PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
MOOD BOOSTER


__ADS_3

Pagi itu terasa berbeda bagi Arga dan Suci. Awal yang baik untuk hubungan mereka, Suci tak lagi takut berdekatan dengan Arga selama masih dalam batas wajar tanpa bersentuhan yang berlebihan.


Perempuan yang senang menunduk itu berjalan mengekori Arga, dengan jarak sekitar dua langkah di belakang pria itu, ia takut jika Arga berhenti mendadak maka ia akan kembali menabrak punggung lebar milik pria itu.


"Mira, Vira..." Arga memanggil dua nama gadis yang akan setia mengekori Suci kemanapun nyonya mereka pergi.


Suci sedikit mencuri pandang, di hadapannya dan Arga dua gadis masing-masing berambut sebahu datang menghampiri mereka.


"Iya tuan". Ucap keduanya .


"Kenalkan, ini Suci, istri saya. Mulai hari ini kalian bertugas menjaganya. Mengikutinya kemana pun dia pergi dan turuti semua perintahnya selama itu tak membahayakannya. Dan satu lagi, jangan biarkan pria asing mendekatinya. Mengerti??".


"Mengerti tuan, kami siap bertugas".


"Ok, pakailah mobil itu, itu mobil istri saya. Ini kuncinya". Arga menunjuk mobil sedan berwarna putih yang terparkir di halaman rumahnya, kemudian memberikan kuncinya pada salah satu pengawal Suci.

__ADS_1


Suci bingung, kapan ia mempunyai mobil, tapi ingin bertanya pun rasanya enggan, mereka tidak sedekat itu untuk berbincang-bincang layaknya suami istri lainnya. Ia memilih diam dan menuruti apa saja yang di katakan suaminya.


Arga menoleh pada Suci yang masih berdiri di sampingnya. "Pergilah, mereka akan menemani mu di mana pun".


Suci mengangguk, ia berjalan meninggalkan Arga, namun baru beberapa langkah, ia kembali menghampiri Arga.


"Ada apa??". Tanya Arga.


Suci masih diam, ia bingung harus menyampaikan rasa terima kasihnya seperti apa. Dengan tangan yang sedikit bergetar Suci meraih tangan Arga, kemudian menciumnya selayaknya seorang istri menyalami suaminya. "Terima kasih". Ucapnya lirih. "Assalamualaikum".


Arga mengedarkan pandangannya pada sekitar rumah, rumah itu terasa sepi, hanya ada para pelayan yang berlalu lalang melakukan pekerjaan mereka. Mama Tara menemani papa yang tengah melakukan perjalanan bisnis ke luar Negeri. Itu juga lah yang menjadi salah satu alasan Arga mengijinkan Suci kembali bekerja, Arga tak ingin jika Suci merasa terkurung di sana dan akibatnya akan merasa kesepian dan kembali mengingat kejadian buruk itu, traumanya sudah hampir sembuh, perubahannya pun semakin membaik, Arga tidak mau Suci mengingat lagi kesan buruk pada dirinya yang berakibat akan memunculkan kembali rasa takut dan trauma Suci padanya.


"Bi Nah, aku pergi dulu yah, titip rumah, assalamualaikum". Arga berpamitan pada salah satu pembantu rumahnya.


"Waalaikumsalam tuan muda, hati-hati".

__ADS_1


Arga mengangguk dengan masih tetap menampilkan senyuman tipisnya, ia melangkahkan kakinya menuju mobilnya, Vino sudah tampak menunggu di sana. Entah mengapa, sikap Suci pagi ini seolah menjadi mood booster untuknya, ia menebar senyum kemana-mana.


"Selamat pagi tuan". Vino membungkukkan sedikit badannya, kemudian membukakan pintu mobil untuk tuannya.


Setelah memastikan Arga duduk dengan nyaman, Vino mengitari mobil dan duduk di balik kemudi. Baru saja ingin menyalakan mesin mobil, ponselnya berdering, nama Vira muncul di layarnya.


"Ya Vira??".


"Tuan Vino...."


"Apa?? Baik, aku kabarin tuan muda dulu, terima kasih Ra".


Vino menoleh ke jok belakang dimana Arga tengah menatapnya penuh tanya. "Ada apa Vin??".


"Tuan muda, nyonya Suci....."

__ADS_1


__ADS_2