PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
SUCI HOT


__ADS_3

“Oh My GOD”. Pekik Arga


Suci tersenyum kikuk, tangannya terulur pelan untuk kembali mengambil selimut dan menutup tubuhnya. Namun sebelum itu terjadi, Arga menahan selimut itu dan melemparnya asal ke atas lantai.


Sedetik kemudian Suci memekik saat Arga menerkamnya. Arga menjadikan kedua tangannya sebagai tumpuan agar tubuhnya tak benar-benar menindih Suci, jangan lupakan perut Suci yang membuncit yang meskipun Arga tak menahan tubuhnya, maka tubuh Arga akan secara otomatis terganjal.


“Kamu sengaja menggodaku??” Bisik Arga seraya sedikit menggigit daun telinga perempuan itu.


“Ti..tidak, kamu bilang kamu lebih menyukaiku jika aku tidak menggunakan apapun. Aku hanya ingin menyambutmu dan membuat mu senang. Itu saja”.


“Benarkah?? tapi kamu pasti tahu bukan resiko apa yang harus kamu dapatkan dari penampilan mu yang polos ini? Apalagi kamu berdandan secantik ini, kamu pasti bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya”.


Ya, Suci hanya memakai pakaian dalam saja, menampilkan tubuh putihnya yang mulus dan perutnya yang membuncit, namun menurut Arga, di situlah letak keseksiannya.


Suci gelagapan, ia juga sangat gugup, jantungnya berdebam debum tak karuan. Meski sangat sering melakukannya, tapi masih saja Suci di landa kegugupan saat Arga menyentuhnya. Namun Suci yang sekarang berbeda dengan Suci yang dulu, yang polos dan pemalu. Suci kini berubah menjadi Suci yang hot dan agresif meski rasa gugup itu selalu menyertainya.


“Aku tahu”, Suci tampak menantang, “tapi aku tidak berniat melakukannya. Aku hanya ingin menyambutmu saja”.

__ADS_1


“Seperti itukah? Tapi maafkan aku sayang, aku tidak akan melepaskan mu dan membiarkan aku tersiksa sendirian karena menahan sesuatu yang sudah sangat mendesakku”.


Suci ingin menyanggah, taapi mulutnya tertutup rapat oleh bibir seksi yang sedikit tebal milik suaminya. Perempuan itu bahkan sempat tersenyum dan menggigit bibir bawah suaminya sebelum akhirnya membalas ciuman Arga dan hanyut dalam permainan pria itu, permainan yang selalu memabukkan dan tak dapat Suci tolak.


Akhirnya, sore itu menjadi sore yang indah untuk pasangan itu.


***


Sebagai gantinya, malam ini Suci meminta Arga memijat pinggangnya yang terasa sakit dan panas. Arga benar-benar tak melepaskan Suci sore tadi.


“Kenapa nyalahin aku? Kamu yang mulai, aku tuh Cuma nerusin niat terselubung kamu aja sayang”.


“Apa? Mana ada begitu, aku gak ada niat macam gitu”.


“Jangan bohong, kenapa mesti malu kalau kamu mau? Tinggal minta aja aku akan dengan senang hati melakukannya, Lagian Clara bilang, kalau kita tuh harus sering melakukannya sayang, itu bagus untuk melemaskan otot-otot Rahim supaya jalan anak kita sediki-sedikit kebuka”.


“Modus, itu mah maunya kamu”.

__ADS_1


“Kamu tanya aja sama Clara, kamu kan sering banget ketemuan sama dia. Minta saran sama dia supaya jalan anak kita bisa cepet kebuka. Aku yakin Clara akan menyuruh kita sering melakukannya”. Tangan Arga tak berhenti memijat area pinggang Suci, semakin naik ke punggung lalu ke bahu. “Ngomong-ngomong tadi kamu sama dia jalan kemana aja sayang?”


“Gak jauh-jauh, Cuma ke mall abis itu kita kulineran. Kenyang banget aku”.


“Gak ngajak-ngajak.” Sewot Arga


“Ngapain ngajak kamu, Arian aja gak ikut. Lagian kalau jalan sama kamu itu pasti Cuma sebentar, ujung-ujungnya ngajak aku cepet pulang. Kalian para lelaki itu gak sabaran, jadi mending gak usah ikut. Kalian Cuma cukup ngasih jatah aja”.


“Oh jadi gitu?? Kalau gitu gak usah nolak kalau aku juga minta jatah sama kamu”.


“Kapan aku nolak? Sebelum aku bisa nolak kamu udah nerkam aku duluan, mana sempet nolak”.


Arga diam, seingatnya memang Suci tak pernah menolaknya, mau Suci dalam keadaan lelah atau di waktu kapan pun Arga meminta haknya, Suci tak pernah menolak. Perempuan itu tahu cara membuat suaminya bahagia dan memuliakan suaminya.


“Kenapa diam? Kamu pasti lagi mikirin kapan aku pernah nolak kamu. Dan sayangnya aku gak pernah nolak kamu". Suci berucap puas, ia menoleh pada Arga yang tampak mencebik namun juga mengangguk membenarkan.


Sampai Suci tertidur pulas, Arga baru berhenti memijat perempuan itu.

__ADS_1


__ADS_2