PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
PERCAKAPAN MENYAYAT


__ADS_3

Pagi ini, Suci di izinkan tidak masuk kerja. Meski Rudi bertanya-tanya mengapa Vino, asisten Presdir yang sampai turun tangan secara langsung menghubunginya untuk memintakan izin Suci agar perempuan itu bisa beristirahat satu atau dua hari. Rudi memutuskan untuk tak banyak bertanya dan memberikan Suci izin.


"Nak, mama antar kamu pulang yah". Nyonya Tara masih membujuk Suci agar perempuan itu mau di antarkannya.


"Tidak nyonya, saya bisa sendiri. Dan maaf, saya tidak nyaman dengan panggilan 'mama'."


Meski merasa tidak enak karena menolak memanggil nyonya Tara dengan sebutan mama, tapi Suci tidak mau ia terlalu dekat dengan keluarga kaya raya itu. Ia merasa seperti menjual tubuhnya sendiri jika menerima semua perlakuan keluarga Arga.

__ADS_1


Nyonya Tara terdiam, sebenci itu perasaan Suci pada Arga, hingga padanya saja Suci bersikap demikian, menolak semua perlakuan baiknya dengan terang-terangan. Tapi ia pun tak bisa berbuat apa-apa, jika pun dia yang berada di posisi Suci, maka ia pun akan melakukan hal yang sama bahkan lebih, harga dirinya pasti terasa tersakiti berada di tengah-tengah keluarga pria yang menghancurkan masa depannya.


"Maafkan saya nak, saya memang tidak berada di posisi kamu saat ini, tapi saya pun seorang perempuan, saya bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Saya hanya ingin menebus kesalahan yang telah putra saya lakukan padamu."


"Tidak perlu nyonya, anda tidak salah. Anda tidak harus merasakan beban kesalahan yang telah putra anda lakukan pada saya. Maafkan saya jika saya tidak sopan menolak semua kebaikan nyonya, tapi saya benar-benar tidak bisa nyonya".


"Saya bersalah nak, saya ikut andil dalam kesalahan yang telah putra saya lakukan, dia seperti itu karena saya dan papanya lengah dalam mengawasi dan mendidiknya."

__ADS_1


Suci dan nyonya Tara hanyut dalam isakan tangis. Entah berapa kali Suci mengucapkan agar wanita paruh baya di hadapannya sudi mendoakan proses dirinya dalam memperbaiki diri.


Nyonya Tara meraih tangan Suci kemudian membawa Suci ke dalam pelukannya. Andaikan saja putranya dan Suci bisa berjodoh, maka ia akan sangat bahagia. Nyonya Tara yakin jika Suci adalah perempuan yang tepat untuk putranya, yang bisa mengendalikan Arga saat pria itu kehilangan arah.


Sementara itu, di balik tembok di samping pintu kamar yang tak tertutup rapat itu, Arga tampak menunduk mendengar semua percakapan antara Suci dan sang mama. Awalnya Arga menuduh jika Suci adalah suruhan seseorang yang menjebaknya, ia juga sempat mengira jika Suci sengaja melakukan hal itu karena uang, tapi mendengar semua kalimat yang suci lontarkan membuat dirinya serasa di tikam ribuan belati dan sembilu yang menyayat hatinya, rasanya sangat tak nyaman, ia merasa menjadi pria paling buruk di dunia ini.


"Harus dengan apa aku menebusnya??". Lirihnya.

__ADS_1


Menyesal pun percuma, semua dosanya tak akan luntur hanya dengan merasa bersalah saja. Sedangkan meminta maaf pun tidak mungkin akan dengan mudah di maafkan.


Berniat bertanggung jawab pun di tolak, lalu apa yang harus ia lakukan untuk menebus segala dosanya agar rasa bersalah di hatinya sedikit berkurang.


__ADS_2