PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
KUCING JATUH


__ADS_3

Arga mengangkat dagu Suci dengan jari telunjuknya, mereka saling bersilang pandang dengan sebuah senyuman terukir manis di wajah berseri keduanya.


Perlahan keduanya saling mendekat, memejamkan mata ketika bibir mereka saling menyatu dan memberikan sensasi luar biasa yang terasa bergejolak dalam diri mereka. Mungkin karena terpisah lama, sentuhan itu dapat menimbulkan rasa panas yang menjalar dengan cepat di setiap alira darah mereka, rasanya sangat menggelitik dan membuncah.


Arga membaringkan Suci dengan mendorong kedua bahunya dengan lembut. Pergumulan panas itu dimulai, saling menyentuh, saling menyecap rasa dan saling menyalurkan rasa rindu yang selama ini sempat tertahan. Mereka lupa jika tempat yang mereka pakai saat ini sangatlah terbatas, dan……


BUG


Satu detik


Lima detik


Sepuluh detik


Keduanya terdiam saling menatap dengan posisi Suci di atas tubuh Arga. Bibir mereka berkedut menahan tawa, dan terbahak saat kesadaran mereka telah terkumpul.


“Hahahahahah”.


Mereka terguling dari atas ranjang, beruntungnya tubuh kekar Arga yang berada di bawah, hingga dapat menahan tubuh Suci terbentur tembok.


“Udah aku bilang tempatnya sempit mas”. Ucap Suci di sela tawanya, ujung matanya bahkan terlihat berair karena tawa.

__ADS_1


Arga mengangguk menyetujui. “Maaf sayang, abisnya aku kangen berat sama kamu”. Arga menatap Suci dengan tatapan jahilnya, “kamu betah banget di atas tubuh aku, berat loh sayang”.


“Ap..apa?” Suci gelagapan, ia reflek bangun dari tubuh suaminya dengan menyilangkan tangannya di depan dada polosnya. Ia meraba selimut dari atas ranjang, menariknya kemudian melilitkannya pada tubuh atasnya yang sudah polos tanpa pakaian. Beruntungnya, hanya atasnya saja yang baru terbuka, ke bawahnya masih utuh.


Arga beranjak bangun, ia masih saja tertawa. Ini akan menjadi pengalaman yang tidak akan Arga lupakan. Arga membantu Suci berdiri, mereka kembali membaringkan tubuh mereka di atas ranjang dengan saling berdempetan.


“Kita tidur saja ya mas, lanjutin nanti aja di rumah”.


Arga mengangguk, hasratnya juga sudah menguar entah kemana bersamaan dengan tawanya yang masih tersisa.


Akhirnya, malam itu mereka lewatkan dengan terlelap dan saling mendekat merapatkan tubuh mereka, tidak akan lucu jika salah satu di antar mereka kembali terjatuh dari ranjang.


"Mas, jangan ketawa terus ih". Omel Suci


"Maaf sayang, ini kejadian langka, seumur umur aku baru jatuh dari ranjang, dan lucunya, itu terjadi saat kita bertempur". Arga kembali tertawa, dan mengaduh saat Suci mencubit perut polosnya. "Sakit sayang". Keluhnya


"Tidur mas, lagian kamu bandel, aku kan udah bilang tempatnya sempit. Kamu gak nyadar kalau kamu tuh bisa muterin ranjang kalau lagi gila kaya gitu".


Arga kembali tertawa, dan tawanya terhenti saat ketukan di pintu kamar mereka terdengar beberapa kali.


Suci menyingkirkan tangan Arga yang melingkar di perutnya, ia mengambil atasan piyama tidurnya dan memakainya kembali.

__ADS_1


Dengan tergesa ia membuka pintu, umminya tampak khawatir di balik pintu. "Ada apa ummi??" Tanya Suci


"Ummi denger suara terjatuh, apa kalian tidak apa-apa??"


"Ah??" Suci gelagapan, ia menoleh pada Arga sekilas kemudian kembali menatap umminya. "Gak apa-apa ummi, mungkin kucing kali".


"Iya kali yah, tadi ummi kebetulan lewat sini, suaranya kenceng, ummi kira ada yang terjatuh. Ya sudah, kalian istirahat yah. Ummi mau ngasih ini sama abi". Ummi mengacungkan segelas air putih yang di pegangnya pada Suci, kemudian beranjak setelah mendapat anggukan dari putrinya itu.


Suci kembali menutup pintu kamarnya, ia menatap Arga yang terlihat menahan tawanya.


"Kucingnya ganteng ya sayang".


GAESS KALIAN BOLEH SHARE CERITA2 MAK DI AKUN SOSMED KALIAN, JANGAN LUPA TAG MAK YAH...FOLLOW JUGA AKUN MAK OK....


Noveltoon/Mangatoon Savana Alifa


IG @savanagunawan


FB Savana Alifa


*******/*** APP Savana Alifa

__ADS_1


__ADS_2