
Arga menatap tajam pria di hadapannya, dengan tangan terikat dan duduk di bangku butut yang terdapat di salah satu gudang milik perusahaan Arga. Justin masih setia menemaninya, meski sudah Arga usir, namun pria itu bersikeras untuk menemani Arga dengan dalih takut Arga kewalahan melawan satu pria yang kini mereka sekap.
Derap langkah seseorang membuat mereka kompak menoleh, itu Vino, asisten pribadi Arga.
"Gimana Vin??" Tanya Arga
"Ini tuan muda". Vino menyodorkan beberapa bukti kejahatan yang dilakukan pria yang telah mereka sekap.
"Brengsek, jadi kamu dalang di balik semua kejadian itu??"
Arga menajamkan matanya, jemarinya saling mengepal, rahangnya mengeras dengan gigi gemeletuk saling beradu.
"HAHAHAHAHAH". Pria itu tertawa keras, menggelegar di dalam gudang tak terurus itu. "Kamu tertipu Yusuf Argantara, kamu fikir siapa yang melakukan semuanya hah? Rudi? Dia hanyalah boneka ku saja".
"Sialan". Arga memukul pria itu tepat di rahangnya.
"Aku fikir kamu pintar, tapi ternyata kamu mudah tertipu Arga". Pria itu menyeringai, "Gadis itu, gadis yang kamu makan itu adalah salah satu korban ku, dia tidak tahu apa-apa, gadis bodoh yang kamu nikahi. Dan karena itu juga rencana ku untuk menjatuhkan mu harus gagal. Aku tidak menyangka kamu akan sejauh itu menikahinya hanya untuk menyelamatkan harga diri kamu. Gadis bodoh".
Arga tersentak, jadi Suci tidak salah apa-apa? Semakin dalam lah rasa bersalahnya pada Suci, ternyata Suci hanya korban fitnah, dan Arga berbuat kejam pada perempuan tak berdosa itu.
__ADS_1
"Bangsat!!!" Teriak Arga, apa yang kamu inginkah hah?"
"Kehancuran mu Arga, aku menggunakan Rudi untuk menghancurkan mu, dia memiliki dendam pada gadis itu, karena gadis itu selalu menolaknya. Aku sudah berusaha menyebar video pemerkosaan yang kamu lakukan pada gadis itu, tapi lagi-lagi kamu mematahkannya dengan mengakui gadis itu sebagai istri mu".
Pantas saja meski Rudi berada di dalam penjara, tapi video itu bisa tersebar. Rupanya memang ada seseorang yang mengendalikan semuanya.
Justin tersentak, jadi rumor skandal yang di lakukan Arga itu tenyata benar, tapi itu merupakan jebakan dari orang lain. Justin memilih diam untuk mengetahui sebenarnya.
Broto Wijaya, seorang pria paruh baya yang pernah menjadi orang kepercayan Arga, namun Broto harus di pecat secara tidak hormat karena penggelapan dana yang di lakukannya.
Berdasarkan penyelidikan anak buah Arga, semua bukti mengarah pada pria itu. Sejak saat itu, Arga gencar mencari Broto, dan kali ini ia berhasil menangkapnya sendiri.
"Dengarkan aku baik-baik Arga, meskipun kamu mengurungku, semua rencanaku akan tetap berjalan. Aku mempunyai orang dimana-mana. Dan perempuan bodoh itu, dia korban ku selanjutnya."
"Bunuh saja aku, karena orang-orang ku tidak akan berhenti menjatuhkan mu, termasuk istrimu tercinta itu".
"Brengsek!!" Arga kembali melayangkan pukulan pada rahang priaitu, hingga perlahan matanya terpejam dan tak sadarkan diri.
"AAAAAAAAAAAA" Teriak Arga.
__ADS_1
Arga merasa tidak berguna, ia frustasi, ia tidak tahu apa rencana busuk Broto lagi. Yang ia tahu, Suci terancam saat ini.
"Vin, awasi istri ku. Tapi jangan terlalu dekat, aku tidak mau dia curiga dan merasa tidak nyaman. Dan perketat penjagaan di rumahnya juga di perusahaan. Kita belum bisa tenang sebelum orang yang menjadi suruhan Broto di perusahaan kita temukan".
"Siap tuan".
"Hemm, suruh Dimas membereskan dia". Arga menunjuk Broto dengan dagunya, kemudian ia melengos pergi di ikuti Justin dan Vino.
***
"Jadi skandal itu benar Ga??" Justin mengendorkan dasinya, ia tengah bersiap menyalakan mobilnya untuk kembali ke cafe dan mengambil mobil Arga yang tadi di tinggalkan di sana, sebenarnya bukan karena mobil Arga saja, karena bisa saja Arga memerintahkan anak buahnya untuk mengambil mobilnya, tapi Suci, ia merasa tak tenang dengan ancaman Broto tentang Suci. Arga ingin memastikan jika Suci baik-baik saja.
Arga mengangguk tanpa ragu, "Bener, tapi karena skandal itu juga akhirnya aku menikahi Suci, perempuan yang paling terbaik yang pernah aku temui, perempuan polos yang membuat aku merasakan cinta yang dalam".
Justin mengangguk, ia dengan sabar mendengar keluh kesah Arga tentang rumah tangganya. Entah mengapa Arga merasa nyaman bercerita pada Justin, padahal mereka berteman belum lama. Mungkin karena pembawaan Justin yang dewasa dan bisa membuat Arga nyaman bersahabat dengannya.
"Suci kecewa banget sama aku, dan sekarang dia memilih pulang ke rumah orang tuanya". Kata Arga, terlihat jelas kerapuhan Arga, sorot matanya sendu dan dahinya berkerut tajam.
"Aku emang gak ngerasain perasaan kamu Ga, tapi kalau menurut aku, biarkan dulu Suci di rumah orang tuanya, dia membutuhkan waktu untuk sendiri dan menyesuaikan keadaanya Ga. Kalau Tuhan mentakdirkan kalian bersama, maka kalian akan kembali bersama bagaimana pun caranya Ga, memang terlihat mustahil Suci mau memaafkan mu, tapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Keajaiban selalu ada buat orang yang beruntung Ga, dan semoga kamu termasuk orang yang beruntung itu".
__ADS_1
"Thanks Justin, seenggaknya aku jadi lebih tenang sekarang".
Keduanya sama-sama terdiam kembali, menatap jalan di depannya dengan tenggelam pada fikiran masing-masing.