampiri mereka dan memeluknya.
"Sama sama sayang,"Tante menciumku.
"Ayok pada masuk jangan didepan pintu saja,"Ajak paman.
"El,Tik ajak Ara istirahaat dikamar gih,"Ibuku menyuruh teman temanku.
"Ok siaapp tante,"Jawab mereka serempak menjawab,aku hanya geleng geleng kepala.
__ADS_1
"Ra sepi banget grub gak ada kamu tauk,"Elisa mulai bicara.
"Masak seh kan ada kamu yang cerewet,"Jawabku.
"Ya Ra kita kesepian tauk gak ada yang menceramahi kita,"Tika terkikik.
"Emnangnya aku ustajah,"Gerutuku.
Saat kami asik ngobrol tiba tiba ponselku berdering,ternyata panggilan dari mas Aldo.
"Siapa Ra?"Tanya Tika.
"Mas Aldo Tik,"Aku menunjukkan ponselku.
"Ya udah angkat dulu gih,"jawab Tika.
"Halo,"Panggilan aku angkat.
"Assalamualaikum Ra,"Mas Aldo mengucap salam.
"Walaikumsalam mas,ada apa mas tumben tlf,apa mbak Hana memecatku mas?"Jawabku.
"Hana gak mungkin memecat gadis serajin kamu Ra,hehe gimana kondisi kamu,katanya kamu dah pulang dari rumah sakit,"
"Ya mas ini baru satu jam paling sampai rumah,sudah baek mas,kamu tahu darimana aku sudah pulang mas,"Tanyaku.
"Aku tadi kerumaah sakit tapi kamar kamu kosong dan suster memberi tahu kalau kamu sudah pulang,"
"Ya ampun mas kenapa gak ngabarin dulu?"
"Aku udah sehat udah baek mas,kalau besak disuruh kerja aku siap mas,hehe,"Jawabku sambil tertawa.
"Yang ada saya dapet masalah karena mempekerjakan orang yang baru sembuh dari kecelakaan,"
"Ya sudah kamu buruan istirahat besak saja saya jenguk kamu kerumah bersama Hana,"
"Oke siap mas,"Aku mematikan tlf.
"Cie cie,"Ledek Elisa.
"Apan seh El,"aku lalu berbaring dikasurku.
"Kamu istirahat aja Ra kami pulang dulu ya,"Pamit Elisa dan Tika.
__ADS_1
"Ya El,Tik makasih ya?"Jawabku tulus sambil bangun dan memeluk mereka.